(Bukan) Perampas Mahkotaku

(Bukan) Perampas Mahkotaku
087


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul tiga pagi. Laki laki berparas tampan itu nampak mondar mandir di ruang tamu rumah megahnya. Sejak tadi ia sibuk dengan ponselnya. Mencoba menghubungi Betrand yang tak pulang hingga kini.


Di atas sofa panjang ruang tamu itu, Nyonya Martha tak henti menangis sembari memijat mijat pelipisnya. Wanita itu kini berusaha ditenangkan oleh suaminya.


Beberapa jam yang lalu, dua buah vidio secara serentak masuk ke nomor ponsel seluruh anggota keluarga Davis dan Rhea. Sebuah video yang menunjukkan adegan panas antara Rhea dan Luke.di dua tempat yang berbeda. Sebuah adegan yang terekam dengan cukup jelas baik suara maupun gambarnya. Dalam salah satu vidio bahkan terdengar pembicaraan antara sepasang pria wanita itu mengenai perselingkuhan yang sudah terjadi kurang lebih dua tahun lamanya. Luke mengatakan bahwa Rhea kini tengah mengandung anaknya. Serta pengakuan Luke yang menduga bahwa Rhea adalah otak dari masuknya Luke ke penjara guna menutupi perselingkuhan diantara mereka. Sebuah peristiwa yang beberapa bulan lalu sempat membuat geger keluarga Davis sampai sampai membuat Louis hengkang dari rumah itu lantaran dituduh menjadi otak masuknya sang saudara kandung ke dalam sel tahanan.


Entah siapa pengirim vidio tersebut. Namun dengan beredarnya dua vidio pendek di tengah tengah dua keluarga besar tersebut, hal itu sukses membuat kegaduhan dan keriuhan di tengah tengah keluarga yang harusnya sebentar lagi akan menjadi besan itu.


Tuan Steve bahkan sudah menghubungi pihak keluarga Rhea. Meminta acara pernikahan yang sudah sangat matang itu untuk diundur. Luke, Rhea, dan Betrand harus dipertemukan. Namun sayang, hingga sampai saat ini, ketiga manusia itu hilang bak ditelan bumi. Semua belum kembali ke rumah. Nomor ponsel tidak aktif. Ketiganya pergi tanpa kabar bahkan hingga kini saat hari mulai memasuki Subuh.


Nyonya Martha kini benar benar hancur. Ia benar benar syok. Calon menantu yang sangat ia sayangi, sangat ia banggakan, sangat ia agung agungkan, rupanya selama ini sudah bermain gila dengan keponakan yang sudah ia anggap seperti anak sendiri. Keduanya bermain api di belakang sang putra tunggal. Sesuatu yang sama sekali tidak pernah terbayangkan oleh Nyonya Martha.


Kini Betrand tak ada kabar. Louis bahkan sudah sempat mencoba mencari Betrand dan terus menghubunginya hingga saat ini, namun pria itu sama sekali tak terdeteksi di mana keberadaannya. Ponselnya mati. Ia mencari ke seluruh tempat yang mungkin pria itu datangi juga tidak ada. Sungguh, keluarga besar Davis benar benar dibuat khawatir oleh cucu ketiga Tuan James itu.


"Betrand, lu kemana, Bro! Angkat!!!" ucap Louis sambil terus mondar mandir mencoba menghubungi keponakannya itu. Lagi lagi, tak ada hasil.


Louis mematikan sambungan teleponnya lantaran tak membuahkan hasil. Laki laki itu kemudian berbalik mencoba menghubungi Luke. Lagi, tak bisa dihubungi.


Louis menghela nafas panjang. Ia mengucap istighfar dibalik kekalutannya. Laki laki itu kemudian mendekati Om dan Tantenya yang berada di sofa ruang tamu.


"Om, Tante, aku izin keluar, ya. Aku mau coba cari Betrand sekali lagi," ucap Louis yang sejak tadi justru menjadi yang paling sibuk. Dia yang paling muda. Dia yang mungkin juga yang paling tegar di banding Om dan Tantenya. Sebagai seorang sepupu yang memang tumbuh besar bersama sama dengan Betrand, laki laki itu juga memiliki kekhawatiran tersendiri pada Betrand. Ia tahu, seberapa cintanya Betrand pada Rhea. Betrand pasti sangat hancur sekarang. Wanita yang sangat ia damba dambakan dan ia agung agungnya ternyata bermain gila dengan Luke di belakangnya. Tak tanggung tanggung, dua tahun Betrand dibohongi. Padahal pria itu seolah sudah memberikan semuanya untuk Rhea, namun cintanya di khianati. Pasti sakit sekali rasanya.


Louis bergegas pergi meninggalkan ruang tamu. Ia berjalan menuju mobil miliknya lalu melajukan kendaraan itu dengan kecepatan sedang menyusuri jalanan ibu kota yang masih lengang.


Louis menguap. Ia mengedarkan pandangannya ke depan serta pinggiran jalan, barangkali ia bisa menemukan sosok Betrand disana. Hingga tiba tiba...


Drrtt.... Drrrtt....


Ponsel di atas dasboard itu bergetar. Louis buru buru meraih ponsel itu. Barangkali ada kabar dari Betrand.


Louis terdiam sejenak. "Astaghfirullah haladzim," ucapnya. Sebuah panggilan vidio dari Anisa masuk ke dalam ponselnya. Jam sudah menunjukkan pukul setengah empat pagi. Wanita itu pasti sudah bangun. Ia pasti mengira jika Louis kesiangan untuk tahajud.


Louis dengan cepat mengusap tombol hijau disana. Membuat layar benda canggih itu kini terpampang wajah cantik berbalut mukena putih milik kekasih hatinya.

__ADS_1


Louis tersenyum manis. "Assalamualaikum, Sayang," siapanya manis.


"Wa Alaikum Salam," jawab Anisa dari seberang sana. Louis meletakkan ponselnya di atas dasbor, menyandarkannya di kaca depan mobil mewah itu. Tepat di hadapannya.


"Kamu lagi di mobil?" tanya Anisa.


Louis tersenyum. "Iya. Kok tahu?" tanya Louis.


Anisa terkekeh. "Kan keliatan dari sini..." ucapnya.


Laki laki itu terkekeh. "Kamu pasti ngira aku belum bangun, kan?" tanyanya.


Anisa mengangguk. "Emang kamu lagi dimana sekarang? Ngapain jam segini bawa mobil? Mau kemana?" tanya wanita itu.


Louis tersenyum. "Ada masalah besar dalam keluarga aku, Nis."


"Masalah? Masalah apa lagi? Kamu kenapa?" tanya Anisa terlihat sedikit khawatir.


"Bukan aku, Sayang. Tapi kali ini Betrand," ucap Louis.


Louis diam sejenak, lalu menghela nafas panjang. Pria itu kemudian mulai menceritakan semua yang terjadi hari ini. Tentang fakta perselingkuhan yang terkuak antara Rhea dan Luke. Tentang video tak senonoh yang dikirimkan oleh seseorang yang tak dikenal ke ponsel milik seluruh anggota keluarga Davis dan Rhea. Semua Louis ceritakan pada wanita itu.


Rencana pernikahan yang tinggal menghitung jam terancam gagal. Hubungan keluarga yang baik mungkin juga akan sedikit berantakan.


Badai kembali menerpa keluarga konglomerat itu. Jika sampai ini terdengar oleh media, maka nama baik keluarga Davis dan Rhea sudah pasti akan tercoreng. Tidak menutup kemungkinan juga nama Louis akan terseret, mengingat keberadaan Luke tak begitu terendus oleh khalayak ramai.


Belum lagi jika kabar ini sampai ke telinga sang kakek. Maka besar kemungkinan laki-laki itu juga akan terkejut dan akan berdampak pada kesehatannya. Mengingat pria tua itu juga sudah mengetahui tentang rencana pernikahan Betrand dan Rhea yang akan diselenggarakan pagi ini. Tapi kini semua tinggal kenangan. Betrand, Rhea, dan Luke sama sekali tak ada kabar hingga detik ini. Entah bagaimana nasib mereka semua nantinya setelah ini.


Anisa nampak terkejut. Ia terdiam mendengar cerita dari Louis. Kini Anisa justru berfikir, betapa beruntungnya ia. Betapa baiknya Tuhan menyelamatkan dirinya. Ia yang niatnya datang ke kota ini untuk mencari Luke justru dipertemukan dengan Louis. Laki-laki baik hati yang memiliki sifat jauh bertolak belakang dari kembarannya itu.


Andai kala itu Anisa dipertemukan dengan Luke, laki-laki yang sudah menjamahnya hingga mengandung seorang anak, akan jadi seperti apa nasibnya? Dengan calon istri dari sepupunya sendiri saja laki-laki itu tega, apalagi dengan dirinya yang hanya wanita kampung. Maha Sempurna Tuhan dengan segala skenarionya!


Anisa mengangguk, mendengarkan dengan seksama ucapan demi ucapan yang keluar dari mulut Louis.

__ADS_1


"Sekarang yang aku takutkan adalah kehancuran keluargaku, Nis. Hubungan antara Luke dan Betrand sudah pasti akan sangat hancur setelah ini . Belum lagi jika sampai video itu tersebar luas, bisa aja nantinya akan menjadi salah paham yang ujung-ujungnya saya lagi yang kena. Ditambah lagi dengan kondisi kakek, bagaimana cara kami menjelaskannya nanti pada kakek tentang batalnya pernikahan cucu ketiganya. Aku bingung, Nis," ucap Louis.


Anisa menghela nafas panjang. "Semua akan baik baik aja, Sayang. Maaf, tapi mungkin dengan begitu, sudah waktunya kamu jujur sama semua orang, tentang keberadaan saudara kembar kamu yang selama ini nggak banyak orang tahu. Kalau sampai nanti vidio itu sampai ke media, stop, jangan mau lagi menanggung aib adik kamu. Kamu juga harus jujur. Penjara nggak bisa menyadarkan adik kamu. Mungkin sanksi sosial bisa. Kamu harus belajar untuk tegas. Biarkan dia menyelesaikan masalahnya sendiri nantinya. Sekarang yang terpenting, cari Betrand dulu, pastikan sepupu kamu aman. Mungkin kamu bisa cari ke tempat tempat yang sering dia kunjungi, atau tempat tempat yang sepi. Biasanya kan orang kalau sedih suka menyendiri. Coba aja kamu cari ke tempat tempat yang seperti itu. Ajak dia pulang, pastiin dia aman. Nanti, setelah itu, kamu temui Kakek, jelasin sama beliau pelan pelan. Beri penjelasan dan pengertian. Kamu kan cucu kesayangannya, aku yakin kamu bisa bicara dengan benar sama Kakek, biar dia mengerti dan nggak syok," ucap Anisa.


Louis diam. Ia tersenyum menatap layar ponselnya.


"Nis..." ucap Louis.


"Apa?" jawab Anisa.


"Sayang...."


"Iya...."


"Kamu tahu nggak, sekarang aku makin bangga sama kamu," ucap Louis sambil terus melajukan kendaraannya. "Ternyata keyakinan aku untuk memperjuangkan kamu itu nggak sia-sia. Keputusan aku untuk menikahi kamu itu juga sangat tepat."


"Nggak salah aku mengibaratkan kamu seperti berlian. Kamu terlahir dari keluarga sederhana tapi istimewa. Keluarga yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan kasih sayang. Kamu besar dengan didikan agama yang kuat. Membuat kamu tumbuh menjadi wanita yang istimewa. Kamu tidak perlu menunjukkan diri kamu tinggi dengan kekayaan, prestasi, nama besar, nama baik, ataupun sejenisnya. Kamu cukup menjadi diri kamu sendiri. Yang sempurna dengan segala kepolosan dan kesederhanaan yang melekat dalam diri kamu. Kebaikan kamu, ketulusan kamu, kecantikan hati kamu, semua sudah cukup untuk membuat kamu terlihat sempurna. Makasih, Nis. Sudah datang padaku dan bersedia menerimaku sebagai calon suami kamu," ucap Louis.


Anisa tersenyum. "Justru aku yang beruntung. Dibalik luka masa lalu ku, dibalik niatku mencari kembaran kamu untuk meminta pertanggungjawaban, Tuhan justru mempertemukan aku sama kamu. Laki laki berparas sama, tapi memiliki sifat yang jauh lebih baik dari pria yang dulu sudah menjamahku dengan paksa. Maaf ya, kita bertemu disaat aku sudah ternoda. Dan maaf juga, kalau dulu aku pernah meragukan kamu," ucap Anisa.


Louis tersenyum. "Seperti yang aku bilang, berlianku tetap akan menjadi berlian yang mahal meskipun dia terjebak di tengah lumpur yang kotor sekalipun,” ucap Louis.


Anisa tersipu malu. "Jadi baper..." ucapnya.


"Masak? Cium dong kalau baper!" ucap Louis sembari memonyongkan bibirnya di akhir kalimatnya.


"Ih, nggak mau!!" ucap wanita itu sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Louis terkekeh. "Jangan dimatiin ya, videonya. Temenin aku nyari Betrand," ucap Louis.


Anisa tersenyum. "Iya. Tapi nanti kalai udah masuk Subuh jangan lupa sholat dulu, ya," ucap Anisa.


"Iya, cantik..." jawab laki laki itu.

__ADS_1


Keduanya pun terkekeh. Louis melanjutkan pencariannya ditemani sambungan video bersama wanita kesayangannya.


...----------------...


__ADS_2