
Hari berganti hari, semua berjalan seperti yang seharusnya. Hari hari bahagia terus menyelimuti kehidupan sepasang suami istri yang saling mencintai itu. Kian hari kehangatan diantara keluarga kecil itu juga semakin terbentuk, terlebih dengan adanya sang putra tampan yang semakin hari semakin pintar dan menggemaskan.
Hari demi hari berlalu, berbagai badai kehidupan yang sejak lama menyelimuti kehidupan Louis dan Anisa satu persatu pun mulai menyingkir. Setelah kepergian Rhea beberapa waktu lalu, turunnya restu dari keluarga Davis, hingga hijrahnya Betrand ke pondok pesantren, kini, laki laki yang menjadi aktor utama dalam kisah kelam Anisa, Luke, sudah berada di luar negeri untuk menjalani operasi dan serangkaian pengobatan medis. Sesuai dengan permintaan pria cacat itu, Luke akan menjalani pengobatan lalu hidup menyendiri nantinya. Ia tak akan kembali ke rumah utama keluarga Davis. Ia memilih untuk hidup sendiri di sebuah rumah yang sudah Louis siapkan. Suami Anisa itu juga mengirimkan seorang pengawal untuk menemani saudara kembarnya. Lantaran Louis juga tak bisa terus menerus menemani saudaranya. Ada kantor serta keluarga yang menjadi tanggung jawabnya. Louis hanya mengantarkan Luke waktu itu, dan akan kembali terbang ke luar negeri saat sang kembaran menjalani operasi beberapa hari lagi. Ya, Louis memang harus pandai pandai mengatur waktu sekarang. Banyak sekali tanggung jawabnya sebagai manusia.
Ceklek....
Pintu apartemen itu terbuka.
"Assalamualaikum," ucap pria tampan itu saat memasuki hunian mewah miliknya.
"Wa Alaikum Salam..." jawab wanita cantik dari dalam ruang televisi apartemen itu.
Louis mendekati Anisa. Dilihatnya disana, wanita itu tengah duduk bersila di atas karpet tebal di ruangan itu sambil mengganti popok Gerhana yang kini nampak memegang erat sebuah mainan mungil di tangannya.
"Heeii...Papa udah pulang..." ucap Anisa sambil terus melanjutkan aktifitasnya.
Louis tersenyum. Ia melonggarkan dasinya. Sedikit menaikkan celana panjangnya, lalu duduk di belakang Anisa yang masih sibuk dengan putranya.
Tangan kekar itu tergerak memeluk pinggang ramping sang istri dari belakang. Anisa sedikit terjingkat. Ia menoleh ke arah belakang. Louis nampak mengeratkan pelukannya atas Anisa, lalu membenamkan wajahnya di ceruk leher wanita itu. Kecupan kecupan lembut ia sematkan di leher jenjang nan putih itu.
"Love you..." bisiknya.
Anisa tersenyum. Ia menoleh, lalu mengecup bibir pria tampan itu singkat. Louis kembali menampakkan senyuman manisnya. Ia kemudian mendusel do ceruk leher wanita itu sambil menghirup aroma tubuh sang istri yang sangat ia cintai itu.
"Wangi banget. Kalian udah mandi?" tanya Louis.
"Udah, dong. Tadi Budhe sama Kak Elang kesini. Dia bawain makanan. Kamu mau coba?" tanya Anisa.
"Nanti aja bareng sama kamu," jawab Louis.
Anisa hanya mengangguk. Gerhana nampak berucap tak jelas dengan suara lirihnya sambil asyik menggerak gerakkan kaki dan tangannya. Kedua orang tuanya tersenyum melihat tingkah lucu bayi itu.
"Gimana kabar usaha Elang dan Budhe?" tanya Louis.
__ADS_1
"Masih awal awal. Ya, gitulah, namanya juga usaha. Budhe tadi juga nitip salam sama kamu, bilang makasih, karena kamu udah bantu ngasih modal buat mereka. Budhe bisa punya laundry sekarang. Kak Elang juga bisa buka bengkel dan mempekerjakan teman temannya," ucap Anisa.
Louis tersenyum. Ia makin mengeratkan pelukannya atas sang istri. "Itu wujud rasa terimakasih aku sama mereka. Aku juga berencana ngirim nenek kamu uang, buat ngembangin usaha jahitnya di kampung. Biar gimanapun kan, nenek kamu yang merawat dan membesarkan kamu," ucap Louis.
Anisa tersenyum sambil mengangguk. "Iya, boleh banget. Tapi kapan kapan kita pulang kampung, ya. Aku pengen nunjukin tempat aku dibesarkan sama kamu dan Gerhana," ucap Anisa.
"Iya, Sayang. Tapi nunggu Gerhana gede dulu, ya," jawab Louis. Anisa hanya mengangguk.
Ya, se harmonis dan se indah itulah kehidupan dua anak manusia itu sekarang. Badai sudah berlalu. Banjir air mata dan tangisan sudah selesai. Kini sepasang anak manusia itu tinggal menikmati hikmah dan kebaikan atas semua kesedihan dan buah kesabaran mereka selama ini.
Ya, Anisa si anak malang yang tak diharapkan kehadirannya, dan Louis si pria yatim piatu pemikul beban keluarga. Mereka dipersatukan dengan cara yang indah yang tak disangka sangka.
Berangkat dari dua latar belakang keluarga yang berbeda. Baik dari segi materi, silsilah keluarga, bahkan agama. Mereka bertemu dalam satu peristiwa yang tak pernah mereka duga sebelumnya. Sepasang anak manusia yang tidak saling mengenal, dipertemukan oleh sebuah kesalahpahaman. Didekatkan oleh sebuah niat baik dari sang pria dan kepolosan menuntut keadilan dari sang wanita.
Tuhan Maha Tahu yang terbaik untuk umatnya. Lantunan doa dan indahnya sujud di sepertiga malam menyatukan hati keduanya. Meniupkan nafas nafas cinta ke dalam hati keduanya. Menumbuhkan rasa nyaman, kagum, dan peduli diantara kedua manusia yang taat akan Tuhannya itu.
Kisah cinta mereka begitu indah. Melewati ujian demi ujian kesabaran dari orang orang yang tak menghargai perbedaan. Orang orang yang buta akan kesederhanaan dan toleransi beragama. Orang orang yang hanya memandang materi sebagai satu satunya kunci bahagia di dunia.
Perbedaan itu indah. Perbedaan tidak akan menjadi suatu masalah yang besar jika kita memiliki satu rass yakni menghargai dan toleransi.
Kisah cinta mereka sudah menemukan bahagia. Kisah cinta mereka kelak mungkin akan bisa dijadikan dongeng untuk sang putra. Seorang bayi yang terlahir di rahim wanita suci. Terbentuk dan dibesarkan oleh dua pria berbeda namun serupa.
Ya, kisah cinta Anisa dan Louis selesai. Berakhir dengan bahagia dan penuh kisah manis di dalamnya. Terima kasih untuk kalian berdua.
❤️❤️❤️
End...
...----------------...
Selamat sore..
Up 18:00
__ADS_1
Anisa dan Louis selesai, ya. Untuk yang tanya..
-Betrand gimana?
-Elang mana?
-Luke gimana?
-Ibu tirinya Anisa gimana? Dll.
Mungkin...nanti kisah ini masih akan berlanjut lagi. Dengan judul yang berbeda, dan tokoh utama yang beda pula. Mungkin nanti kita akan fokus ke Betrand dan Elang kali, ya. Jadi tungguin aja.
Untuk sementara author mau fokus dulu ke cerita sebelah yang sudah hampir 15 bab. Jadi jangan lupa mampir ke novel baru author. Karena nanti informasi untuk novel novel baru juga akan author up di situ.
Terimakasih semuanya, yang masih setia membaca dari awal sampai akhir. Mohon maaf jika ada salah kata, salah cerita, terlalu halu, beda jauh dari real life, atau kurang masuk akal. Ini murni cerita dari pemikiran author sendiri. Saya hanya manusia yang miskin ilmu. Masih banyak nggak tahunya. Terimakasih atas kritik dan sarannya serta komentar komentar yang sampai detik ini selalu baik dan memacu semangat author untuk tetap menulis di platform ini.
Sekali lagi terimakasih. Apalah saya tanpa kalian.
Anisa dan Louis pamit, sampai ketemu di rumah Mas Dewa 🥰🥰🥰
__ADS_1
...----------------...