(Bukan) Perampas Mahkotaku

(Bukan) Perampas Mahkotaku
023


__ADS_3

Tepat pukul dua belas malam.


"Ssshhh..." Laki laki itu nampak tidur meringkuk di atas kursi kayu teras rumah kost putri tersebut. Sudah hampir dua jam ia berada di teras itu. Hujan bukannya mereda justru semakin lebat saja mengguyur bumi. Hawa dingin menyeruak. Menusuk tulang tulang Louis yang nampak kedinginan di atas kursi kayu rumah kost itu.


Louis menggosok gosokkan telapak tangannya lalu meniupnya guna menghangatkan tubuhnya. Tolonglah, ini benar benar sangat dingin. Untung ia pakai jaket. Setidaknya itu bisa membantunya agar tak membeku karena hawa dingin malam ini.


Louis kembali membuka ponselnya.


"Setan emang nih orang! Kemana sih lu?!" ucap Louis seorang diri kala melihat room chatnya dengan Betrand. Asisten pribadinya itu sama sekali tak menggubris pesan darinya yang ia kirimkan sejak tadi.


Ya, memang begitulah sepasang kekasih jika sedang melepas rindu. Sampai lupa waktu dan lupa segalanya🥱.


Louis kembali meletakkan ponselnya di atas meja sembari berdecak kesal. Ia kemudian kembali mendesis kedinginan. Hingga...


Ceklek...


Pintu kamar kost Anisa terbuka. Louis yang kedinginan nampak menoleh ke arah sumber suara. Dilihatnya disana wanita cantik itu nampak berdiri di depan pintu dengan sebuah jaket bermotif boneka yang lucu membungkus tubuh rampingnya.



Louis terkekeh. Wanita itu terlihat sangat lucu dengan jaket aneh itu. Ia kemudian mengubah posisinya menjadi duduk di sana sembari menatap ke arah Anisa yang nampak mendekatinya.


"Kamu ngapain keluar? Ini udah malam. Tidur sana!" ucap Louis.


"Gimana saya bisa tidur kalau kamu aja kedinginan disini?" tanya Anisa.

__ADS_1


Louis tersenyum. "Saya nggak apa apa," jawabnya. Anisa nampak bingung. Sejujurnya ia merasa tak tega. Louis terlihat menggigil disana. Ingin rasanya ia mengajak pria itu masuk ke dalam kamar kost nya. Minimal laki laki itu bisa tidur di ruang tamu. Tapi ia takut. Selain takut menimbulkan fitnah, ia juga takut sesuatu yang buruk kembali menimpanya.


Ingatkan, bagaimana dulu kehormatan Anisa terenggut? Terkunci di satu ruangan dalam kondisi hujan turun dengan lebat! Sama seperti saat ini.


Anisa meremas ujung jaketnya. Ia terlihat dilema. Sesuatu yang sebenarnya dapat disadari oleh Louis.


"Kamu masuk aja, Nis. Saya tunggu disini. Paling juga bentar lagi hujannya reda," ucap Louis seolah ingin menenangkan hati wanita itu. Laki-laki itu berucap dengan sangat lembut sembari tersenyum manis ke arah Anisa.


Anisa masih meremas ujung jaketnya. Lalu...


"Tunggu sini bentar!" ucap wanita itu kemudian bergegas kembali masuk ke dalam kamar kostnya. Louis hanya terkekeh sembari menggelengkan kepalanya. Tak lama berselang, Anisa datang dengan membawa secangkir teh panas dan beberapa tusuk sate yang Louis beli tadi lalu meletakkannya diatas meja.


Laki laki yang kini duduk di atas kursi panjang sembari memeluk kedua kakinya itu nampak diam.


"Saya udah makan tadi," jawab Anisa. Baru saja Louis hendak berucap sesuatu, Anisa sudah bergerak lagi, masuk ke dalam kamar kostnya dan kembali keluar membawa sebuah boneka beruang berwarna coklat berukuran cukup besar serta sebuah selimut tak terlalu tebal bergambar Spongebob.


Louis diam. Senyuman samar terbentuk dari bibirnya. Anisa lantas menyerahkan selimut dan boneka itu untuk Louis.


"Kamu makan sama minum dulu, gih. Biar badan kamu hangat. Nanti kalau tidur, kamu pakai selimut ini. Tapi maaf, saya cuma punya satu bantal, kamu pakai boneka saya aja ya buat bantal," ucap Anisa.


Louis menerima selimut dan boneka itu. Laki laki itu nampak tersenyum manis ke arah Anisa.


"Makasih," jawabnya. Anisa hanya mengangguk.


"Saya masuk dulu," ucap Anisa. Louis mengangguk. Anisa kemudian berbalik badan hendak kembali ke dalam kamar kostnya. Tiba tiba...

__ADS_1


”Nis," ucap Louis membuat Anisa pun menghentikan langkahnya. Ia lantas menoleh ke arah laki laki itu.


"Ada apa?" tanya Anisa.


Louis tersenyum. "Jaket kamu lucu," ucapnya.


Anisa tersipu malu. Ia lantas masuk ke dalam kamar kostnya dan menutup pintu itu dari dalam. Anisa menggeliat. Diam diam ia mengintip aktifitas pria itu dari balik jendela kamar kostnya. Louis terlihat menyeruput teh panasnya sembari memeluk boneka beruang berwarna coklat itu.


Anisa tersenyum. Entah mengapa sebuah perasaan bahagia kini terbersit di hatinya. Wanita itu kemudian menutup korden jendela itu, lalu berjalan menuju kamarnya dengan wajah nampak merah merona.


Sedangkan di luar kamar kost, Louis yang duduk di atas kursi panjang itu nampak menutupi tubuh tegapnya dengan selimut kuning bergambar salah satu tokoh kartun itu. Bibirnya juga nampak mengulum senyum. Satu tangannya memeluk boneka beruang coklat itu, sedangkan tangan lainnya nampak meraih cangkir berisi teh panas buatan Anisa.


Louis menghirup aroma boneka beruang itu. Wangi tubuh Anisa tertinggal disana. Begitu juga dengan selimutnya. Louis menggelengkan kepalanya. Astaga, kenapa wanita itu terlihat lucu dan menggemaskan dengan jaket bermotif boneka tadi? Aroma tubuhnya juga sangat wangi. Sikapnya lugu dan menggemaskan.


Sayang sekali, wanita se lucu itu harus menahan luka, hamil tanpa suami akibat ulah Luke. Anisa bahkan nampak tak nyaman kala Louis datang ke tempat ini tadi. Mungkin bayang bayang pemerkosaan itu juga masih menghantui Anisa.


Louis menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi panjang itu. Sebuah pemikiran aneh kini mulai melayang layang di otaknya. Andai wanita semanis dan selugu itu ia berikan pada Luke, apakah itu keputusan yang baik? Sedangkan malam ini ia baru saja mendapatkan fakta mengenai sang adik yang diam diam bermain api dengan calon istri orang.


Andai mereka menikah, apakah Luke bisa berubah? Atau mungkin laki-laki itu justru malah semakin menjadi-jadi karena memiliki istri sepolos Anisa? Mungkin nantinya ia akan sering membohongi Anisa dan menyia-nyiakan wanita malang itu. Bukankah itu hanya akan lebih menyakiti Anisa pada akhirnya?


Louis menghela nafas panjang. Kenapa ia jadi tidak rela begini? Kasihan wanita itu. Ia terlalu baik untuk kembali disia-siakan.


Louis menghela nafas panjang. Pikirannya kembali melayang-layang. Ia jadi penasaran, sebenarnya siapa wanita calon istri orang yang dekat dengan Luke itu? Jika dilihat dari tangkapan chat yang ia temukan tadi, pesan itu sudah dikirim kurang lebih satu bulan yang lalu, dengan sebuah nomor yang Luke beri nama 'My F**king B**ch'.


Itu artinya mereka berhubungan sudah cukup lama. Dan Luke sengaja mengabadikan pesan pesan itu, mungkin ada tujuan tertentu yang Luke rencanakan. Tapi apa? Dan siapa wanita itu? Menjijikkan sekali, sudah mau menikah tapi masih berhubungan dengan pria lain! Semoga ia tidak pernah dipertemukan dengan wanita sejenis itu nantinya.

__ADS_1


__ADS_2