Utuh

Utuh
RUANG HAMPA


__ADS_3

Sampailah berita rencana pertunangan itu kepada beberapa orang di perusahaan. Karena Mitty harus mengurus izin agar bisa pulang ke Batam satu hari sebelum hari pertunangannya. Kali ini Wiya dengan inisiatifnya sendiri membawakan surat permohonan izin itu ke ruangan Zayn untuk di tanda tangani. Wiya tampak antusias sekali. Seperti membuat sebuah kesengajaan yang dianggapnya hikmah dari kejadian lupa nagih semalam.


Rifa sedikit terkejut, namun langsung mempersilahkan Wiya masuk. Tanpa membuat panggilan intercom seperti biasanya.


Zayn tertegun melihat gadis itu masuk, berdiri dan langsung duduk dengan percaya diri. Tak seperti biasanya. Rambutnya tampak berkilau karena sinar matahari dari gorden jendela. Bibir tipisnya tampak lebih merah. Dan parfum yang Wiya gunakan terendus sangat wangi. Wiya hari ini lebih segar dari embun pagi.


“Terimakasih Nona Wiya, ta-pi kamu sebenarnya bisa minta bantuan Rifa saja"


“Em, maksud saya sekalian mau bilang. Paketan herbal yang kemarin saya antarkan tagihannya belum dibayar pak.“ ucapnya menyodorkan sebuah nota berwarna merah dari saku nya.


Zayn menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan ujung jari. Pagi-pagi dia sudah di tagih hutang begini.


“Oh, ya ampun. Maaf maaf. Saya akan meminta Rifa mentransfernya sekarang“


Zayn langsung menghubungi Rifa melalui intercomnya untuk segera mentransfer sejumlah uang ke rekening Wiya. Setelah pembicaraan itu selesai Wiya belum juga beranjak dari hadapannya.

__ADS_1


“Apa Masih ada yang lain nona?“


“Ah tidak pak, terimakasih, saya permisi,“  katanya berlalu pergi dengan pipi yang merona. Dia berhasil memuluskan aksinya.


Tidak memberikan gangguan dihidupnya ternyata memberi dampak positif. Wiya bahkan terlihat lebih segar dan menggemaskan. Kebahagiaan memang faktor utama yang memberikan semangat kehidupan. Zayn semakin bertekad tidak akan lagi membuat bibir merah tadi kembali pucat.


***


Satu pekan berlalu, Ridwan dan Mitty kini telah resmi bertunangan. Mereka melakukan prosesi lamaran dengan menggunakan adat melayu. Tidak dengan pesta pertunangan yang megah, karena dalam adat melayu pertunangan masih harus disembunyikan. Sepanjang rangkaian acara bertabur pantun pantun adat dan nasihat menjelang akad. Dan langsung menentukan hari H pernikahan, jumlah uang hantaran dan jenis mahar yang diminta oleh pihak perempuan.


Tampak keluarga Wiya dengan beberapa kerabat dekat, Ilham juga turut hadir disana demikian pula Rifa yang hadir mewakili perusahaan dan menyampaikan permohonan maaf pimpinannya yang tidak dapat hadir karena Pak Haris sakit dan mereka sekeluarga sedang berada di Singapura.


Ayah Wiya berdarah jawa, sedangkan Ibunya lahir di Jakarta. Mereka menetap di Tanjungpinang karena Pak Ilyas ditempatkan di kota itu sejak lulus menjadi dosen. Ridwan dan Wiya lahir di Jakarta namun besar dan tumbuh di kota Tanjungpinang.


Mitty gadis melayu asli,  Ibu dan ayahnya orang Kepulauan Riau. Almarhumah Ibu Mitty bernama Raja Suhana yang berarti masih memiliki garis keturunan Raja Raja melayu. Hanya saja ayahnya tidak dari kalangan demikian sehingga nama Mitty tidak mendapat gelar kebesaran tersebut.

__ADS_1


Karena hal itulah, segala prosesi lamaran sampai nanti akad dan resepsi pernikahan kedua belah pihak sepakat menggunakan adat melayu yang runtut dan tertib. Tentu mereka meminta nasihat dan juga pendapat dari tetua untuk tata cara adat yang tetap sesuai syariat.


Wiya berbincang dengan Ilham dan Rifa sambil menikmati jamuan makan malam acara keluarga malam itu.  Entah kenapa Wiya tampak tidak bersemangat. Rasanya ia ingin segera pulang ke Tanjungpinang. Sejak tau Zayn ternyata tak bisa datang. Belum lagi keluarga dan kerabat yang ikut hadir malam itu menghujani pertanyaan yang sama menyebalkan.


“Wiya kapan menyusul?”


Wiya tidak tau ternyata bagi sebagian orang pernikahan adalah sebuah ajang balapan yang membuat para jomblo sebagai atletnya harus susul susulan.


***


Sejak tak hadir di acara lamaran Mitty malam itu. Zayn semakin jarang terlihat di kantor. Tugas-tugas nya dia delegasikan kepada Ilham sementara dirinya tak ada. Sedangkan tugas Ilham berhasil ditangani dengan baik oleh Wiya.


Mitty, walaupun dia masih hadir ke kantor dan tidak mengambil cuti sebelum hari H, dia hanya sibuk mengerjakan pekerjaannya dan sesekali meninjau persiapan pesta pernikahannya. Walau mereka menggunakan jasa WO yang sudah tak perlu diragukan lagi, namun tetap saja Mitty masih sibuk memeriksa seluruh detailnya.


Menurut hasil kesepakatan, akad dan resepsi akan diadakan di Kota Tanjungpinang. Mengingat rekan undangan Mitty dan Ridwan sebagian besar berada di kota itu.

__ADS_1


Wiya semakin merasa kesepian. Meski dirinya juga tengah sibuk menggantikan Ilham dalam beberapa presentasi, dia juga terlibat aktif dalam persiapan pernikahan abangnya. Namun tetap tak bisa mengisi kekosongan yang dia rasakan. Nama itu akhir-akhir ini kerap memunculkan kehampaan.


----------------------


__ADS_2