
Malam menjelang di ruang televisi apartemen mewah kediaman Louis. Laki laki itu nampak diam dengan sebuah ponsel yang ia putar-putar di tangannya. Pikiran yang melayang-layang. Raganya berada di tempat ini, namun otaknya sibuk memikirkan hal-hal yang sejak tadi mengganggu pikirannya.
Ya, laki-laki itu tengah memikirkan adiknya yang siang tadi sempat mengajaknya bicara kala dirinya tengah berada di rumah utama keluarga Davis. Laki-laki yang kini hanya memiliki satu kaki itu kembali mengungkapkan keinginannya untuk sembuh. Bukan hanya itu, Luke juga meminta untuk dibawa pergi dari rumah utama keluarga besar itu. Sesuatu yang berhasil membuat Louis sedikit terkejut mendengarnya.
Tutur kata Luke terdengar lebih tenang kala ia berucap siang tadi. Tak seperti biasanya, yang terdengar angkuh dan penuh kesombongan. Ia mengungkapkan bahwa dia tidak mau tinggal di rumah besar keluarga Davis lagi. Ia tahu, suatu saat nanti Betrand pasti akan pulang kembali ke rumah itu setelah selesai menenangkan dirinya. Ia tidak mau satu rumah dengan sepupunya tersebut. Entah mengapa, namun sepertinya ini masih menyangkut perihal kejadian besar yang baru saja terjadi diantara kedua laki-laki tersebut. Luke mungkin ingin pergi menjauh dari keluarganya. Itulah sebabnya ia minta dicarikan tempat yang layak untuknya setelah berobat ke luar negeri. Ia mengatakan pada Luke bahwa ia ingin memulai kehidupan yang baru. Ia hanya minta kesembuhan serta tempat tinggal. Ia berjanji tidak akan mengganggu siapapun lagi. Ia tidak akan mengganggu Betrand, Louis, Anisa, ataupun Gerhana. Ia juga tidak akan menemui Gerhana jika memang Anisa tidak mengizinkannya. Namun, andai berkenan, ia hanya meminta dikirimkan foto ataupun video keseharian bocah tampan itu. Setidaknya ia tahu tumbuh kembang bayi itu. Ia yakin, Louis bisa menjadi ayah yang baik untuk Gerhana. Ia berjanji tidak akan mendekati bayinya itu jika memang Anisa tidak menginginkannya. Luke tidak akan memaksa.
Semua yang Luke ucapkan itu sontak membuat batin Louis tersentuh. Mungkinkah saudara kembarnya itu sudah menemukan jalan pertaubatannya? Mungkinkah ia sudah menyadari teguran Tuhan melalui kakinya? Luke memang lebih banyak diam sekarang. Terlebih setelah Rhea meninggal dan ia pulang dari rumah sakit. Laki laki itu seolah berubah menjadi Luke yang berbeda.
Kini Louis sudah mendapatkan rekomendasi rumah sakit terbaik di luar negeri. Kini ia tinggal mengatur jadwal, agar bisa segera membawa Luke berobat kesana lalu menuruti keinginan Luke untuk menempati hunian baru seorang diri. Tentu saja, ia tak langsung melepaskan kembarannya itu begitu saja. Ia masih akan tetap mengawasi gerak gerik Luke dengan mengerahkan orang untuk mengintai setiap pergerakan ayah kandung Gerhana itu.
Louis juga belum berniat untuk mempertemukan Luke dengan Gerhana saat ini. Biarkan saja Luke memperbaiki dirinya dulu. Jika suatu saat laki-laki itu sudah bisa membuktikan bahwa ia bisa berubah menjadi sosok yang lebih baik, baru ia akan mengizinkan Gerhana untuk bertemu dengan ayah kandungnya. Anggap saja itu sebagai langkah antisipasi. Louis tak mau mengambil resiko. Toh hubungan darah selamanya tidak akan berubah. Louis hanya ingin memastikan semuanya aman baik untuk dirinya, Gerhana, Anisa, ataupun Luke.
Louis masih asyik memainkan ponselnya di ruang televisi itu.
Ceklek...
Pintu kamar terbuka. Seorang wanita cantik yang nampak mengenakan daster selutut tanpa lengan itu keluar dari kamar tersebut. Wanita itu kemudian berjalan mendekati sang suami, lalu duduk di sampingnya.
"Gerhana udah tidur?" tanya Louis.
Anisa mengangguk.
"Kamu ngapain disini sendirian dari tadi?" tanya Anisa.
Louis tersenyum. Tangannya tergerak meraih tubuh sang istri, membimbingnya agar lebih mendekat padanya lalu memeluknya. Tangan kekar itu tergerak membelai lembut kepala Anisa sembari memberikan kecupan kecupan lembut di sana.
"Enggak. Nungguin Gerhana bobok aja. Biar kita bisa berduaan disini," jawabnya.
__ADS_1
Anisa tersenyum. Ia meringsut, makin mendekatkan tubuhnya pada sang suami.
"Aku pikir kamu masih marah sama aku," ucap wanita itu.
Louis menoleh. "Kapan aku marah sama kamu?" tanyanya.
"Ya, tadi. Karena aku nggak ngizinin Gerhana ketemu sama dia," ucap Anisa yang seolah tak mau menyebut nama Luke.
Louis tersenyum. Ia mengeratkan pelukannya pada sang istri. "Aku ngerti gimana perasaan kamu. Aku paham, Sayang."
Anisa diam.
"Tadi Luke ngajak aku ngobrol sebentar. Dia mau pergi dari rumah. Dia minta berobat lagi ke luar negeri. Dan minta dicarikan tempat tinggal. Dia nggak mau tinggal di rumah utama," ucap Louis.
Anisa menoleh. "Kenapa?"
Louis diam sejenak.
Laki-laki itu menatap lurus ke depan.
"Aku rasa Luke sepertinya mulai terbuka hatinya. Kecelakaan itu sepertinya berhasil membuat dia sedikit sadar akan semua kesalahannya," ucap Louis.
Anisa diam.
"Aku akan membawa dia ke luar negeri. Dia juga bilang, dia nggak akan memaksa untuk bertemu Gerhana. Dia hanya minta foto dan vidio Gerhana nantinya agar dia bisa ikut melihat tumbuh kembang anaknya."
Louis membelai rambut Anisa. "Nis, mungkin dia juga ingin memberi waktu sama kamu untuk menenangkan diri. Nanti, kalau dia bisa membuktikan bahwa dia bisa berubah, boleh ya, Gerhana ketemu Papa kandungnya," ucap Louis lembut.
__ADS_1
Anisa menunduk. Ia diam tak menjawab ucapan suaminya.
"Nggak baik memutus hubungan darah. Apalagi ayah dan anak," ucap Louis. "Sebisa kamu aja. Se siapnya kamu aja. Ya..."
Anisa menoleh ke arah suaminya. Matanya nampak mengembun. "Tapi nggak sekarang. Jangan," ucap wanita itu dengan air mata yang kembali menetes setitik di pipinya.
Louis tersenyum. "Iya, Sayang," jawabnya.
Laki laki itu kemudian memeluk erat tubuh sang istri. Lalu memberikan kecupan kecupan lembut di sana sebagai tanda betapa ia sangat mencintai wanita itu.
...----------------...
Selamat sore
up 15:17
Mungkin besok episode terakhir nya. Jadi jangan lupa kasih dukungan dulu.
Dan yang belum mampir, yuk ramaikan rumah Mas Dewa. Sepertinya fansnya mulai bermunculan 🤭😁😝👇
🤴My Disable Husband 🤴
Pergaulan yang mengkhawatirkan membuatnya terpaksa dijodohkan dengan seorang pria dewasa yang tak begitu ia kenal.
Diusianya yang masih belia, Zee dipaksa menikah dengan seorang pria dewasa dengan sebuah kekurangan fisik akibat kecelakaan di masa lalunya. Dewangga Bima Caturangga.
Gaya hidup yang berbeda, usia yang terpaut jauh, serta tidak adanya cinta diantara keduanya, menjadikan drama yang seolah tidak ada habisnya mewarnai biduk rumah tangga keduanya.
__ADS_1
Apa yang akan terjadi pada mereka?