Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
ketahuan paparazi


__ADS_3

"ting...." ponsel Ziva langsung heboh karena pesan spam dari teman temannya.


"Ziva... lihat ini..." mengirimkan link pada Ziva


"bukannya kamu akan menikah dengannya... tapi ini ada berita jika kekasihmu sudah menikah... mana yang benar." teman lainya


ada banyak lagi yang mengirimkan nya pesan, karena merasa terganggu Ziva pun membuka ponselnya dan betapa syoknya dia melihat isi pesan pesan itu dan membuka link itu membuatnya ingin meledak.


yang membuat Ziva semakin kepanasan ada banyak komentar positif yang memuji kecantikan natural Anna dan banyak juga yang memuji kalau mereka pasangan yang serasi.


Ziva pun sesegera mungkin langsung pulang dengan perasaan yang sudah mendidih oleh api yang membara. melihat foto itu yang tampak baru keluar dari dokter spesial kandungan, yang berarti Adryan menemani Anna pemeriksaan.


"dimana Adryan..." tanya Ziva begitu tiba di mansion, bukanya mencari anaknya melihat apakah baik baik saja setelah dia tinggal.


"belum pulang Nyonya..." ucap salah seorang pelayan


Ziva lalu pergi ke kamarnya mencoba menenangkan dirinya, dan mendengar suara bayinya menangis.


"ckkkk... tolong diamkan dia... suaranya sangat mengganggu ku." Ziva


kepala pelayan yang mendengarnya sangat syok karena yang dimaksud mengganggu itu anaknya sendiri.


"kenapa dia... pulang pulang sudah seperti kerasukan setan" batin salah seorang pelayan yang melihat raut wajah Ziva yang penuh amarah


"katakan... kenapa bisa Adryan yang menemani Anna kerumah sakit... bukankah itu seharusnya tugasmu... tugas kamu yang memperhatikan dan menemani nya kemana pun. tapi kenapa... kenapa bisa Adryan " Ziva


"itu... tadi tidak sengaja berpapasan dirumah sakit dan Tuan muda ini sudah rewel terpaksa aku harus pulang dan Meninggalkan nyonya Anna. tapi... yang aku lihat Nyonya Anna pergi sendiri mencari dokternya." kepala pelayan


"ohh ya... pergi sendiri... nih lihat... mereka tertangkap kamera paparazi... dan sekarang semua orang tau jika Adryan sudah menikah... dan menemani istrinya untuk pemeriksaan. bukankah itu sosweet." Ziva

__ADS_1


"jadi dia marah karena itu... ya wajarlah Tuan Adryan menemani istrinya kerumah sakit." batin salah seorang pelayan yang sudah tidak menyukai sifat Ziva


sementara Adryan masih belum tau jika dirinya telah menjadi bahan perbincangan disetiap awak media dan sosmed. Anna meminta untuk membelikan sebentar makanan kesukaan nya, tapi yang ada Adryan memilih makan ditempat. Anna tidak menolaknya karena lebih nikmat bila menikmatinya ditempat.


sedangkan ponsel Adryan yang sedari tadi sudah dihubungi oleh Ziva namun karena ponselnya ditinggalkan dimobil membuat Ziva semakin marah bahkan ingin menghampiri mereka langsung tapi Ziva tidak tau keberadaannya.


"ada apa?? kenapa Nyonya Ziva seperti nya marah besar..." tanya pelayan 1


"sepertinya cemburu... karena Tuan menemani Nyonya Anna ke rumah sakit.." pelayan 2


"sudah... jangan bahas bahas yang tidak perlu dibahas... lanjutkan saja pekerjaan kalian." tegas kepala pelayan


"baiklah bu..."


setelah hampir sejam lebih Ziva menunggu akhirnya mereka sudah pulang, dan benar saja mereka pulang bersama membuat Ziva ingin mengoyakkan kulit Anna.


Ziva menghampiri Anna dan ingin menamparnya namun dihadang oleh Adryan.


"baby... kamu membelanya... apa kamu sudah mulai perhatian padanya... kamu sudah jatuh cinta dengannya..." Ziva


"aku tidak mengerti maksud kamu... kami baru pulang dan kamu tiba tiba ingin menamparnya... bukankah itu konyol" Adryan


"iyahhh memang konyol.... tapi itu aku lakukan supaya dia sadar... kalau dia bukan siapa siapa... supaya dia tidak lagi menggoda mu..." Ziva


"siapa yang bilang seperti itu..." Adryan


"nih... lihat... semua media bahkan sosmed sedang membicarakan mu dengannya... bukankah itu suatu kesengajaan... dia pasti sudah mengatur rencananya membayar paparazi untuk diam diam memfoto kalian dan menyebar luaskan. ngaku kamu ******..." Ziva


"Adryan meraih ponsel Ziva dan melihat berita itu."

__ADS_1


"bahkan sekarang teman teman dan sahabatku mempertanyakan ini kebenaran atau tidak... aku malu... padahal aku sudah mengatakan kalau kita akan menikah...(menangis)" Ziva


"ini pasti ulahnya... dia pasti sudah merencanakan ini dengan matang... " Ziva


"baby dengar... ini sama sekali tidak disengaja... aku sendiri yang menemani nya... dia tidak memintaku atau memaksaku... jangan berburuk sangka padanya... aku akan membereskan nanti... pokoknya kamu tenang saja besok aku akan mengadakan konferensi pers... kamu yang tenang ya.. jangan menangis emm" bujuk Adryan menenangkan kekasihnya itu.


Anna yang tadi sempat kegirangan kini kembali bersedih, tentang apa yang Adryan katakan dia akan mengurusnya demi Ziva.


"apa yang kamu harapkan Anna.... huffhhhh...." ucap Anna


"kenapa baru sebentar saja kamu dekat dengannya tapi sudah sebahagia itu... bukannya sadar diri malah baper..." Anna


"emangnya berita apa sihh..." Anna penasaran


Anna melihatnya saja terkejut kok bisa ada orang yang menciduk mereka. baru sebentar memegang ponselnya Cindy langsung menghubungi nya.


"ehhh... Cindy... pasti dia sudah melihat beritanya... fotonya benar benar sangat jelas (foto adryan dan dirinya yang tertangkap paparazi)."


"hallo cin..." Anna


"kamu hamil... kenapa tidak memberitahu ku..." Cindy


"maaf cin... aku tak mau merepotkan mu... kamu jangan marah ya..." Anna


"siapa juga yang marah... aku senang kok... sebentar lagi aku akan punya ponakan... selamat ya sayangku... kapan kapan aku akan kesana... belakangan ini aku sibuk mengurus kantor ayah... ayah ku sedang kurang sehat." Cindy


"titip salam untuk paman dan bibi... jika kamu ada waktu saja... kalau tidak jangan dipaksakan." Anna


Cindy senang mendengar jika Anna hamil, namun Cindy tidak tau jalan ceritanya semua. Anna tidak menceritakan pada Cindy jika Adryan memiliki kekasih lain juga hubungan nya dengan Adryan tidak seharmonis yang Cindy bayangkan.

__ADS_1


sementara Ziva yang semakin hari sekamin geram melihat Anna, baginya Anna dan bayi yang dikandungnya itu bagai ancaman bagaikan sebuah pisau yang sewaktu-waktu mengorok kepalanya.


"pokoknya aku tidak boleh lalai lagi... setiap aku pergi ada ada saja kedekatan mereka... aku tau Adryan tidak menyukainya... tapi wanita itu... dia pasti melakukan ini dengan sengaja... lihat saja... aku akan membuatmu segera angkat kaki dari sini..." Ziva


__ADS_2