
Anisa tersenyum. Mungkin itu Louis. Mungkin barangnya ada yang tertinggal, makanya balik lagi.
Anisa mematikan kran wastafelnya. Ia kemudian berjalan menuju pintu apartemen mewah itu. Suara bel terdengar beruntun seolah tak sabar untuk segera dibukakan pintu. Ah, dasar Louis. Kenapa tidak langsung masuk saja?!
Anisa dengan daster pink membalut tubuh mungil berperut buncit itu lantas meraih gagang pintu itu lalu membukanya.
Ceklek...
Deeghh....
"Hai, Anisa!"
Anisa terdiam. Wajahnya yang semula menampakkan senyuman tipis itu seketika mematung manakala melihat dua sosok wanita cantik berpenampilan anggun berdiri tepat di depan pintu kamarnya.
Anisa diam. Ia ingat wanita berhijab itu. Itu adalah Tasya, orang yang pernah ia temui di taman kala ia menghabiskan waktu dengan Louis. Louis yang memang sudah sedikit banyak bercerita tentang kehidupannya juga mengatakan, bahwa Tasya adalah wanita yang 'disodorkan' keluarganya untuk menjadi pasangannya, namun Louis menolak lantaran ia memang tak pernah memiliki perasaan apapun pada Tasya.
Anisa menatap dua wanita itu secara bergantian. Tasya nampak menatap ke arah Anisa dengan mimik wajah sedikit tak suka sekaligus kaget. Fokus matanya tertuju pada perut Anisa yang nampak membuncit. Sedangkan di sampingnya, wanita dengan dress hitam yang mahal itu, Rhea, nampak menatap tajam nan angkuh ke arah Anisa yang tetap berusaha tenang.
Ya, sudah beberapa hari ini Rhea mengajak Tasya mengintai apartemen Louis. Ia yang begitu penasaran dengan sosok Anisa itu kemudian mengajak Tasya yang tengah dalam masa berduka karena tak dipilih oleh Louis sebagai calon istri pria itu. Rhea tahu Tasya begitu mengagumi sosok Louis. Makanya ia memanas manasi gadis itu untuk datang melabrak Anisa.
Tujuannya tak lain dan tak bukan adalah untuk menjauhkan Anisa dari Louis dan mendekatkan Tasya pada pria itu. Rhea tak mau ambil resiko. Biar bagaimanapun juga, Luke yang kini sudah berhasil ia jebloskan ke penjara adalah anggota keluarga Davis. Betrand dan Steve hingga kini juga masih berusaha mengeluarkan laki laki itu dari penjara. Andai Betrand dan Steve berhasil, maka tak menutup kemungkinan Luke akan mencari siapa dalang sebenarnya yang sudah menjebloskan dirinya ke penjara saat ia keluar nanti. Ia tak mau sampai Luke mengejar ngejarnya dan mengusik hubungannya dengan Betrand.
Itulah sebabnya ia ingin menjauhkan Louis dari Anisa. Agar Luke bisa menikahi Anisa. Setelah itu ia akan menghasut Steve melalui Betrand agar menjauhkan Luke dan Anisa dari keluarga Davis, karena tentu saja, mantan tahanan dan perempuan yang hamil di luar nikah adalah aib besar yang bisa mencoreng nama baik keluarga terpandang itu. Akan sangat mudah menyingkirkan dua manusia itu jika mereka sudah menjadi sepasang suami istri.
Berbeda jika sampai Anisa menikah dengan Louis. Luke akan bebas dari tanggung jawab. Ia akan bisa leluasa mengganggu Rhea dan memporak porandakan hubungannya dengan Betrand. Tentu, itu sangat berbahaya. Lagi pun, Rhea yang anggun dan glamor juga tak akan sudi memiliki sepupu se udik dan se kampungan Anisa. Itu sangat memalukan.
__ADS_1
Anisa tersenyum. "Iya. Siapa, ya? Ada keperluan apa, ya?" tanya Anisa se sopan mungkin.
Rhea mengangkat satu sudut bibirnya. Anisa yang tak mendapatkan jawaban dari kedua wanita itu pun kembali menatap ke arah Tasya dan Rhea secara bergantian.
Kekasih Betrand itu kemudian bergerak. Tangannya tergerak meraih beberapa helai rambut panjang Anisa dan memainkannya sembari menatap remeh ke arah wanita itu.
"Oh, jadi kamu yang namanya Anisa? Perempuan simpanannya Louis itu?" tanya Rhea terdengar menyakitkan.
Anisa diam. Dadanya sedikit sakit mendengar ucapan nyelekit wanita itu.
Rhea tersenyum sinis. Ia lantas menoleh ke arah Tasya.
"Tasya, ini orangnya yang ngaku ngaku jadi calon istrinya Louis?" tanya Rhea pada wanita berhijab itu. Tasya mengangguk.
"Jauh banget kalau dari kamu, Sya!" ucap Rhea sambil tertawa di akhir kalimatnya.
Anisa menunduk.
"Mukanya, penampilannya! Kampungan!" ucapnya. "Tapi kelihatan miskin dan menyedihkan sih, pantes aja Louis kasihan."
Anisa menghela nafas panjang. "Maaf, tapi bisa tolong sopan sedikit, nggak? Mbak ini siapa? Dan kalian ada perlu apa? Mau cari siapa kesini? Louis baru saja pulang!" ucap Anisa.
"Nggak usah sok deh lo! Gue calon istrinya Betrand. Dan gue kesini nggak nyari Louis. Gue nyari lo!" ucap Rhea sembari menggerakkan tangannya mendorong pundak Anisa. Sedangkan Tasya sedari tadi hanya diam tak bergerak.
"Gue cuma mau bilang sama lo, gue cuma mau nyadarin lo. Ngaca! Lo tuh udah buat huru hara di keluarga Louis! Sadar dong, lo siapa dan Louis itu siapa! Lo itu nggak pantes buat Louis, jadi nggak usah lo deket deket sama dia. Asal lo tahu, Louis itu sebentar lagi akan dinikahin sama Tasya, jadi lo nggak usah ganjen disini!" ucap Rhea.
Anisa diam sejenak mendengar dongeng dari wanita yang tiba tiba datang dengan marah marah itu. "Saya nggak ngerti maksud Mbak apa. Kalau mau ngomong sesuatu mending tunggu Louis aja!" ucap Anisa.
Rhea mengangkat dagunya. "Wow! Udah ngerasa berkuasa ya lo sekarang?! Udah hamil duluan, nggak tahu diri lagi! Mending sekarang lo pergi deh! Lo tuh nggak pantes tau nggak tinggal di tempat kayak gini! Lo tuh lebih pantes tinggal di kolong jembatan atau tempat pelacur*n! Sesuai sama moral lo! Dasar perempuan murahan! Pergi lo dari sini!!" ucap Rhea mengusir.
__ADS_1
"Mbak, tolong, ya! Bisa nggak ngomongnya biasa aja? Saya nggak tahu menahu tentang Mbak dan masalah hidup Mbak. Kalau memang Mbak terganggu dengan keberadaan saya di samping Louis, ngomongnya nanti aja, balik lagi kalau Louis nya udah pulang!" ucap Anisa sedikit kesal. Ia menggerakkan tangannya hendak menutup pintu apartemen itu namun Rhea dengan cepat menahannya.
"Gue belum selesai sama lo!" bentak Rhea sembari mendorong pintu itu, membuat Anisa pun kalah dan terdorong ke belakang hingga membentur tembok. Wanita itu reflek memegangi perutnya, takut terjadi sesuatu pada bayi dalam kandungannya.
Rhea masuk ke dalam apartemen itu. Tasya yang sebenarnya tak mau terjadi keributan itu pun ikut masuk. Sungguh, ia datang kemari atas hasutan Rhea. Meskipun tak bisa dipungkiri dia juga kesal pada Anisa, tapi dia tidak pernah berpikir untuk melabrak wanita itu. Ia berdiri disini semua karena ajakan Rhea.
Rhea mencengkeram pundak Anisa.
"Aww! Sakit! Lepasin!" ucap Anisa berontak.
"Heh, perempuan, denger baik baik! Asal lo tahu, Louis itu sebenarnya cuma kasihan ama lo, karena lo hamil duluan. Makanya dia selalu perhatian sama lo! Dia tuh nggak pernah suka sama lo. Selera Louis itu tinggi. Dia nggak mungkin suka sama perempuan bekas a........!"
.
.
.
.
Daaaaggghhh!
.
.
.
Bersambung dulu, ya...ðŸ¤
__ADS_1
...----------------...