
06:00
Wanita hamil itu keluar dari kamar tak terlalu luas miliknya. Jam sudah menunjukkan pukul enam pagi, wanita yang sejak sebelum subuh tak lepas melakukan panggilan video dengan sang kekasih itu kini mulai bersiap untuk melakukan rutinitas paginya.
Ya, sejak sebelum Subuh, Anisa benar benar menemani Louis mencari Betrand meskipun hanya melalui sambungan video. Wanita itu baru mematikan sambungannya belum lama tadi, saat hendak keluar dari kamar ini.
Dan hingga kini, Betrand belum juga ditemukan. Entahlah, kemana perginya pria itu.
Anisa keluar dari kamarnya. Ia menutup pintu itu dan bersiap menuju dapur untuk memasak sarapan pagi untuk sang kakak. Sedangkan Bik Susi, wanita itu sudah berangkat bekerja sejak sebelum subuh tadi.
"Dorr!!" Ucap Anisa sembari menepuk pundak Elang yang nampak berdiri di dapur rumah itu sambil menyeruput kopinya. Niatnya sih ingin mengagetkan, tapi rupanya pria itu tidak kagetš„“
"Paan sih?" Tanya pria gondrong itu santai.
"Dikagetin, juga! Kaget kek!" Gerutu Anisa.
"Uwooowwww.....!!!" Ucap Elang kemudian sambil sedikit memundurkan tubuhnya dan mengangkat kedua tangannya ke atas, seolah terkejut, sesuai permintaan adiknya. Anisa tergelak melihat ulah sang kakak.
"Telat!!" Ucapnya kemudian.
Elang tertawa. Ia kembali menyeruput kopi panasnya.
"Udah selesai gibahnya?" Tanya Elang.
Anisa cengengesan.
"Bisa bisanya ya lo berdua, orang orang masih pada molor lu udah pacaran lewat hp!" Ucap Elang sambil mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi meja makan disana.
Anisa terkekeh. Tangannya meraih satu kotak susu khusus ibu hamil dari dalam lemari dapur itu lalu memasukkan beberapa sendok isi di dalamnya ke dalam sebuah gelas.
__ADS_1
"Makanya punya pacar, biar tahu gimana rasanya jatuh cinta!" Ucap Anisa yang hanya dijawab dengan berdecih oleh sang kakak.
Anisa selesai dengan susunya. Ia menarik satu kursi meja makan disana, tepat di samping Elang, lalu mendudukinya.
"Kak," ucap Anisa mulai curhat.
"Hmm..." Jawab Elang sambil menghisap rokoknya.
"Kakak tahu nggak, ternyata selama ini Luke sama perempuan yang dulu pernah ngelabrak aku itu diam diam punya hubungan di belakang Betrand!" Ucap Anisa.
Elang diam sejenak. "Oh, ya?" Jawabnya pura pura bodoh.
Anisa mengangguk. Wanita itu mulai menceritakan semuanya pada Elang tentang apa yang ia dengar dari Louis. Ia juga menceritakan semua kekhawatiran Louis tentang video yang mungkin akan tersebar ke media serta terdengar ke telinga kakeknya. Ia juga menceritakan tentang Betrand yang sampai saat ini belum diketahui keberadaannya.
Semua Anisa ceritakan pada sang kakak. Toh Elang juga bukan orang yang suka membuka aib orang. Ia sangat pandai menjaga rahasia. Bukan hanya pandai menjaga rahasia orang, menjaga rahasianya sendiri pun ia jago. Bahkan ia bertindak seperti orang bodoh yang tak tahu apa apa di hadapan Anisa. Padahal jelas jelas ia lah yang menjadi aktor utama di balik huru hara beberapa jam menjelang acara pernikahan Betrand itu.
Ya, semua sudah ditata dengan sangat rapi oleh Elang. Berawal dari tak sengaja nya ia melihat pertengkaran Luke dan Rhea beberapa waktu lalu di sebuah jalan sepi di kota itu, pemuda berandalan itu lantas memiliki inisiatif untuk sedikit memberikan pembalasan pada dua manusia yang pernah menyakiti hati adiknya itu.
Elang tidak suka adiknya diperlakukan begitu. Ia pun kemudian mengambil kesempatan kala Louis tam sengaja meninggalkan ponselnya di meja ruang tamu. Dicarinya nomor ponsel seluruh anggota keluarga Davis dan Rhea. Ia juga satu persatu mengecek galeri foto di dalam ponsel yang kebetulan tidak terkunci itu. Dengan berbagai cara, singkatnya Elang dan kawan kawan berhasil menemukan alamat rumah Rhea dan Louis tanpa ada satu manusia pun yang tahu.
Para pemuda itupun mulai bergerak. Mereka bergantian mengintai pergerakan Rhea dan Luke. Selain itu, para pemuda yang hanya warga kampung dengan latar belakang ekonomi rendah itupun patungan, membeli puluhan sim card yang nantinya akan digunakan untuk meneror Betrand dan menyebarkan video tak pantas Luke dan Rhea pada seluruh anggota keluarga Davis.
Elang sudah merencanakan semuanya dengan sangat matang. Ia sengaja mengirimkan video video itu hanya pada keluarga besar kedua belah pihak saja. Ia tak mau menyebarkannya ke media. Ia tahu, hal itu akan berdampak pada Louis nantinya. Yang penting baginya adalah Betrand 'melek'. Rencana pernikahan gagal. Luke mendapatkan saksi atas perbuatannya. Dan Rhea batal menjadi sepupu Louis.
Enak saja para siluman itu. Mereka sudah membuat Anisa menangis bahkan sampai masuk rumah sakit, masa iya tak ada balasan atas itu? Menunggu karma kelamaan! Elang menganut sistem jemput bola. Selagi situasi mendukung dan aman, maka ia siap melakukan apapun untuk membalaskan sakit hati adik dan calon iparnya.
Louis dan Anisa tak perlu tahu. Mereka hanya cukup duduk manis dan berbahagia. Masalah karma dan pembalasan itu urusan Elang dan kawan kawannya.
Elang kembali menyeruput kopinya.
__ADS_1
"Terus itu si sepupunya Louis belum ketemu sampai sekarang?" Tanya Elang.
Anisa menggelengkan kepalanya.
"Jangan jangan bunuh diri?!" Ucap Elang sekenanya.
"Astaghfirullah haladzim, Kakak! Ya jangan, dong!" Ucap Anisa.
"Ya kan gue cuma ngomong, Nis!" Ucap Elang sembari mengeluarkan ponsel miliknya.
"Dia pasti sakit hati banget sekarang, Kak. Padahal kata Louis, Betrand itu udah benar benar cinta mati sama ceweknya!" Ucap Anisa.
Elang menghela nafas panjang. "Makanya, jangan mengejar mati matian sesuatu yang nggak dibawa mati! Giliran diselingkuhin mati beneran tuh orang!" Ucap Elang.
Anisa hanya tersenyum.
"Bersikap sewajarnya. Bertindak sewajarnya. Nggak usah berlebihan. Jangan terlalu berharap pada sesama manusia, kalau lu punya Tuhan!" Ucap Elang terdengar cukup bijak.
Anisa manggut manggut.
"Dah ah, gue laper! Makan, yuk! Tapi Budhe belum masak!" Ucap Elang kemudian.
"Bilang aja suruh masakin!" Sahut Anisa sambil menyeruput susunya.
Elang nyengir. Wanita itu lantas bangkit, mulai membuatkan sarapan untuk sang kakak yang mulai merasa lapar.
Sedangkan Elang kini diam diam mengirimkan pesan untuk salah satu kawannya.
"Kirim lokasi ke Louis. Sekarang!"
__ADS_1
...----------------...