Utuh

Utuh
TERLUKA


__ADS_3

Meski cairan di kelopak mata bulatnya sudah mulai terasa penuh. Menyesak dan sebentar lagi luruh, Wiya sekuat tenaga menahan agar tak ada builr yang jatuh.


Dia mengambil ponsel dari tangan Mitty, memeriksa semua informasi yang dimuat di laman aplikasi itu dengan teliti. Tidak salah lagi, semua yang dia dapati adalah profil dirinya di sebuah aplikasi pencarian jodoh yang berbayar dan milik kalangan atas. Lengkap dengan close up foto dirinya saat dia sedang berada di Medan beberapa bulan yang lalu.


Kulit wajah yang putih bersih itu kini semakin memerah seperti kepiting rebus. Menahan rasa malu sekaligus marah. Siapa yang telah lancang melakukan semua ini? Melakukan pendaftaran pencarian jodoh atas nama dan data dirinya yang valid, kecuali nomor hp yang tertera, itu bukan nomor hp Wiya. Bahkan foto Wiya menjadi sampul iklan yang bersileweran di Instagram story yang Mitty lihat tadi


Gue cuma Jomblo bukan korban bencana, gue ga butuh uluran tangan mereka.


apa kondisi gue se menyedihkan itu ?


“Mitty, apa?“ Desak Ilham yang semakin khawatir melihat ekspresi Wiya yang benar-benar belum pernah ditampakan sebelumnya. Ingin rasanya dia mengambil hp yang ada di genggaman Wiya .  Tapi sebelum Ilham melakukannya ternyata Wiya memberikan HP itu kepada Ilham dan langsung tampak oleh Ilham apa yang membuat Wiya jadi seperti ini.


Dengan ekspresi yang lebih tenang, Ilham menyalin beberapa informasi penting yang ada disana ke ponselnya dan melakukan beberapa tindakan langsung untuk mencari tau siapa yang bertanggung jawab dibalik semua ini. Disana tertera kontak yang bisa dihubungi, tentu ini bukan perkara sulit.


“Kamu tenang aja ya Wiya, aku sudah minta orang menyelesaikan hal ini. Kita akan segera menghapus semuanya. Selesaikan masalah ini sama-sama, lagipula data kamu baru terdaftar tadi pagi. Mungkin belum banyak yang melihat informasi ini.”


Ilham mengucapkan itu sembari mentransfer seluruh energi positif yang ada dalam dirinya lewat tapapannya dari balik kacamata, agar gadis dihadapannya tidak panik dan gusar. Sejujurnya hati Ilham saat ini tak kalah panasnya. Dia harus segera tau apa motif dibalik semuanya


***


Sementara di sebuah coffeshop yang letaknya cukup jauh dari outlet omelate food. Dua orang sedang berbincang di dalam sebuah ruangan VVIP .


“Panggil calon selanjutnya, Rifa !“ Ucap seseorang dengan kacamata hitam yang duduk bersilang kaki di sebuah sofa dalam ruangan itu. Mengusap layar macbooknya bolak balik, memilih beberapa profil lelaki single dalam sebuah laman.


“Pak, ini sudah calon ke 9 sejak pagi tadi, satupun belum ada yang mendekati kritera yang Bapak ajukan. Padahal yang mendaftar sudah melalui penyaringan ketat secara otomatis ”


“Kamu bisa lihat sendiri kan, mereka semua payah. Saya tidak mau memilihkan laki-laki sembarangan. Wiya harus mendapatkan lekaki yang sepadan dengannya.”  Zayn berdecak sebal.


“Kenapa tidak mengajukan diri bapak sendiri saja? sepertinya Bapak lumayan juga “

__ADS_1


Saut Rifa yang sebenarnya sudah semakin tak mengerti keinginan bossnya. Dia tau sedikitpun tak ada niatan buruk dibalik semua ini. Buktinya Zayn sangat selektif memilih setiap pendaftar yang juga bukan dari golongan sembarangan.


Namun tentu saja hal ini tidak dapat dibenarkan. Jika saja Wiya tau pastilah dia akan sangat marah. Beruntung kalau sampai Wiya tidak mengajukan pengunduran diri.


“Kamu bicara apa Rifa? fokus lah mencarikan yang terbaik. Bantu saya!”


“Pak Zayn, ma-maaf pak. In ini bagaimana ini” Rifa tampak kebingungan sekaligus takut, saat layar yang tadinya menampilkan halaman data diri Ilma Qawiiya kini tiba-tiba beralih ke menu utama. Meminta sign in kembali. Tentu tidak akan bisa lagi.


“A..kun ini sudah lenyap dari peredaran Pak. “ Rifa  memberi informasi terbata-bata.


Zayn terperanjat dari posisi bersandar, kini ia telah duduk tegak sempurna memindai mackbooknya yang sudah tak  ada foto gadis manis itu disana. Bukan masalah mengapa akun itu tiba-tiaba tiada, masalahnya utamanya sudah pasti Wiya saat ini sudah tau keberadaan akun itu dan me report keseluruhannya.


Apa Wiya juga sudah tau siapa dibalik ini semua? Tiba-tiba saja bulu dibelakang tengkuk Zayn berdiri menerka-nerka apa yang akan terjadi selanjutya.


Semua pertemuan hari itu dicukupkan, Zayn dan Rifa kembali ke perusahaan.


***


Dia merasa Zayn selalu saja mengganggunya, mengusik ketentraman hidupnya. Tapi Wiya tak pernah peduli selagi tidak merugikan jiwa dan raga. Rugi waktu sedikit toh dia tetap menerima kompensasi di keterangan pada slip gaji.


Tapi  yang dia lakukan hari ini sungguh tak bisa dibayar dengan apapun. Fisik Wiya pun bereaksi, panas dingin dan menggigil.


Wiya harus bertemu Zayn untuk mendengarkan semuanya kalau perlu mengutuknya habis-habisan. Namun bagaimanapun Wiya perlu istirahat. Dia yakin tidak akan mampu menahan diri jika harus kembali ke kantor dan berbicara hari ini juga. Apalagi dia sangat menjaga air mata itu terbuang sia-sia hanya karena hal ini.


“Apa perlu gue temanin Wiy? “ Mitty menawarkan diri saat Wiya akan turun dari mobil.


“Gue butuh temen, tapi Lo harus balik ke kantor Mitt. Yuk lo anterin gue ke dalam, tapi plis jangan ngomong apa-apa ke Ibu. “


Dijawab anggukan oleh sahabatnya itu. Mitty dan Ilham mengantarkan Wiya sampai ruang tamu. Ternyata Ibu sedang ada undangan dan waktu itu ada Bang Ridwan yang baru akan berangkat kembali ke kantor setelah pulang makan siang.

__ADS_1


“Dek, kamu kenapa? Kenapa Wiya, ham ?” Tanya Ridwan yang panik, melihat adik kesayangannya pulang sebelum jam kerja usai dalam keadaan lemas, wajahnya pucat. Seperti demam yang sudah berhari-hari.


“Wiya sakit bang, tadi abis makan siang tiba-tiba pusing.” Ilham menjelaskan tanpa berbohong, hanya saja tak


menceritakan semuanya “Mitt, kamu antar Wiya ke dalam ya, saya tunggu disini” Kata Ilham kepada Mitty.


Mitty pun mengantarkan Wiya ke kamarnya, sedangkan Ilham duduk berbicara dengan Ridwan di ruang tamu. Mitty membantu Wiya meletakan tas nya dan menemani Wiya sebentar.


“Lo isitirahat ya, gue takut liat lo begini “


“Hmm, nanti gue telpon lo ya Mitt “


“Iya, sekarang istirahat pokoknya. Udah gausah difikirkan. Semua udah berlalu. Waktu gabisa diputar”


“Ga bisa diputar, dijliat apalagi di celupin kan Mitt “


“Nah, itu Afika pinter“ Mitty terkekeh menyebutkan bintang iklan oreo yang sekarang mungkin sudah seumuran dengan dirinya.


Yang terpenting baginya saat ini melihat Wiya kembali tersenyum biasa, senyuman yang selalu dia berikan dalam kondisi apapun yang sedang menerpa. Senyuman yang selalu menjadi jaminan kekuatan bagi orang-orang yang terluka dan selalu menemukan penawarnya ketika curhat kepada Wiya. Sahabatnya si pemilik senyuman penyambung asa, kini sedang tergores hatinya.


-------------------------------------------


SERIUS NANYA


JIKA KALIAN DI POSISI WIYA ? SEPARAH ITU GAK SIH MARAHNYA ?


WKWKWKWK


ITU GAMBAR JEPOL JAN LUPA DI MERAHIN YAK

__ADS_1


THANKYOU EVERYONE


__ADS_2