
PLISSS TAP DULU ICON JEMPOLNYA SEBELUM LANJUT BACA YA TEMAN-TEMAN.
🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀
Sepasang suami istri menikmati akhir pekan di taman belakang rumah mereka sambil menikmati teh tarik dan kue deram-deram yang tadi Wiya pesan dari layanan pesan-antar milik salah sartu pelaku UKM di Kota Tanjungpinang.
Zayn sedang membaca portal online dari tabletnya, sedangkan Wiya membuka photobook yang baru saja selesai dicetak.
Photobook yang merupakan kumpulan foto Wiya dan Zayn ketika menghabiskan waktu berbulan madu ba'da syawal bulan lalu.
Sangat berkesan karena mereka memilih perjalanan ke Baitullah sekaligus menunaikan ibadah Umrah dan dilanjutkan berkunjung ke Turki.
Beberapa potret mereka saat berdua di kota Makkah dan Madinah. Disana mereka tidak banyak mengambil gambar karena fokus melaksanakan rangkaian ibadah dan memanjatkan do'a-do'a untuk keberkahan dan kebaikan rumah tangga mereka ke depannya.
Saat bertolak ke Turki, tepatnya di kota Cappadocia dan Istanbul. Untuk pertama kalinya Wiya merasakan ke luar negeri dalam rangka berlibur karena selama ini selalu dalam perjalanan tugas atau kebutuhan penelitian.
Sebuah potret manis kebersamaan Wiya dan Zayn saat berada di cappadocia, menyaksikan hot air ballon yang mengiasi langit biru dan landscape alam bukit bebatuan putih dan abu-abu seperti dalam film kartun Flinstone si manusia gua. tidak salah kalau kota ini masuk dalam salah satu World Heritage oleh UNESCO.
"Kita bela-belain berangkat ba'da subuh ya mas demi mau liat hot air ballonnya ini" Ucap Wiya saat menunjuk potret diri mereka. "Indah mas, aku puas sih"
"Iya iya Indah banget, tapi sih sebenarnya kamu yang bikin semua hal tampak indah di mata ku"
"Mas!" Mencubit lengan suaminya.
"Eh kok di cubit sih, beneran kok. Kamu itu definisi keindahan sejati dalam hidup ku" Mengecup satu kecupan di kening sang Istri "Makasih sayang, aku bahagia bisa menikmati semua keindahan itu sama kamu"
Setelah mengunjungi beberapa tempat indah di Cappadocia, mereka bertolak ke Istanbul. Tampaklah halaman pembuka saat mereka mengambil gambar di depan bangunan yang menjadi landmark kota ini, yaitu Museum Hagia Sopia.
Kemudian di halaman selanjutnya tampak pula potret manis nan mesra saat sepasang suami istri itu menikmati pusat kota Istabull di taman yang indah penuh bunga yang terletak diantara Hagia Sopia dan Blue Mosque.
"Padahal dari luar gak keliatan ya mas kenapa masjid ini disebut Blue Mosque"
"Iya, dulu aku pertama kali masuk kesana sama temen-temen kampus ku. Takjub sih sama interiornya yang terdiri dari 20.000 keramik biru yang diambil dari kerajinan keramik nomor wahid disana"
"Kamu ngitung mas?" Seloroh Wiya dan mendapat satu cubitan mesra di hidungnya.
"Kamu mau kemana lagi setelah ini?" Tanya Zayn menatap sang istri.
"Pengen banget ke jembatan kaca yang ada di China deh mas"
Zayn tak heran, bila diberi pilihan, istrinya pasti akan memilih destinasi wisata yang menyajikan pemandangan alam dari ketinggian.
__ADS_1
"Itu di Banyumas juga ada, ga perlu ke China"
"Yeee, aku udah pernah ya mas ke Caping Park, sama si Jogja juga ada loh mas, asal mas tau"
"Hemm, dimanapun tempat yang paling tinggi yang pernah kamu kunjungi, kamu akan kembali pada hati mas yang rendah ini"
"Hahahaha. Garing tau mas" Wiya menutup album foto itu. "Yaudah ah aku simpen dulu ya photobooknya" Beranjak dari kursinya.
"Sayang, jangan lama-lama ya. Abis itu kesini lagi temanin aku"
Wiya berjalan menuju kamar utama. Dia duduk di depan meja belajar yang disebutnya sudut baca. Membuka laci di bawahnya dan menyimpan dokumentasi perjalanan itu di dalamnya.
Wiya sejenak melirik ke arah kalender meja yang duduk manis disana, dia kembali memberi tanda silang dengan spidol merah pada tanggal hari ini. Sudah ada 6 contreng, yang artinya sudah terlambat 6 hari dari periode datang bulan seharusnya.
Kemudian dia membuka laci satunya, di dalamnya terdapat berbagai macam bentuk dan jenis alat tes kehamilan dari harga 5.000 an hingga ratusan ribu dengan fungsi yang sama. Wiya mengambil salah satunya.
Eh tapi besok pagi aja deh. Biar lebih akurat.Lagian besok kan hari ke 7, lebih pas deh kayanya.
Wiya tak ingin kejadian seperti dua bulan sebelumnya, ketika Wiya juga mengalami hal yang sama. Terlambat datang bulan. Wiya yang sudah terbawa perasaan buru-buru melakukan test urine saat terlambat di hari ke-tiga dan ternyata belum tampak apapun dari hasilnya dan Wiya datang bulan setelahnya.
Di bulan berikutnya pun sama. Untuk itulah bulan ini dia sengaja tidak melakukannya tergesa-gesa. Agar tak lagi kecewa. Dan besok adalah hari ke-7 keterlambatannya, Wiya rasa besok pagi adalah waktu yang pas untuk melakukan test urine kembali.
Wiya meletakkan alat itu ke dalam laci dan kembali menemui suaminya. Zayn masih fokus membaca berita di layar segi empat itu.
"Hnn?" Menjawab tanpa mengalihkan pandangan dari layarnya.
"Kamu tau gak? Aku udah telat haidh ini, udah 7 hari loh" Menahan senyuman.
Zayn seketika meletakkan tablet ke atas meja dan menghadap sang istri.
"Oh ya? kamu udah coba test lagi? apa hasilnya?"
"Ehehehe. Belum sih, besok pagi aja biar lebih akurat ya mas. Tapi ini sejak pagi badan ku gak enak banget, lemes gitu mas. Sama perutku rasanya ga enak seperti mual eh tapi bukan mual, ah gak enak aja deh pokoknya" Mengusap-usap tengkuknya karena memang sejak tadi Wiya merasa sangat lelah padahal tidak melakukan aktivitas yang berat.
"Ha? gitu ya? Ada kepengen makan apa-apa gitu gak?" Tanya Zayn semakin serius.
"Hemm, rasa-rasanya gak ada deh"
"Masa ga ada sih, apa mau kerumah Ibu? ayo aku anterin main ke rumah Ibu."
"Apaan sih mas, belom juga apa-apa kok kamu panik gitu"
__ADS_1
"Ya...ya jadi gimana dong?"
"Kamu tu kebiasaan dari dulu ga berubah, belom apa-apa udah panik duluan. Haha. Eh kita cari es degan aja yuk Mas, seger kayanya deh"
"Es degan? emang orang hamil boleh minum es degan?"
"Ihh kan belom tau mas, belom juga di test ih"
"Ya kan hati-hati, gak ada salahnya Wiy. mending kamu tanya Ibu atau Mitty dulu deh, boleh atau enggak minum es degan"
"Nanti kalau ternyata gak hamil mereka ngetawain aku gimana?"
"Emm, gimana ya. Gausah es degan deh sayang. Yang lain aja ya, kalau emang nanti gak hamil baru deh kita beli es degannya. Aku ragu soalnya mau izinin kamu minum es"
"Hemm, Mas selalu aja deh. Iya...iya yang lain aja. Yaudah, sana buruan kamu ganti baju, aku tunggu di mobil ya?"
Akhirnya mereka menghabiskan akhir pekan dengan berjalan-jalan mengitari Kota Tanjungpinang berdua, sebelum hari Senin kembali menyapa dengan segudang kesibukan masing-masing seperti biasanya.
🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀
Bismillah,
ini adalah soft relese novel UTUH SEASON II.
Dengan beberapa pertimbangan, kelanjutan kisah Wiya-Zayn dan kawan-kawan akan aku lanjutkan di novel ini ya.
Aku ucapkan terimakasih buat yang sudah bersedia menunggu drama kaleng-kaleng ku ini. Ehehehe.
Konflik yang akan diangkat tidak jauh-jauh dari konflik rumah tangga yang lazim terjadi di dunia nyata. Klasik banget kan ya?
Terus apa menariknya Thor?
Menariknya adalah cara mereka berdua menyelesaikan naik-turunnya dinamika masalah yang ada dalam rumah tangga mereka. Karena, berapa lama pun kamu merasa telah mengenal pasanganmu dengan baik sebelum menikah, setelah memasuki gerbang rumah tangga, kalian adalah dua orang asing yang kembali berusaha mengenal satu sama lain. Ada yang ngalamin?
Seperti biasa ya gaess, Novel ini hanyalah coretan yang banyak lemahnya, dan DILARANG Berekspektasi apapun dari Roman yang SANGAT BIASA dan apa adanya ini.
Nb : Buat yang nanti nanya, itu holiday keluar negeri ga takur korona ?
Ini setting tahun 2021 ya gaess. Jadi sekaligus sambil Author berdoa, tahun 2021 nanti Dunia udah terbebas dari makhluk kecil itu.
Salam sayang dari ku
__ADS_1
eNKa