
Louis & Anisa
Hari berganti hari, semua berjalan seperti biasanya. Hari pernikahan Betrand dan Rhea sudah semakin dekat. Besok, resepsi sekaligus akad nikah akan digelar di kediaman Rhea. Selama beberapa hari terakhir, Anisa dan Louis juga sangat jarang bertemu. Louis lebih banyak di rumah utama, lantaran berbagai persiapan juga harus dilakukan oleh keluarga besar itu menjelang hari bahagia salah satu anggota keluarga mereka. Sepasang kekasih yang sebentar lagi juga akan melangsungkan pernikahan itu kini lebih banyak berkomunikasi melalui sambungan telepon dan vidio guna menyalurkan rindu diantara mereka.
Ya, untuk sementara mereka memang harus LDR an terlebih dahulu.
Lain hal nya dengan yang dialami Louis dan Anisa. Dimana keduanya masih tetap saling menjaga cinta dan hubungan baik meskipun jarak membentang diantara mereka, Betrand yang sebentar lagi akan menikah justru merasakan hal yang berbeda.
Beberapa hari terakhir ini ada beberapa nomor baru yang menerornya melalui pesan WhatsApp. Nomor nomor itu menghubunginya silih berganti. Satu hari kadang bisa lebih dari empat nomor berbeda yang masuk dalam ponselnya. Masing masing nomor hanya mengirimkan beberapa pesan. Namun ketika Betrand mencoba menghubungi nomor itu, nomor nomor tersebut sudah tidak aktif.
Nomor nomor itu semua mengirimkan pesan ancaman, atau lebih tepatnya memberikan peringatan, agar ia membatalkan rencana pernikahannya dengan Rhea. Semua nomor itu mengatakan, bahwa Rhea bukanlah wanita baik baik. Ia berselingkuh dengan seorang pria yang tidak disebutkan namanya diam diam di belakang Betrand.
__ADS_1
Tentu, awalnya Betrand tak percaya. Namun lambat laun laki laki itu mulai berfikir. Ia pernah menemukan beberapa kejanggalan dalam diri kekasihnya itu. Mulai dari Rhea bicara diam diam dengan seseorang yang katanya bernama Margareth, hingga tanda ****** di tengkuk yang tertutup rambut panjangnya. Godaan setan menjelang hari pernikahan kini seolah menghantuinya. Hatinya bimbang. Ia merasa kurang nyaman.
Betrand yang kini berada di dalam kamarnya itu nampak menyandarkan tubuh tegapnya di sandaran ranjang. Ia baru saja berbalas pesan dengan sang wanita. Ia menanyakan posisi Rhea saat ini. Wanita itu mengatakan, bahwa ia kini sedang berada di kamar bersama ibunya. Wanita itu juga mengatakan bahwa ia sudah tak sabar untuk menunggu pagi dan segera menikah dengan pria pujaan hatinya.
Namun, di sisi lain, Betrand yang mulai tak tenang itu rupanya juga menghubungi ibunda Rhea. Ia menanyakan keberadaan Rhea. Dan apa yang ibunya katakan?
Ia mengatakan bahwa Rhea sedang keluar. Katanya ingin makan malam dengan Betrand malam ini. Rhea ngotot minta pergi meskipun orang tuanya melarangnya, mengingat besok adalah hari bahagia wanita itu. Sang ibu tak mau terjadi hal hal yang tidak diinginkan pada calon pengantin itu.
Hal itupun membuat kecurigaan Betrand kini makin bertambah. Laki laki itu nampak kalut. Pernikahan mereka tinggal besok pagi, sedangkan sang calon istri kini bertingkah begitu mencurigakan. Membuatnya seolah tak bisa tidur dengan nyenyak malam ini.
Betrand kembali menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang. Ia menyesap benda bernikotin itu lalu membuangnya. Begitu terus, ia lakukan hingga beberapa kali. Lalu tiba tiba...
Ting...
Sebuah pesan masuk. Lagi lagi, dari sebuah nomor baru yang tak dikenal. Pria itu menghela nafas panjang. Ia pun dengan segera membuka pesan itu.
__ADS_1
Deeghh....
Sebuah foto dua mobil berjajar di pinggir jalan sepi, dibawah kolong jembatan yang cukup gelap terlihat disana.
Betrand membuka matanya lebar lebar. Itu adalah mobil Rhea dan salah satu mobil milik keluarga Davis.
"Jalan X, bawah jembatan. Cewek lo lagi di pakai sama selingkuhannya sebelum besok lu nikahin. Kalau lo mau tau siapa orangnya, datang sekarang!" bunyi pesan di bawah foto itu.
Betrand menggelengkan kepalanya. Dadanya bergemuruh. Drama macam apa ini sebenarnya?!
Laki laki itu tak berfikir panjang. Dengan cepat ia menyambar kontak mobil serta jaketnya. Ia berjalan dengan langkah kaki cepat dan lebar menapaki anak tangga rumah itu. Betrand menghentikan langkah kakinya sejenak di ujung tangga kala berpapasan dengan laki laki tampan yang kini sibuk dengan ponselnya. Ya, itu Louis. Terlihat dari lengannya yang polos.
Kedua pasang mata itu saling bertemu. Louis tersenyum. Betrand membalasnya dengan senyuman samar. Laki laki itu kemudian kembali mengayunkan kakinya. Ia buru buru pergi dari tempat itu menuju lokasi tempat dimana Rhea kini tengah berada.
...----------------...
__ADS_1