
Beberapa jam kemudian. Bayi mungil itu terlihat begitu nyenyak dalam gendongan wanita paruh baya yang merupakan neneknya itu. Setelah dimandikan, di adzani dan dibersihkan sedemikian rupa, kini bayi mungil itu sudah diperbolehkan untuk di gendong oleh pihak keluarga. Anisa juga sudah dipindahkan ke ruang rawat inap biasanya. Tenaganya berangsur angsur mulai pulih. Kini wanita itu nampak lahap menikmati suapan demi suapan makanan yang diberikan oleh pria tampan kekasihnya itu.
Jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Louis tak jadi pergi ke kantor hari ini. Ia memutuskan untuk menjaga Anisa dan sang buah hati di rumah sakit. Sepertinya wanita itu jauh lebih penting dari apapun sekarang. Ia bahkan sampai lupa, jika masih ada sang kakek yang harus ia kunjungi.
"Nis," ucap Bik Susi.
"Iya, Budhe?" tanya Anisa.
"Nenek sama ibumu sudah dikabari?" tanya Bik Susi.
Anisa diam. Ia menoleh ke arah Louis dengan sorot mata yang terlihat sedih. Laki laki itu kemudian tersenyum.
"Udah, Bik. Saya tadi udah telfon temennya Nisa. Sore ini dia berangkat, mungkin besok pagi sampai. Nanti biar saya suruh orang buat jemput mereka," ucap Louis.
"Berdua aja? Ibumu, Nis?" tanya Bik Susi.
Anisa menunduk, lalu menggelengkan kepalanya samar.
"Beliau nggak mau, Bik," ucap Louis.
Bik Susi menghela nafas panjang. Elang yang sejak tadi asyik rebahan di sofa panjang disana sambil memainkan hp nya pun melirik sekilas ke arah Louis tanpa bicara sepatah katapun.
"Yang sabar, Nak. Nggak apa apa. Yang penting ada nenek sama teman kamu yang mau datang kemari menjenguk kamu dan Gerhana," ucap Bik Susi.
Anisa mencoba tersenyum, lalu mengangguk. Louis kembali menyuapi sang kekasih yang kini nampak makan dengan lahapnya. Sepasang kekasih yang sebentar lagi akan menikah itu tersenyum mendengar Bik Susi yang kini menimang nimang Gerhana yang terlelap di sana. Sedangkan Elang, entahlah, ia asyik dengan ponselnya.
Anisa menyudahi makannya. Louis kemudian meraih satu gelas berisi air putih di atas nakas itu lalu menyerahkannya pada Anisa. Wanita itupun menenggak air itu hingga tersisa setengahnya.
Louis meletakkan piring di tangannya di atas nakas. Tiba tiba...
Drrtt... Drrtt....
Ponsel di saku jasnya bergetar. Louis pun merogoh sakunya itu, kemudian mengeluarkan ponsel miliknya yang berada disana. Sebuah panggilan masuk dari Tuan Steve.
Louis pun dengan segera mengusap tombol hijau di sana, lalu menempelkan benda pipih tersebut ke telinganya.
"Halo, Om, Assalamualaikum," ucap Louis.
"Louis, gimana kondisi Betrand?" tanya Steve memburu. "Kamu nggak masuk kantor? Ada apa? Apa terjadi sesuatu sama dia? Apa dia frustasi mendengar kabar itu?" lanjut Tuan Steve tanpa jeda.
Louis diam sejenak. Ia nampak memiringkan kepalanya dengan mata menyipit.
"Maksudnya, Om? Bentar, Betrand baik baik aja kayaknya di apartemen. Ini aku lagi di rumah sakit, em..Anisa melahirkan," ucap Louis.
"Trus Betrand gimana?!" tanya Tuan Steve lagi seolah belum puas dengan jawaban Louis.
"Betrand? Betrand ya....baik baik aja. Dia di apartemen sekarang. Emang kenapa sih, Om?" tanya Louis.
__ADS_1
"Kamu belum dengar berita yang lagi panas panasnya dari pagi?" tanya Steve.
"Berita apa?" tanya Louis.
"Nyalain TV kamu sekarang!!" titah Steve kemudian.
Louis nampak bingung. Laki laki itu bangkit. Ia mencari remote tv yang berada di kamar rawat inap bertaraf VVIP itu lalu menyalakan benda persegi panjang yang tertempel di dinding itu.
Dan....
.
.
.
.
Deeghh....
Louis mematung, masih dalam posisi terhubung sambungan telepon dengan sang paman. Laki-laki itu diam tak bergerak menatap ke arah layar televisi yang kini nampak menampilkan sebuah berita, membahas tentang beredarnya foto-foto vulgar, tanpa busana, milik seorang desainer kenamaan di negeri itu, Rhea Zavida. Ya, seorang desainer kelas atas yang harusnya kemarin resmi menikah dengan seorang pria tampan cucu ketiga dari keluarga Davis, namun entah mengapa tiba-tiba batal digelar dengan alasan yang tak jelas.
Louis mematung tanpa suara. Ada apa lagi ini? Setelah kemarin video tak pantas antara Luke dan Rhea tersebar di kalangan keluarga, kini foto-foto tak senonoh milik wanita itu justru beredar luas di jagat maya dan menjadi konsumsi khalayak ramai.
Anisa terkejut, begitu juga Bik Susi.
"Astaghfirullah haladzim, Louis, itu...." ucap Anisa menggantung. Louis hanya mengangguk tanpa bersuara.
"Louis..." ucap Steve yang masih terhubung lewat sambungan telepon.
"Iya, Om," ucap Louis.
"Bagaimana sekarang?" tanya Steve.
Louis diam. Ia masih syok. Ia juga bingung harus menjawab apa.
"Kamu bisa pulang dulu ke apartemen? Om khawatir sama Betrand. Sekarang Om sedang mencoba mencari Luke ke hotel yang mungkin menjadi tempat tinggal adikmu itu. Om butuh penjelasan dari dia!" ucap Steve.
"Maksud Om?" tanya Louis.
"Orang pertama yang memposting video itu adalah Luke, melalui cuitan di tweeternya...!"
Degghh....
Louis memejamkan matanya. "Astaghfirullah haladzim....." ucap laki laki itu sembari mengusap wajahnya. Laki laki itu terlihat frustasi. Tanpa ia sadari, ada sesosok manusia di ruangan itu yang nampak mengangkat satu sudut bibirnya tanpa menoleh ataupun bersuara. Ia pura pura tuli dengan headset menutupi lubang telinga nya, namun sebenarnya tak ada suaranya.
Ya, siapa lagi jika bukan Elang. Laki laki itu memerankan perannya dengan sangat baik. Laki laki itu nampak menggerakkan jari jari tangannya, mengirimkan pesan pada salah satu rekannya.
__ADS_1
"Aya aman?" tulisnya.
"Aman, Bang! Dia udah izin libur dari kemarin dengan alasan pulang kampung!" jawab Didit, kawan Elang.
"Bagus! Awasin tempat kost nya. Jangan lupa koordinasi sama Dito. Kalau ada pergerakan, langsung kabarin gue. Gue nggak sabar pengen bikin bonyok setan itu!" tulis Elang.
"Siap, Bang!" jawab Didit.
Ya, semua ini tak lain dan tak bukan adalah salah satu dari serentetan skenario yang sudah Elang susun dengan sangat matang.
Ingat kan, saat Elang dan Didit, rekannya, bertemu dengan seorang wanita yang merupakan pelayan di keluarga Davis?
Ya, Elang melakukan kerja sama dengan pelayan itu. Elang ingat, di video pertikaian antara Luke dan Rhea yang ia rekam, Luke sempat mengancam akan menyebarkan foto-foto dan video asusila milik Rhea yang berada di tangannya.
Dari ucapan Luke itu, otak Elang bekerja dengan cepat. Yang namanya perselingkuhan, terlebih lagi dilakukan oleh seorang bajing*n seperti Luke, sudah pasti, akan ada bukti bukti entah itu foto atau video yang tersimpan. Bisa jadi itu akan dijadikan sebagai senjata untuk mengancam sang partner selingkuh jika suatu saat orang itu menjauh darinya.
Dari situ Elang kemudian memutar otak, biasanya bukti foto atau video pastilah akan disimpan di ponsel atau di laptop. Jika di ponsel seseorang (dimana disini adalah Luke) akan sulit untuk Elang melacaknya, lantaran yang namanya ponsel pasti akan selalu dibawa kemana-mana oleh pemiliknya. Laki-laki itu kemudian mencari cara untuk bisa mendapatkan laptop milik Luke. Ia yakin, ia pasti bisa menemukan bukti perselingkuhan di benda canggih itu.
Hingga pada suatu ketika, singkat cerita, diketahui lah bahwa rupanya Didit, salah satu rekannya, memiliki seorang mantan teman sekolah yang bekerja di keluarga Davis. Elang pun tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ia dibantu Didit membujuk teman Didit yang diketahui bernama Aya itu untuk membantunya. Cukup meminjam laptop yang mungkin berada di kamar Luke kemudian membawanya pada Elang. Ia berjanji hanya akan meminjam barang satu dua jam saja kemudian akan mengembalikannya.
Singkatnya, dengan berbagai bujukan dan rayuan, akhirnya Aya pun bersedia membantu Elang dan Didit. Ia mengambil laptop milik Luke yang berada di kamar pribadi pria itu dan menyerahkannya pada Elang. Lagi-lagi, Tuhan sepertinya memberikan jalan bagi niatan baik yang sedikit busuk itu. Laptop bisa dibuka dengan sangat mudah. Begitu juga dengan akun media sosial yang tidak terkunci. Semua sosial media milik Luke pun di obrak abrik oleh Elang.
Elang kemudian mulai memposting beberapa foto tak berbusana milik Rhea melalui akun Twitter Luke. Ya, beberapa foto yang menampakkan kondisi Rhea pasca bertempur di atas ranjang kini tersebar di jagat maya karena ulah Elang.
Kondisi Rhea dalam foto-foto itu terlihat sangat menjijikkan. Tanpa busana, terlihat kacau dengan beberapa lendir di tubuhnya. Ditambah lagi dengan pose yang menantang sambil tersenyum seolah tak memiliki dosa.
Dalam foto-foto itu, tak ada satupun yang menampilkan sosok Luke. Hanya ada Rhea yang terlihat disana.
Jika sudah begitu, maka otomatis semua akan menghujat Rhea. Cap sebagai wanita nakal ditambah lagi heboh berita gagalnya pernikahan sudah pasti akan menjadi pemberitaan dimana mana.
Sementara itu, dalam foto itu tidak ada wajah luke yang memiliki kemiripan hampir sembilan puluh lima persen dengan Louis. Otomatis, dengan demikian, nama Louis tidak akan terseret dalam kasus ini. Justru, sudah pasti perang akan terjadi antara Rhea dan Luke. Disini, Luke tidak tahu apa apa. Ia tidak menyebarkan apapun. Namun foto yang kini beredar di media itu berawal dari postingan di twitter-nya. Dengan demikian, maka Louis akan selamat dari segala tuduhan dan kesalahpahaman. Sedangkan Rhea dan Luke, mereka akan sibuk bertengkar, menyalakan satu sama lain atas kebusukan yang sama-sama mereka lakukan.
Ya, otak cemerlang Elang bekerja dengan sangat baik. Ingatkan, dulu Louis pernah dituduh sebagai dalang atas terjerumusnya luke ke dalam penjara hingga membuat Louis hengkang dari rumah besar keluarga Davis. Louis dipandang sebelah mata. Ia ditekan, disudutkan, diminta untuk menjauhi wanita yang dianggap tak pantas masuk ke dalam keluarga besar konglomerat itu.
Elang kini seolah ingin membalas dendam. Ia ingin menuntut balas pada Rhea dan Luke yang busuk. Ia mengadu domba kedua manusia berhati iblis itu dengan caranya sendiri. Dengan apa yang Elang lakukan kini, baik Rhea ataupun Louis akan menumbangkan satu sama lain tanpa menyentuh Louis maupun Anisa.
Ya, sekali-kali politik adu domba memang perlu diterapkan untuk dua manusia licik seperti Luke dan Rhea. Para manusia yang pandai memutar balikan fakta. Menghina dan merendahkan orang-orang yang memiliki kasta di bawah mereka.
Elang tak pernah main main dengan permainannya. Ini belum selesai. Masih ada beberapa lagi balasan yang sudah ia siapkan untuk dua sampah itu.
...----------------...
__ADS_1