Utuh

Utuh
SEASON II : EPS 16


__ADS_3

Setelah pamit pada ayah dan Ibunya. Wiya masuk ke dalam mobil dengan perasaan yang sangat kecewa. Dia seperti mengalami dejavu malam ini.


Belum terlalu gelap, jalan kota masih sangat riuh dan padat. Rumah mereka jaraknya cukup jauh dan harus melalui daerah perkebunan.


Ribuan kawanan kalilawar beterbangan keluar dari pohon-pohon besar, seolah menuju ke arah Purnama yang terang.


Suara burung hantu pun mulai berkukuk kecil membangunkan kawanan yang masih pulas. Terdengar seperti sebuah sapaan "Bangunlah! Hari sudah malam, waktunya mencari makan".


Jangkrik sebagai perwakilan Serangga malam bernyanyi merdu memulai aktivitas mereka. Bersahut suara antara populasi satu dengan lainnya.


Jangan lupakan kunang-kunang, hewan yang punya sumber pencahayaan pribadi, semacam senter LED pada sayap ringkihnya, komunitas mereka tetap sangat mempesona walau hanya mampu mengitari ilalang dan rumput-rumput yang rendah.


Wiya masih terdiam sepanjang perjalanan. Takut, risau dan kecewa kini bergulung kusut di kepala. Bukankah seharusnya saat ini dia sedang menikmati makan malam romantis sepasang pengantin yang baru satu tahun menjalani biduk rumah tangga.


Apakah setelah menikah ceremonial seperti ini menjadi tidak penting bagi kalian wahai kaum suami? Jika iya, berarti Wiya adalah istri yang Malang. Berharap bulan jatuh ke pangkuan.


"Pak Taufik, suami saya pulang jam berapa?"


"Tidak akan terlalu malam Bu, mungkin sekarang juga sudah diperjalanan."


"Ohhh...!"


Suasana kembali hening hingga mobil berhenti sempurna di depan kediaman Zayn dan Wiya. Pak Taufik membukakan pintu mobil untuk nyonyanya. Wiya turun dengan malas, dia kembali melangkah dengan gontai sekarang.


Wiya mengambil kunci dari dalam tas dan membuka pintunya. Seperti biasa, walau hatinya gundah. Wiya selalu berharap ada kejutan yang sedang disiapkan untuknya. Wiya memejamkan mata saat menyalakan sakelar lampu. Perlahan membuka kembali matanya seperti orang gila. Karna memang tidak terjadi apa-apa.


Jatuh, hatinya terhempas lagi. Dengan begitu lesu dan fikiran yang berkecamuk. Wiya melangkah naik ke tangga meninggalkan ruang tamunya.

__ADS_1


Wiya membuka pintu kamar dengan begitu geram. Serangkaian peristiwa hari ini benar-benar mengaduk emosinya. Wiya ingin sekali melempar tasnya ke sembarang arah.


Namun ketika pintu kamar itu terbuka, Wiya langsung dapat melihat sesuatu yang aneh dari dalam sana.


Sepanjang sisi jalan dari arah pintu masuk ke kamarnya Wiya disambut jejeran Indah lilin elektrik beserta kelopak mawar merah yang terhubung dengan satu kumpulan lilin dan kelopak bunga berbentuk ikon hati.



Wiya melanjutkan langkahnya semakin dalam memasuki ruangan yang hanya diterangi oleh cahaya lilin itu.


Di bagian menuju ke jendela, teronggok dengan manis nan menggoda, sebuah buket Mawar yang amat besar lengkap dengan balon latex berwarna senada. Apa warna merah selalu melambangkan Cinta? atau mungkin sebuah gairah?



Kemudian tak jauh dari ranjang yang sudah juga berserakan kelopak mawar segar, sudah tertata sebuah sajian makan malam sederhana, lengkap dengan sepotongan cake kecil yang bertuliskan Happy Anniversary




Sebuah gaun malam transparan berbahan velvet berwarna merah menyala. Wiya membuka note yang tertera disana.


"Langsung dipakai ya sayang!"


Wiya tersenyum memeluk kertas kecil itu. Tanpa membuang waktu dia segera membersihkan diri, mengganti pakaiannya. Tak lupa mempersiapkan diri untuk tampil maksimal di hadapan si pemberi gaun yang amat memukau saat dia kenakan.


Wiya keluar dari kamar mandi dengan dengan rasa percaya diri yang sangat tinggi. Dia sudah siap menanti suaminya. Alangkah terkejutnya Wiya, karena ternyata Zayn sudah berada di tempat tidur menyaksikannya.

__ADS_1


"Mas," Bibirnya mengulas senyuman menawan, menghampiri suaminya yang sudah berdiri di tepi ranjang.


"Ilma Qawiya. Ketahuilah bahwa cintamu itu nafas, dengannya aku tak bisa lepas, tanpanya aku pasti lemas," Zayn menyentuh pipi Wiya dengan jari tangannya. "Dulu, menatapmu adalah candu, dan kini jiwa ku tergantung kamu, Happy Wedding Anniversary." Zayn ******* bibir Wiya dengan sangat lembut beberapa saat dan melepasnya.


"Mas... " hanya itu yang keluar dari mulut Wiya sesaat sebelum dia melingkarkan tangan memeluk erat tubuh suaminya.


"Jangan nangis dong sayang, malam ini hanya akan ada cerita bahagia."


"Makasih,"


Wiya tak sempat berucap karena suaminya menyergap bibir dan lidahnya dengan cepat. Wiya membalas perlakuan Zayn sehingga aktivitas mereka menjadi semakin panas.


Zayn menyibak kelopak yang bertebaran di ranjang dengan kasar dan tak sabar. kemudian membaringkan tubuh istrinya disana.


Keharuman mawar merah yang segar membaur eksotis dengan aroma khas percintaan. Keringat yang bercucuran adalah kontaminasi Cinta dan keinginan untuk terus saling memliki dan dan memuaskan.


Kesemua elemen penting berbaur menjadi suatu gairah yang menghentak-hentakkan tubuh mereka menuju pencapaian yang luar biasa memabukkan.


Hingga pelepasan itu datang disaat bersamaan. Dua tubuh insa. terkulai serentak di ujung pekik dan teriak.


"Maaashhhhhh.... "


Malam itu mereka tertidur dengan lelap, tanpa beban fikiran. Yang masih jadi pertanyaan. Apa gunanya meja makan, buah, kue dan minuman itu dihidangkan??


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa tap jempolnya, like dan komentar kalian ya mentemen...

__ADS_1


__ADS_2