Ada Dia Di Antara Kita

Ada Dia Di Antara Kita
Tidak Sadar


__ADS_3

"Kemana Airin dan Revan, kok sepi?" tanya Alvin saat baru masuk bersama istrinya ke dalam rumah.


"Gak tahu, Mas. Apa masih diluar?"


Kemudian Alvin mengambil ponselnya, ada pesan dari Airin yang bertanya tentang kunci motor Revan. "Kunci motor Revan kebawa di saku aku. Lalu mereka kemana?"


Rili melihat minuman dan makanan yang masih berada di atas meja. Lalu dia mendongak ke atas. "Mas, apa mereka ada di kamar?"


Seketika Alvin menaiki tangga dengan jenjang yang diikuti oleh Rili. Mereka berhenti di depan pintu kamar Airin sesaat dan menempelkan telinga mereka. "Apa yang mereka lakukan di dalam?"


Alvin membuka pintu itu. Matanya melebar saat melihat Revan berada di atas tubuh putrinya. Mereka masih berciuman dengan tangan Revan yang sedang menggerayangi tubuh Airin.


Alvin melangkah jenjang mendekat dan menarik Revan agar dia melepas tubuh putrinya.


Plak!


Satu tamparan keras mendarat di pipi Revan. "Apa yang sudah kamu lakukan sama Airin?!"


Revan merapikan kaosnya yang tersingkap dan menaikkan resleting celananya yang sempat dia turunkan sedetik sebelum kedua orang tua Airin masuk. "Maaf Om, saya..."


Rili menutupi tubuh Airin dengan selimut. "Airin, kenapa kamu pakai baju kayak gini?"


Airin hanya memegang kepalanya yang terasa sangat pusing.


"Aku udah kasih kamu kepercayaan tapi kamu rusak! Mulai sekarang kamu jangan lagi dekati Airin!" bentak Alvin dengan keras.


"Tapi Om, saya..." Revan menghentikan perkataannya. Dia tidak bisa membela dirinya sendiri karena dia merasa memang salah.

__ADS_1


"Tapi, apa? Gak sengaja? Kebablasan? Kalau seandainya aku gak datang kalian pasti sudah melakukannya. Masa depan kalian itu masih panjang, jangan dirusak seperti ini." Emosi Alvin semakin meluap.


"Iya Om, ini salah saya. Saya akan bertanggung jawab."


"Tanggung jawab apa! Lebih baik akhiri hubungan kalian! Jangan pernah ajak Airin keluar atau mengantar dia pulang!"


Revan hanya terdiam. Dia merasa sangat bersalah dengan apa yang dia lakukan. Bisa-bisanya bibir dan tangannya tidak bisa dia kontrol untuk berhenti menjamah tubuh Airin.


"Ini kunci kamu, sekarang kamu pulang!" Alvin memberikan kunci motor Revan dan mengusirnya.


Tidak ada yang bisa dilakukan Revan selain pulang sekarang juga. Dia mengambil jaketnya dan keluar dari kamar Airin. "Saya permisi."


Alvin menghela napas kasar lalu melihat putrinya yang masih memegang kepalanya. "Airin, Ayah sudah berulang kali bilang sama kamu, jaga diri kamu baik-baik!"


"Aku sudah ngapain?" Airin tak mengerti dengan apa yang terjadi. Dia juga melihat dirinya sendiri, mengapa dia bisa memakai dress pendek dan seksi seperti ini.


"Tapi Ayah, Revan gak mungkin lakuin itu. Revan cowok baik-baik."


"Kalau Revan cowok baik-baik, dia tidak akan menyentuh kamu." Alvin menghela napas panjang lalu keluar dari kamar Airin.


"Bunda, sebenarnya apa yang terjadi sama Airin?" Airin memeluk Bundanya. Air mata itu telah mengembun di pelupuk matanya. Dia tidak ingin putus dengan Revan. Dia benar-benar tidak tahu apa yang terjadi.


"Ai, kamu benar-benar gak sadar dengan apa yang kamu lakukan?"


Airin menggelengkan kepalanya. "Tadi Revan memang numpang ke toilet, kan toilet di bawah rusak. Jadinya Airin suruh ke kamar, setelah itu aku melihat bayangan masuk ke dalam kamar, Airin mengikutinya tapi Airin justru terkunci di dalam kamar bersama Revan. Setelah itu..." Airin menghentikan perkataannya. Dia berusaha mengingat apa yang terjadi tapi dia tidak ingat, hanya saja sekarang dia merasa bibirnya masih berdenyut dan menebal.


"Setelah itu? Kamu gak ingat?"

__ADS_1


Airin menggelengkan kepalanya.


"Airin kamu lihat diri kamu, Revan hampir saja melakukan hal diluar batas sama kamu. Lain kali, kamu harus jaga diri. Jangan terpengaruh oleh bujuk rayu Revan sampai kamu gak sadar dengan apa yang dilakukan Revan. Sekarang kamu ganti baju. Jangan pernah pakai rok pendek seperti ini lagi." kata Rili lalu dia turun dari ranjang putrinya dan berjalan keluar dari kamar Airin.


Airin hanya terdiam. Dia masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi. "Kenapa aku bisa pakai baju ini ya. Mana mungkin aku pakai baju kayak gini di depan Revan." Airin turun dari ranjang dan menutup pintunya. Dia melihat bibirnya di depan cermin. "Bibir aku rasanya tebal gini." Bibirnya memang terlihat merah, bahkan ada sedikit bekas gigitan di bagian bawah.


"Masak iya Revan sampai kayak gini?" Airin masih meraba bibirnya. Kemudian dia melihat bra yang tidak menutup dengan sempurna. "Sebenarnya apa yang sudah Revan lakukan?" Dia segera ke kamar mandi untuk mengganti pakaian dan mengecek ce la na dalamnya yang terasa basah.


Airin semakin bingung dengan dirinya, dia merasa ada gairah yang baru saja terpancing. "Revan sudah ngapain sih sebenarnya? Kenapa aku bisa gak sadar?"


...***...


"Mas." Rili duduk di samping suaminya yang masih terlihat emosi. "Airin gak sadar dengan apa yang dia lakukan. Sebelumnya dia melihat bayangan yang masuk ke dalam kamarnya."


"Tetap saja, mereka salah. Aku gak bisa bayangkan kalau kita gak cepat pulang, pasti mereka sudah melakukannya. Aku kira Revan bisa menjaga Airin. Ternyata kepercayaan aku sudah dia rusak." Alvin mengusap wajahnya. Dia merasa gagal menjaga putrinya.


Rili kini mengusap bahu Alvin. "Kita awasi Airin lebih ketat. Tapi aku yakin, mereka ngelakuin itu pasti tanpa sengaja karena Airin benar-benar gak sadar dengan apa yang dia lakukan."


Alvin menghela napas panjang untuk kesekian kalinya. "Mungkin ini balasan atas perbuatan aku dulu sama kamu. Jadi seperti ini perasaan orang tua saat tahu anaknya disentuh orang lain."


"Mas, tapi kita dulu masih di batas wajar. Yang lalu biarlah berlalu. Yang penting sekarang kita jaga Airin dan Ayla sama-sama. Pergaulan zaman sekarang memang semakin keras."


"Iya, kita harus bisa menjaga mereka. Biarkan Airin dan Revan jaga jarak dulu. Nanti kalau memang mereka sudah lulus kuliah dan sudah menata masa depan, baru aku akan mengizinkan mereka berhubungan." kata Alvin. Untuk saat ini hubungan Airin dan Revan sedang dalam pantauan Alvin.


💕💕💕


.

__ADS_1


Like dan komen..


__ADS_2