Ada Dia Di Antara Kita

Ada Dia Di Antara Kita
Tidak Bisa Bersama Lagi


__ADS_3

Alvin kini masuk ke dalam ruang BK untuk menyelesaikan masalah putrinya. Dia bersalaman dengan Pak Widodo dan juga wali kelas Airin yaitu Bu Nurul. Lalu dia duduk di hadapan kedua guru itu.


"Bu Nurul, tolong hentikan anak-anak yang menyebar video itu. Di sini putri saya adalah korban. Mereka dijebak."


"Kami masih mendalami masalah ini. Bagaimana bisa Airin dan Azka berkeliaran di klub malam. Sudah pasti mereka sengaja datang ke tempat itu," kata Bu Nurul.


Beberapa saat kemudian Azka dan Ibunya masuk ke dalam ruang BK. Mereka duduk berdampingan.


"Azka, kamu yang mengajak Airin ke klub itu?" tanya Alvin sambil menatap Azka.


Azka menganggukkan kepalanya. "Iya. Saya ke tempat itu mencari seseorang. Saya memang salah sudah mengajak Airin. Saya juga yang salah melakukan itu pada Airin. Jika memang Om tidak bisa menerima apa yang sudah saya lakukan pada Airin, saya siap Om tuntut."


"Azka, tapi kamu kan juga tidak salah. Kalau mereka tidak kasih kamu obat, kamu tidak akan melakukan itu," kata Bu Isti. Dia tidak rela jika putranya harus menanggung kesalahan yang tidak sengaja dia lakukan.


"Tapi Bu, tetap aku yang salah. Aku cuma bayangkan gimana perasaan Airin sekarang. Aku sudah hampir merusak dia dan sekarang video itu justru tersebar. Airin pasti sangat malu dan sedih, sudah sepantasnya aku menerima hukuman."


Bu Isti hanya bisa mengusap punggung Azka. Putranya sangat baik, mengapa dia mendapat cobaan seberat ini.


"Azka, aku gak akan menuntut kamu. Tapi mulai sekarang kamu jauhi Airin, dan bersihkan nama Airin di sekolah ini," kata Alvin. Dia tidak mungkin menuntut Azka atas perbuatan yang tidak dia sengaja.


"Azka, tapi pihak sekolah akan tetap menjatuhkan sanksi pada kamu karena tidak seharusnya kamu datang ke tempat malam seperti itu." kata Pak Widodo.


Azka hanya menganggukkan kepalanya.


"Azka, kamu adalah salah satu siswa yang mendapat beasiswa di sekolah ini. Kamu harus memberi contoh yang baik dan harus berprestasi agar akreditasi sekolah ini terus meningkat, jika kamu membuat citra sekolah ini buruk, kita semua khawatir jika nantinya ada donatur yang akan mundur."

__ADS_1


"Pak, putra saya memang salah sudah datang ke tempat malam itu. Tapi semua kesalahannya ini tidak sengaja. Tolong beri Azka kesempatan agar dia bisa menunjukkan prestasinya," bela Bu Isti pada putranya.


"Iya, kami memang memberi kesempatan pada Azka tapi tetap dia harus menerima hukuman. Azka kami skorsing selama satu minggu, karena perbuatannya sudah membuat kegaduhan seluruh murid di sini."


"Tapi, Pak..."


"Maaf Pak, tidak bisa seperti itu." Revan masuk ke dalam ruangan bersama Rega. "Saya membawa saksi. Dia yang menyuruh teman-temannya untuk memberi obat pada Azka." Revan menyenggol Rega agar memberi penjelasan yang benar. Tak lupa dia merekam Rega agar ada video klarifikasi atas kasus Airin dan Azka.


"Iya, saya yang menyuruh teman saya memberi obat pada Azka. Saya hanya iseng dan ingin main-main saja, tidak ada maksud lain."


"Maksud kamu apa?" Seketika Alvin berdiri dan menyergap Rega. "Itu putri saya, tidak pernah kenal dan mengusik hidup kamu."


"Iya Pak. Saya minta maaf. Saya hanya iseng saja. Saya akan menanggung akibatnya."


Alvin melepaskan sergapannya, dia menghela napas panjang lalu kembali duduk. "Putri saya hanya butuh namanya dibersihkan, dan video dihapus untuk selamanya."


"Ya sudah. Sekali lagi kamu berulah, saya akan tuntut kamu." Alvin menunjuk pada Rega. "Dan kamu Azka, jauhi Airin. Saya permisi dulu, karena ada pekerjaan penting. Hari ini Airin izin tidak masuk karena dia sedang tidak enak badan." Kemudian Alvin keluar dari ruang BK.


"Saya juga permisi." Revan menarik Rega keluar dari ruang BK dan berjalan ke bawah tangga karena ada satu hal yang akan dia sampaikan setelah menyebarkan video klarifikasi itu ke semua grup. "Lo ingat satu lagi, lepaskan yang namanya Fani itu."


"Gak bisa gitu. Dia aset gue. Dia juga partner gue."


Revan menatap tajam Rega. "Kalau memang dia lo jadikan partner terserah lo, tapi biarkan dia memilih pekerjaan lain." Revan mengeluarkan kartu nama perusahaan Papanya. "Suruh datang ke tempat Papa. Biar dia magang di sana. Gue gak mau masalah ini terus berlarut dan Airin terlibat lagi."


"Oke, asal lo mau investasi ke klub gue."

__ADS_1


"Gua gak mau investasi ke usaha lo yang haram kayak gitu. Biar Papa aja yang urus dengan perusahaan bokap lo."


"Oke, Tuan Revan. Gue pulang dulu. Lain kali kalau mau karaoke plus-plus, gratis buat lo."


"Sial lo!" Revan membalikkan badannya tapi terhenti karena ada Azka yang menghampirinya.


"Gue minta maaf dengan apa yang gue lakuin pada Airin. Makasih lo datang tepat waktu. Makasih juga lo udah bantu gue."


Revan hanya menatap datar Azka. Semua yang Azka lakukan kemarin tidak akan bisa dia lupakan. "Lo jauhi Airin." Hanya itu yang dia katakan. Kemudian Revan melangkahkan kakinya dan pergi meninggalkan Azka.


Azka berjalan perlahan menuju kelas.


Airin, mulai sekarang kita tidak akan bisa bersama lagi walau hanya sekedar menjadi sahabat.


💕💕💕


.


Like dan komen ya..


.


Nanti ada kisah misteri lagi ya. Masih berlanjut kok. Luama, sampai mereka lulus SMA, terus kuliah, terus nikah. 🤭 penasaran kan akhirnya Airin sama siapa.


.

__ADS_1


BTW yang punya kisah misteri bisa kirim ceritanya ke kolom komentar, siapa tahu nanti bisa dibantu Airin.. 🤭


__ADS_2