Ada Dia Di Antara Kita

Ada Dia Di Antara Kita
Benarkah Dia?


__ADS_3

"Jadi Fani gak ada di rumahnya?" tanya Airin saat Azka menghubunginya malam hari itu.


"Iya, seminggu lagi aku akan ke tempat kerjanya."


"Memang dia kerja apa?"


"Jadi LC."


"LC itu apa?" tanya Airin tak mengerti.


"Pemandu karaoke. Ya, kisah hidupnya rumit. Ternyata kepergian Kak Arka berdampak juga pada Fani. Semoga saja setelah aku bertemu dengan dia, dia bisa kembali ke jalan yang benar."


"Iya, semoga saja."


"Hmm, Ai, kamu udah jadian sama Revan?"


Airin terdiam beberapa saat. Dia sendiri bingung harus menjawab apa. "Hmm, aku..."


"Kalau kamu memang udah jadian gak papa. Gak usah disembunyiin dari aku. Kita masih bisa bersahabat."


"Makasih ya, Ka."


"Makasih buat apa? Justru aku yang makasih sama kamu. Dekat sama kamu itu mengajarkanku banyak hal."


Mendengar perkataan Azka lewat panggilan telepon saja sudah membuat matanya berkaca-kaca.


"Ya udah, aku matiin ya. Met malem."


"Malem juga." Kemudian Airin mematikan panggilannya dengan Azka.


Beru juga dia merebahkan dirinya, ada panggilan video masuk dari Revan. Airin tersenyum kecil lalu mengangkat panggilan video itu.


"Akhirnya nyambung juga. Habis telepon sama siapa?" tanya Revan.


"Sama Azka, itu ceritain Fani, pacar kakaknya dulu."

__ADS_1


"Oo, kamu udah ngantuk?" tanya Revan. Terlihat dia masih duduk di dekat meja belajarnya.


Airin menggelengkan kepalanya. "Kamu masih belajar?"


"Udah selesai, tadi cuma mengulang materi saja."


"Pantas ya pintar. Kamu rajin banget. Calon orang sukses nih."


"Iya, semoga saja. Agar aku bisa membahagiakan pasangan aku kelak."


Airin mencebikkan bibirnya. Bocah umur 17 tahun sedang berandai-andai tentang masa depan. "Siapa?"


"Kamu, jika Tuhan mengizinkan."


Seketika Airin tertawa. "Revan si kulkas ternyata bisa ngegombal juga ya."


"Emang kamu gak punya impian dan cita-cita tentang masa depan? Hidup harus punya impian, agar kita semangat menjalaninya."


"Iya, kamu benar. Aku hanya ingin mata batin aku tertutup baru aku bisa memikirkan bagaimana masa depan aku."


"Iya sih. Tapi kadang aku takut aja sama mereka."


"Kalau kamu butuh bantuan, aku siap membantu kamu untuk menuntaskan semua misteri."


Airin tertawa cukup keras yang membuat Ayla mendengar suara adiknya. Tanpa permisi Ayla membuka pintu dan naik ke atas ranjang. "Ciieee, vc sama pacar."


"Ih, Kak Ayla ganggu aja. Sana.." Airin menggeser tubuhnya karena Ayla ikut muncul di layar videonya.


"Ayah!! Nih, adek pacaran lewat video call sampai malam!!" teriak Ayla dengan sengaja menggoda adiknya, karena begitulah kerjaan jomblo yang iri pada pasangan baru.


"Kak, ih.." Airin akhirnya turun dari ranjang. "Van, sorry ya. Kak Ayla ganggu aja."


"Ya udah, met malam ya.."


"Met malam juga."

__ADS_1


"Kiss bye nya mana?" teriak Ayla.


"Kak, keluar dari kamar aku. Lain kali gak boleh sembarangan masuk!" Airin menarik piyama Ayla agar keluar dari kamarnya.


"Habis aku tadi denger suara kamu keras banget kan aku jadi curiga, takutnya kamu aneh-aneh lagi, vcs misal."


"Ih, apaan. Dih, bilang aja kalau iri." Airin mendorong kakaknya agar keluar dari kamarnya.


"Iya Airin, aku iri banget!" Ayla menghentakkan kakinya lalu kembali ke kamarnya.


...***...


Beberapa hari telah berlalu, setelah mempersiapkan diri untuk mengikuti olimpiade, kini saatnya mereka berjuang. Olimpiade itu dilaksanakan di salah satu kampus ternama.


"Ka, Airin udah datang?" tanya Revan yang baru saja memarkir kendaraannya.


"Belum. Kan lo pacarnya ngapain tanya gue." Sejujurnya jauh di dalam lubuk hati Azka masih belum rela jika Airin jadian dengan Revan.


"Dari tadi gue WA tapi cuma centang satu." Revan kini berjalan menuju gerbang kampus dan menunggu Airin di sana.


Beberapa saat kemudian Airin datang. Mereka bertiga segera berjalan menuju ruang olimpiade bidang Matematika. Karena ramainya peserta yang mengikuti, tanpa sengaja Azka menabrak seorang mahasiswa. Azka menahan tubuhnya, mereka saling bertatapan. Sepertinya Azka tidak asing dengan wajah itu.


"Kak Fani ya?"


Seketika Fani melepas tangan Azka lalu dia berlari menjauh.


"Tunggu dulu!"


"Ka, mau kemana? Sebentar lagi mau dimulai."


Langkah Azka terhenti. Dia urung mengejar Fani. Tapi benarkah dia Fani yang Azka cari? Atau hanya mirip saja?


💕💕💕


.

__ADS_1


Like dan komen ya ..


__ADS_2