(Bukan) Perampas Mahkotaku

(Bukan) Perampas Mahkotaku
085


__ADS_3

Sementara itu di sebuah jalanan sepi minim penerangan. Di balik semak semak yang cukup rimbun yang terlihat begitu gelap.


"Wuduuuhhh... jambak adek, Bang...!!!" ucap Dito pelan sambil cekikikan. Disambut tawa pelan dari beberapa temannya yang juga berada di sana.


Ya, para pemuda itu kini tengah berada di tempat persembunyian mereka. Di balik semak semak di pinggir jalan sepi yang tak di lalui kendaraan itu. Kurang lebih ada lima pemuda disana, dimana salah satunya adalah Elang yang sibuk merekam sebuah adegan panas di bawah kolong jembatan itu. Dimana seorang wanita nyaris tak berbusana nampak berdiri membungkuk dengan tangan bertumpu di kap mobil. Seorang laki laki dewasa nampak menggerakkan tubuhnya maju mundur. Memainkan benda menantang miliknya yang kini tengah dalam performa paling prima.


Ya, itu adalah Rhea dan Luke. Sepasang pria wanita yang sudah lama menjalin hubungan perselingkuhan itu kini kembali saling memuaskan. Melakukan hubungan tak pantas di jalanan sepi minim cahaya itu tepat di malam terakhir sebelum Rhea resmi menjadi istri dari Betrand.


Ya, Luke minta jatahnya malam ini. Katanya sih untuk yang terakhir. Tapi entahlah, benar atau tidak. Rhea pun terpaksa menuruti permintaan laki laki itu. Tentu saja setelah Luke mengeluarkan beberapa ancaman untuk wanita cantik itu.


Kedua manusia yang kini diliputi nafsu memburu itu masih asyik dengan aktivitas panas mereka. Keduanya saling memberikan kenikmatan tanpa menyadari bahwa rupanya keduanya kini tengah menjadi tontonan lima pemuda di sana.


Luke menyudahi pergerakan maju mundurnya. Ia meraih rambut Rhea. Menjambaknya, menariknya ke belakang lalu memutar tubuh ramping itu hingga menghadap ke arahnya. Tangan kekar itu tergerak mencengkeram dagu Rhea. Ia mengikis jarak dengan wanita itu. Mulutnya meracau. Berucap tak jelas dengan dada naik turun dikuasai nafs*. Satu tangannya tergerak tubuh bagian bawah Rhea. Jari jarinya bermain main disana sambil mulutnya tak henti meracau. Rhea makin panas, begitu juga Luke.


Laki laki itu kemudian mendorong tubuh ramping Rhea. Memintanya naik ke atas kap mobil, lalu kembali melakukan penyatuan. Suara indah Rhea terdengar makin jelas. Berbaur dengan suara hentakan antar kulit sepasang pria dan wanita itu. Tensi permainan makin tinggi, membuat beberapa pria yang diam diam tengah nobar di balik semak semak itupun ikut panas dibuatnya.

__ADS_1


"Anj*r, napa gue ikut ikutan nontonin kayak gini sih tadi? Kan jadi ternoda mata perjaka gue!" ucap Bruno yang ikut rombongan nonton bareng itu.


"Astaghfirullah, jangan tanya padaku, Bang. Aku sejak tadi tidak melihat!" ucap Dito sambil menggelengkan kepalanya.


"Kagak liat, cuma melototin doang lo!" sahut Elang tanpa melepaskan ponsel di tangannya. Para pemuda itu kembali cekikikan di balik tempat persembunyiannya.


"Lagi, Bang! Tampar adek, Bang!!" tambah Anjas yang juga ikut dalam rombongan itu. Sungguh, Rhea dan Luke benar benar menjadi tontonan gratis bagi para pemuda berandalan itu. Mereka mungkin tidak ikut menjamah tubuh wanita dengan latar belakang dan pendidikan tinggi itu, tapi kini mata para lelaki itu seolah menjadi saksi, betapa busuk dan hinanya seorang wanita yang selama ini dipuja puja oleh cucu ketiga keluarga Davis tersebut.


Adegan panas disana terus berlanjut. Cukup lama aksi saling memuaskan itu terjadi. Berbagai pose sudah mereka coba. Mulai dari di luar mobil, sampai kini di jog belakang kendaraan roda empat itu. Keduanya kini mulai lemah setelah berhasil meraih puncak kenikmatan terlarang yang mereka ciptakan sendiri. Luke ambruk di atas tubuh Rhea. Cairan putih tumpah di bawah sana bahkan hingga meluber keluar liang basah itu.


Luke memberikan sesapan di ceruk leher wanita itu sebagai akhir dari pergulatan panas mereka. Ia mencium telinga, pipi, hingga bibir Rhea yang nampak ngos-ngosan. Wanita itu kini terlihat berkeringat. Ia menoleh ke arah Luke yang nampak tersenyum nakal.


"Lu puas?" tanyanya.


Rhea memejamkan matanya. Ia tersenyum. Luke kembali ******* bibir itu. Pergulatan lidah kembali terjadi. Tak begitu lama, setelah puas, Luke pun melepaskan bibir wanita itu. Begitu juga dengan penyatuan mereka di bawah sana. Laki laki itu mundur. Rhea yang sudah compang camping dengan pakaian koyak itu pun bangkit dari jog belakang dan keluar dari dalam mobil itu. Berniat untuk memunguti pakaian dalam serta sepatunya yang berceceran dijalan. Namun tiba tiba...

__ADS_1


Byaaar.....


Lampu mobil yang begitu terang benderang tiba tiba menyala, mengarah kepada sepasang pria wanita yang kini nyaris tak berbusana itu. Keduanya terkejut. Mereka pun dengan spontan menoleh ke arah sumber cahaya. Sebuah mobil mewah berhenti di sana entah sejak kapan. Rhea nampak menyipitkan matanya. Lampu mobil itu terlalu silau. Membuatnya cukup kesusahan melihat sesosok pria yang nampak turun dari mobil itu.


Sosok pria tinggi gagah itu nampak berjalan ke arahnya dan Luke. Mendekat. Dan...


"Betrand?!!"


Bersambung lagi😁😁


Lanjut sore atau malam ya....


Padahal niatnya hari ini aku libur pen istirahat 😩


Jangan lupa dukungan dulu πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2