(Bukan) Perampas Mahkotaku

(Bukan) Perampas Mahkotaku
103


__ADS_3

Hari berganti hari. Semua berjalan dengan semestinya. Setelah konferensi pers yang Louis lakukan beberapa hari lalu, pria itu kini seolah merasa lebih leluasa menjalani hari harinya. Pikirannya lebih tenang. Pundaknya lebih ringan. Semua beban yang sejak lama menggelayuti dirinya kini seolah terasa lepas darinya. Laki laki itu merasa lebih bisa menikmati hidup sekarang.


Hari hari Louis lalui dengan lebih baik. Dua minggu pasca konferensi, kondisi sang Kakek sudah lebih baik. Laki laki tua itu sudah bisa diajak berbicara sekarang. Beliau juga sudah dipindahkan ke ruang rawat inap setelah sebelumnya sempat dirawat intensif di ruang ICU rumah sakit besar itu.


Setiap hari, Louis selalu datang ke rumah sakit untuk melihat kondisi sang kakek. Tak jarang, pria itu juga menginap di sana. Louis memanglah orang yang paling dekat dengan Tuan James dibandingkan Steve dan Martha.


Dua minggu berlalu, Betrand sepertinya juga sudah lebih baik sekarang. Meskipun hingga kini seolah tak pernah ada satu katapun yang terucap dari mulut pria itu, namun setidaknya, sekarang Betrand sudah mau keluar kamar. Ia masih berada di apartemen Louis hingga saat ini. Nyonya Martha dan Tuan Steve juga bergantian mengunjungi putra semata wayangnya itu. Mereka sering menginap di apartemen itu jika Louis tengah bermalam di rumah sakit menjaga kakek dan adiknya. Mereka sempat mengajak Betrand untuk pulang kerumah, namun laki laki itu menolak tanpa suara. Ia lebih memilih masuk ke dalam kamar, mengunci pintu, dan tak mau menemui orang tuanya. Betrand yang dulu seolah hilang. Berganti Betrand yang amat sangat pendiam bak seonggok patung berjalan.


Dua minggu berselang, dua korban kecelakaan yang merupakan pasangan selingkuh itu sepertinya belum diizinkan menikmati hidupnya oleh Tuhan. Dari tim dokter yang menangani keduanya, si wanita yang tak lain dan tak bukan adalah Rhea dinyatakan mengalami keguguran. Hingga kini, wanita itu juga masih dalam kondisi koma akibat luka yang ia alami pasca kecelakaan tragis itu. Memang, luka Rhea jauh lebih parah dibandingkan Luke, sang pengemudi.


Sedangkan Luke, laki laki itu masih dalam kondisi tak sadarkan diri. Namun dari tim dokter sudah melakukan tindakan. Salah satu kaki Luke yang remuk terpaksa harus diamputasi. Membuat pria itu kini hanya memilik satu kaki untuk berjalan. Laki laki itu belum sadar hingga kini. Entah bagaimana reaksinya nanti jika ia tahu bahwa ia sudah kehilangan satu kakinya.


.......


Siang ini di sebuah rumah sederhana.



"Hai, vroooohhh!! Lagi ngapain lu?!" ucap Elang yang tiba tiba masuk ke dalam kamar Anisa itu dengan suara lantang. Membuat wanita cantik yang kini nampak tidur miring sambil bermain dengan sang putra itu pun sedikit terjingkat dibuatnya.


"Kakak!! Pelan pelan dong ngomongnya! Kaget Gerhananya!" tegur Anisa.


Elang tersenyum. "Cowok kok kagetan!" ucapnya sambil naik ke atas kasur yang tak terlalu luas itu.

__ADS_1


"Geser!" ucapnya sambil menarik kaki adiknya, seolah meminta ibu satu anak itu untuk menyingkir.


"Issshhh!!" ucap Anisa sambil bangkit dari posisinya. Laki laki itu kemudian mengambil alih posisi Anisa, merebahkan tubuhnya di samping Gerhana dalam posisi miring. Dilihatnya disana, bayi tampan itu nampak asyik memperlihatkan gerakan kaki dan tangannya yang mungil. Kepalanya bergerak gerak. Begitu pula mulutnya yang nampak asyik memainkan cairan bening disana.


"Brooh! Keluar! Cowok kok ngamar mulu! Nongkrong, yuk! Ngopi! Gue ajarin main remi!" ucap Elang sambil menepuk nepuk paha keponakannya. Anisa yang asyik dengan ponselnya pun terkekeh.


"Ngajarin nggak bener!" ucapnya.


"Mau nggak lo? Gue punya stok bir banyak itu! Yuk!" tambah Elang.


"Astaghfirullah, Kakak!!!" rengek Anisa sambil menggerakkan tangannya mencubit pinggang laki laki berkaos hitam itu. Elang tergelak. Ia kemudian memeluk sang keponakannya dengan gemas sambil menciumi pipi Gerhana yang terlihat makin gembul itu.


"Bapak lu kemane? Tumben jam segini belum nongol? Biasanya jam segini udah lima kali bolak balik jengukin lu ama emak lu!" ucap Elang.


Wanita itu kemudian menoleh ke arah Elang.


"Kak,” ucap Anisa.


"Hmm..." jawab Elang sambil menggerakkan tangannya mengajak bermain tangan mungil Gerhana.


"Aku diajak nemuin Kakeknya Louis besok," ucap Anisa.


Elang diam sejenak. "Terus?" tanya pria itu kemudian

__ADS_1


"Menurut kakak, gimana?" tanya Anisa lagi.


"Gimana apanya?" tanya Elang.


"Kira kira kakeknya Louis ngerestuin aku nggak, ya. Soalnya Louis mau jujur kak, sama kakeknya. Dia mau ngenalin aku, dan ngomong semua tentang masa lalu aku. Termasuk Gerhana yang merupakan anak kandung laki laki itu," ucap Anisa.


"Aku takut, kalau kakeknya nggak setuju, kak. Atau yang lebih parah, aku takut kalau kakeknya kaget dan malah berdampak buruk ke kesehatan beliau. Menurut kakak gimana?" tanya Anisa.


Elang tersenyum simpul. Ia masih sibuk dengan baby Gerhana yang makin lincah dan aktif.


"Ya udah, ikutin aja apa kata Louis," ucap Elang. "Dia pasti pasti udah memikirkan itu dengan matang. Lebih baik kalau Louis memperkenalkan lu ke kakeknya sekarang. Kakeknya bisa kenal lu dari Louis langsung. Daripada kayak kemarin, soal si tolol Betrand yang gagal nikah itu. Louis menunda ngasih tahu kakeknya tentang pernikahan itu, dan ujung ujungnya, kakeknya tahu dari orang lain. Dan akhirnya apa? Kaget, kan? Masuk rumah sakit!" ucap Elang.


"Kakeknya Louis itu udah tua. Udah sakit sakitan. Yang namanya orang, kalau mau ngomong ama orang yang udah tua kayak gitu, mesti hati hati. Pake tempo. Pelan pelan dan jelas. Jangan asal jeplak aja! Louis itu cucu kesayangannya si kakek. Udah pasti dia tahu bagaimana cara ngomong yang baik dan benar ke kakeknya. Mending kalian jujur dari sekarang daripada nanti si kakek tahu dari Om sama Tantenya Louis itu." ucap Elang. "Gue nggak percaya ama mereka! Mulutnya nggak ramah lingkungan kayaknya!"


Anisa terkekeh.


"Beneran! Gue saranin, deh. Nanti, kalau kalian udah nikah, pada tinggal di apartemen aja. Jangan mau tinggal serumah ama tuh Om dan Tantenya Louis. Bisa bisa digasak lu ama mereka. Dan lu kan modelannya di apa apain diem doang kagak ngelawan! Dapet gue udah gue bacok tuh orang orang!" ucap Elang.


Anisa terkekeh. "Iya, iya! Sabar, Kakak!" ucapnya kemudian.


Sepasang kakak beradik itu kemudian kembali berbincang santai ditemani baby Gerhana yang sedang lucu lucunya.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2