
Setelah puas berbelanja sambil berdrama ria, mereka memutuskan untuk menikmati makan
siang. Tadinya ingin sekali mencoba soto Medan yang lokasinya tidak jauh dari
tempat mereka saat ini. Namun Ilham mengirimkan pesan sudah dijalan dan akan
segera sampai, mereka memilih makan di restaurant fast food yang ada di lantai
atas Gedung ini.
Usai memesan makanan, yang terhidang berikutnya adalah kesunyian. Saling memainkan gawai masing-masing di tangan ternyata tak lantas memudarkan kecanggungan.
Padahal baru saja tadi Zayn merasa puas membuat Wiya tampak kesal, kenapa dia hanya semakin penasaran dengan gadis dihadapan. Mereka sama-sama terperanjat saat di sadarkan oleh kedatangan Ilham.
“Pak, Maaf saya telat banget ya ini. Wiya duh, maafin aku ya?”
Ucap Ilham sembari menarik satu kursi disebelah Zayn yang membuat posisi dia dan Wiya jadi berhadapan. Sejenak bola mata itu berhenti menatap gadis yang sedang menyelipkan rambutnya di belakang kuping sebelah kiri.
Ilma Qawiya, kamu beneran udah
kaya lempeng bumi
Bergeser sedikit aja udah bikin
hatiku berguncang hebat gini.
Lamunan yang tertangkap oleh Zayn itu langsung mendapat tepukan di pundak yang membuat Ilham tak bisa lebih jauh bertindak.
__ADS_1
“ Akhirnya kamu sampai, hmm. Lihatlah itu.”
Ucap Zayn sambil matanya menunjuk ke arah tumpukan belanjaan Wiya.
“hmm,Qawiya.“ Ilham menggeleng gelengkan kepala melihat kebiasaan asistenya ini.
“Mana magnet aku? kamu gak lupa kan?”
Tadah Ilham dengan percaya diri bahwa Wiya
akan membelikan satu untuknya.
“ Oh iya, ini Pak, bagus loh Pak, eh tapi ganti ya duitnya ya.” Jawab Wiya terkekeh sambil menyerahkan magnet biru tadi untuk Ilham.
“Kalau kamu yang pilih pasti bagus dong.” Puji Ilham sambil memasukan bungkusan magnet itu ke dalam tas miliknya.
Wiya malah mencebik mendengar pujian
Tak lama kemudian seorang pelayan
datang mengantarkan pesanan mereka.
“Iya semua orang dibeliin tuh sama Wiya, kecuali saya, boro-boro di beliin ditawarin pun tidak.”
Ucap Zayn sambil mengaduk-aduk orange juice dalam gelas dihadapannya. Dua orang anak buahnya itu kompak menatap ke arahnya
“Ha? tidak begitu Pak Zayn, saya sungguh tidak tau kalau Pak Zayn juga mau.“
__ADS_1
Elak Wiya membela diri. Karena dia
paling tidak suka terlibat perdebatan Panjang lebar walau dia diposisi yang benar. Dia segera mengeluarkan jurus pamungkas. Ya,meminta maaf sajalah demi aman.
“Maafkan saya Pak, saya sungguh tidak
tau yang sebenarnya.“ Ah Wiya memang tak suka cari masalah.
Tak tau dalam hati dan pikiranmu itu sebenarnya apa Pak Zayn?
Jelas tadi kita pergi Bersama,
kamu tinggal ambil yang kamu mau
Tapi malah mengharap dikasi
saya. Emang saya kepikiran sampe sana ?
Zayn yang sebenarnya bisa membeli semua magnet itu bahkan iri dengan satu magnet kecil yang Ilham punya, hanya karena itu diberikan oleh Wiya. Tapi dia senang juga setiap Wiya mengucapkan maaf, meminta tolong dan berterimakasih padanya.
Zayn dan Wiya menikmati makan siang mereka, mereka berdua memang sudah kelaparan usai berkeliling tadi. Ilham hanya memesan segelas teh es karena dia sudah makan siang Bersama mitra nya.
Wiya mengambil beberapa foto dengan kameranya, mulai dari foto makanan yang dia pesan, foto kedua atasan tampannya itu, dan bergantian minta dirinya di fotokan oleh Ilham. Mereka memanfaatkan waktu berkeliling sekitar daerah itu karena tak punya waktu lagi untuk mengeksplore tempat wisata Kota Medan yang lain.
Hingga menjelang malam dan kembali ke
Hotel lalu bersiap siap untuk keberangkatan kembali ke kantor pusat, besok.
__ADS_1
Packed, yeay !! Mission completed, besok balik, Alhamdulillah.
Tulis Wiya di feed instagramnya saat memasukan potret bundle-bundle barangnya termasuk se abrek belanjaanya semalam. Foto aja dulu, masalah gimana bawanya nanti aja difikirkan.