(Bukan) Perampas Mahkotaku

(Bukan) Perampas Mahkotaku
117


__ADS_3

Hari berganti hari, semua berjalan seperti yang semestinya. Anisa dan Louis masih asyik menikmati masa masa bahagia mereka sebagai sepasang suami istri. Kebahagiaan demi kebahagiaan seolah terus mereka rasakan. Menghapus semu luka dan penat yang pernah mereka arungi sebelum membina bahtera rumah tangga. Rasa cinta dan kasih sayang keduanya kian lama juga kian tumbuh subur. Ditambah lagi dengan keberadaan baby Gerhana yang kian hari kian menggemaskan. Sungguh, tidak ada kebahagiaan yang lebih sempurna bagi Louis dan Anisa dibandingkan kebersamaan mereka.


Satu minggu setelah pernikahan mereka, baik Louis maupun Anisa kini mulai belajar mendekatkan diri ke keluarga pasangan masing-masing. Selayaknya Louis yang memang sudah begitu dekat dengan keluarga Anisa sejak lama, Anisa kini perlahan juga mulai diajak masuk ke dalam keluarga Davis oleh suaminya. Louis bahkan juga sudah memperkenalkan Anisa pada khalayak ramai. Beberapa hari yang lalu ia sempat mengajak Anisa dan Gerhana ke kantornya untuk diperkenalkan pada karyawan-karyawannya. Beberapa foto kebersamaan keluarga kecil itu juga sempat beredar di media. Louis tidak malu mengakui Anisa dan Gerhana sebagai istri dan anaknya. Meskipun hingga saat ini ia tak pernah menceritakan tentang latar belakang Anisa dan kisah masa lalunya terkait dengan kembarannya. Banyak orang yang memuji keakraban mereka. Pancaran positif seolah menyelimuti kebersamaan keluarga kecil itu. Membuat yang melihatnya pun ikut merasakan bahagia melihat cinta kasih yang mereka tampilkan.


Kebaikan demi kebaikan seolah tak henti menaungi hubungan keduanya. Setelah sempat mendapatkan penolakan dan pandangan sebelah mata dari keluarga Davis, Anisa perlahan juga mulai diterima oleh keluarga suaminya itu, terutama kakek Louis.


Tuan James sangat terbuka pada Anisa. Apalagi pada Gerhana. Ia sangat menyayangi cicitnya yang terlahir dari benih Luke itu. Sedangkan Nyonya Martha dan Tuan Steve, sepasang suami istri itu kini perlahan juga mulai membuka pintu untuk wanita itu. Mereka mulai menyambut hangat kedatangan Anisa dan baby Gerhana. Tidak ada lagi alasan untuk mereka menolak. Toh, pada akhirnya wanita yang dulu mereka damba-dambakan kini justru sudah terkubur tanah baik jasad maupun kenangannya. Wanita yang dulu sempat mereka rendahkan dan mereka ragukan kini justru diangkat derajatnya oleh Tuhan. Ditunjukkan jelas-jelasnya bagaimana kemuliaan hati dan kebaikan wanita itu mampu membuatnya menang tanpa melakukan pembelaan apapun.


Ya, lagi lagi, tangan Tuhan bekerja jauh lebih baik dari jangkauan manusia. Ia Maha Tahu mana yang patut berada di atas dan mana yang patut berada di bawah. Tuhan Maha Adil. Ia sebaik baiknya hakim di alam semesta ini.


Siang ini....


Setelah satu minggu pernikahan Anisa dan Louis.


"Sayang, udah belum?!" tanya Louis setengah teriak dari ruang tamu apartemen itu sambil menggendong baby Gerhana. Tak lupa, kacamata hitam nampak bertengger tampan di wajah mungil bayi itu. Sepertinya Louis sangat suka melihat anaknya berkacamata hitam seperti itu.


"Iya, bentar!" jawab Anisa dari kamar tidurnya.


"Bedaknya nggak usah tebel tebel, Nis! Nggak usah cantik cantik dandannya!" ucap Louis lagi.


Tak berselang lama. Wanita berparas cantik itu pun keluar dari kamarnya dengan membawa sebuah tas selempang di sana.


"Lama banget," ucap Louis protes.


"Namanya juga perempuan. Wajarlah," jawab Anisa. "Sini, Gerhana sama Mama, yuk!"


Anisa mengambil alih bayi tampannya. Louis pun menyerahkannya.

__ADS_1


"Lucu banget anak Papa. Jadi gemes pengen cium," ucap Louis.


Cup....


Satu ciuman manis mendarat dengan mulus. Namun bukan di pipi Gerhana, melainkan di pipi Anisa. Membuat wanita itupun menoleh ke arah sang suami sambil tersenyum lucu.


"Apa?!" tanya Louis seolah menantang.


Anisa berdecih. Louis terkekeh. Ia menggerakkan tangannya mengacak-acak lembut pucuk kepala wanita itu.


Keluarga kecil itu pun lantas bergegas pergi meninggalkan apartemen tempat tinggal mereka, menuju ke rumah utama keluarga Davis, tempat di mana sang kakek kesayangan tinggal.


Seperti biasa, hari ini Louis akan pergi ke kantor untum bekerja, dan Anisa akan di tinggal di rumah utama sampai laki-laki itu menjemputnya sore nanti.


Ya, selama satu minggu ini mereka selalu melakukan seperti itu. Mengingat, belum ada pembantu di apartemen mereka yang menggantikan peran Bik Susi yang kini sudah mendirikan sebuah usaha laundry menggunakan modal yang Louis berikan. Daripada Anisa kesepian di apartemen, mending di rumah utama. Biasanya kalau di rumah utama, sepasang ibu dan anak itu juga selalu berada di kamar Kakek James, atau di bekas kamar Louis. Mereka tak pernah jauh jauh dari tempat itu.


Sekitar lima belas menit perjalanan, keluarga kecil itu pun sampai di kediaman utama keluarga Davis. Seperti biasa, Nyonya Marta menyambut kedatangan Gerhana yang bisa juga dibilang cucunya itu serta kedua sepupunya dengan sukacita. Ia sangat suka dengan baby Gerhana. Setidaknya kedatangan bayi menggemaskan itu bisa sedikit mengobati lukanya atas kondisi sang putra yang kini tengah berada di luar kota untuk menenangkan diri.


Anisa menggendong sang putra dan menimang-nimangnya. Entah mengapa Gerhana tiba tiba rewel setelah sampai di rumah kakek buyutnya. Padahal biasanya tak seperti ini. Tadi pagi Gerhana juga masih baik-baik saja. Ia tak rewel di apartemennya. Tapi entah mengapa sekarang berbeda.


"Kamu mau apa, Sayang?" tanya Anisa pada sang putra yang masih terus menangis. Dikasih ASI tidak mau. Diajak keluar rumah makin kencang menangis. Membuat Anisa makin bingung dibuatnya.


"Mama bikinin susu mau?" tanya Anisa lagi saking bingungnya. Ia memang jarang memberikan susu formula pada sang putra. Ia lebih banyak memberikan ASI untuk Gerhana. Susu hanya untuk waktu waktu tertentu saja.


Gerhana terus menangis. Anisa kemudian meletakkan sang bayi di atas stroller di sana.


"Kamu tunggu dulu, ya. Mama bikinin susu dulu," ucap Anisa yang langsung berlari ke dapur dan membuatnya susu formula untuk sang bayi. Wanita itu bergerak sangat cepat, ia tidak sadar bahwa rupanya tangisan sang putra kini sudah tak terdengar.

__ADS_1


Susu formula dalam dot kecil selesai dibuat. Wanita cantik berambut panjang itu kemudian setengah berlari menuju ruang tengah tempat dimana sang putra berada. Namun....


Deeghhhh....


.


.


.


Bersambung 🤭😁


...----------------...


Halo....!!


Author datang lagi dengan kisah baru yang seru. Jangan lupa mampir. Ini sedikit bocorannya👇👇👇


🤴 My Disable Husband 🤴


.


Pergaulan yang mengkhawatirkan membuatnya terpaksa dijodohkan dengan seorang pria dewasa yang tak begitu ia kenal.


Diusianya yang masih belia, Zee dipaksa menikah dengan seorang pria dewasa dengan sebuah kekurangan fisik akibat kecelakaan di masa lalunya. Dewangga Bima Caturangga.


Gaya hidup yang berbeda, usia yang terpaut jauh, serta tidak adanya cinta diantara keduanya, menjadikan drama yang seolah tidak ada habisnya mewarnai biduk rumah tangga keduanya.

__ADS_1


Apa yang akan terjadi pada mereka?



__ADS_2