(Bukan) Perampas Mahkotaku

(Bukan) Perampas Mahkotaku
065


__ADS_3

Si kembar👇



"Aku mau ketemu sama Anisa. Aku mau menikahi dia!"


Deeghh...


Semua yang berada di ruangan itu terkejut. Begitu juga Louis yang sejak tadi hanya diam. Pria itu kini menatap tajam ke arah Luke. Sesuai dugaannya. Laki laki itu pasti sudah menyiapkan seribu satu cara untuk menuntut balas atas ketidaksudian Louis membebaskan dirinya beberapa waktu lalu. Dan kini, ketika ia benar benar bebas, maka Luke akan menuntut balas pada pria itu. Ia pasti akan melakukan apapun untuk mengacaukan kebahagiaan Louis dan Anisa yang sudah tertata dengan sangat rapi. Itu tidak bisa dibiarkan!


"A, Anisa? Anisa itukan yang......" ucap Steve ragu yang kemudian menoleh ke arah Martha, Louis, dan Betrand secara bergantian.


Luke nampak tersenyum. Sedangkan Louis kini nampak menatap tajam ke arah sang kembaran.

__ADS_1


"Ya, Anisa yang sekarang sedang bersama Louis," ucap Luke tanpa beban sambil tersenyum ke arah sang saudara kembar.


"Abis ini gue ikut lo, ya. Gue pengen ketemu sama Anisa. Sesuai permintaan lo dulu, gue akan bertanggung jawab, dan gue akan dengan senang hati nikahin Anisa," ucap Luke membuat semua yang berada di sana nampak bingung. Steve dan Martha saling pandang. Betrand diam menatap wajah Louis. Sedangkan Louis tak lepas menatap wajah sang kembaran yang terlihat begitu menyebalkan.


"Maksud lo apa?" tanya Louis tak suka.


Luke hanya mengangkat kedua lengannya seolah ingin berkata 'kenapa?'


Luke memiringkan kepalanya.


"Kenapa? Kan gue berniat baik. Gue pengen memperbaiki semua kesalahan gue. Gue akan nikahin Anisa. Toh sekarang dia lagi hamil anak gue."


Louis menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Gue tahu selama ini lo yang rawat dia buat gue nikahin, kan? Ya udah, sekarang gue mau tanggung jawab. Dia ada dimana sekarang? Kasih tahu gue, gue yang akan ngerawat dia mulai hari ini, jadi lo nggak perlu repot repot lagi ngurusin dia. Tugas lo udah selesai!" ucap Luke.


Louis tak menjawab, namun dadanya terasa panas, seolah api amarah berkobar begitu hebat di dalam sana.


Martha dan Steve kembali saling pandang. Suasana mendadak panas. Mereka tahu, Louis kini sedang dekat dengan wanita bernama Anisa itu. Bahkan menurut Betrand, Louis sudah berencana akan menikahi Anisa jika anak dalam kandungan wanita itu sudah lahir. Wanita itu pulalah yang membuat Louis akhir akhir ini sedikit menjauh dari keluarga besar Davis. Membuat Louis bahkan memilih tinggal di apartemen bersama wanita itu dibandingkan dengan keluarganya. Mendengar niatan Luke yang tiba tiba saja ingin menikahi Anisa, tentu saja itu membuat sepasang suami istri itu menjadi sedikit panik.


"Em, Luke, itu bisa kita bicarakan nanti. Sekarang kan kita lagi makan bareng untuk menyambut kepulangan kamu. Ya, harusnya kita bicara yang santai santai aja dulu. Nggak usah bahas yang berat berat," ucap Martha menengahi ketegangan yang terjadi di antara sepasang saudara kembar itu.


Louis dan Luke saling pandang dengan sorot mata yang berbeda. Louis nampak menahan emosi, sedangkan Luke kini nampak mengangkat satu sudut bibirnya melihat mimik wajah tegang yang Louis tampilkan.


Martha menggerakkan tangannya, mengusap usap lembut pundak Louis seolah mencoba menenangkan hati keponakan kebanggaannya itu.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2