Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
khawatir Ziva 2


__ADS_3

drett... drettt.... dretttt...


ponsel Bima berdering padahal dia baru saja pulang dari pertemuan nya dengan Adryan dan itu pukul 00.05, dimana Bima yang baru saja memejamkan matanya.


"astaga.... siapa sihh yang ganggu malam malam gini" Bima


"hahhh... Ziva." Bima


"halo Ziv..." Bima


namun tidak ada suara dari sebelah.


"Ziv.... hallo... " Bima


"hikss... hikss.... hikss." Bima mendengar suara tangisan.


"Ziv kamu kenapa.... kamu nangis... Kamu kenapa menangis... kamu tidak apa apa kan... hallo ziva..." Bima langsung khawatir mendengar suara tangisan Ziva


" menangislah.... keluarkan semua... luapkan semua dengan tangisan mu..." Bima langsung keingat jika Ziva sedang khawatir karena Anna sudah tau semuanya.


Bima menyanyikan sebuah lagu kesukaan Ziva, lagu yang sekiranya bisa membuatnya tenang. dan Ziva semakin mengencangkan tangisan nya hingga perlahan lahan Ziva pun lelah dan berhenti.


"kenapa... apa kamu khawatir dengan Anna... apa dia mengancam mu" Bima


"Bim... aku harus bagaimana" Ziva baru mau bicara namun suaranya masih serak


"aku takut... kalau Ryan tau semuanya..." Ziva


"lalu rencana kamu apa... apa yang bisa aku bantu." Bima berharap Ziva berkata "bawa aku pergi jauh dari sini."


"bisakah kamu menghilangkan Anna dari bumi ini... sejak kehadirannya dikehidupan Ryan... dia menghancurkan semua impian ku." Ziva


Bima sangat terkejut mendengar perkataan Ziva seperti itu, Bima sangat tidak habis pikir dengan sikap Ziva yang berubah 180° dari yang dulu dia kenal.


"apa kamu sudah kehilangan akal sehat.... apa kamu tidak sadar kalau kamu itu sudah sangat keterlaluan..." Bima


"kamu sudah membuatnya kecelakaan bahkan kehilangan anaknya... dan sekarang kamu ingin aku membunuhnya...." Bima


"Ziv... sepertinya aku sangat tidak mengenal mu... aku pikir kamu itu." Bima


"Bim... kamu tidak tau apa yang sedang aku rasakan... aku sudah lama mendambakan akan menikah dengan Adryan... dan itu hanya tinggal menunggu waktunya... tapi wanita itu malah merusak nya" Ziva

__ADS_1


"kamu mau menikah dengannya bukan karena kamu mencintainya... tapi kamu gila hartanya... dan status sosial." Bima


"Bim... kamu" Ziva


"Ziv sadarlah... Kamu juga tau kalau aku juga mencintaimu dan mungkin cintaku lebih besar dari pada adryan... aku akan melakukan segala cara untuk membahagiakan mu... mari ikut aja bersama ku ke Amerika aku akan jamin kamu tidak akan ada masalah dan kekurangan apapun" Bima


"Bima stopppp... kamu bisa apa dengan hanya jabatan seperti itu... aku hanya ingin kamu menghilangkan nya dari bumi ini... wanita itu yang sudah membuat hidupku berantakan seperti ini." Ziva


"mereka memang mungkin sudah ditakdirkan bersama... iklas kan saja mereka bersatu... kamu tidak tau siapa Anna itu yang sebenarnya... dia Livy... Livy yang selalu Adryan cari cari... kamu masih ingat kan... tentang cerita masa kecilnya bersama Livy... jadi sebaiknya kamu berhenti... cepat atau lambat Adryan akan tau siapa Anna itu sebenarnya." Bima


"Bima please kali ini aja... untuk yang terakhir kalinya tolong bantu aku... aku tidak peduli dia siapa dan masa lalunya siapa... aku hanya mau menikah dengan Adryan dan aku juga mau Anna hilang dari muka bumi ini.." Ziva


"kumohon Bim... " Ziva


"maaf Ziv... aku tidak akan pernah melakukan itu... kamu tau membunuh seseorang itu bukan hal mudah apalagi hanya karna hal sepele... aku hanya berharap kamu segera sadar... kamu sudah dibutakan dengan harta dan status sosial..." Bima


"dan aku juga akan mengatakan kebenaran nya pada Adryan kalau kita." Bima


"Bima cukup.... kalau kamu melakukan itu saat itu juga aku akan bunuh diri... lebih baik aku mati saja... dari pada adryan Adryan tau semuanya" Ziva


"aku serius Bim... saat aku tau kalau kamu mengaku pada Adryan aku akan bunuh diri... dan aku bersungguh sungguh..." Ziva lalu mematikan panggilannya karena kesal Bima malah menantang rencana nya.


"Ziv... haloo... Ziva" Bima takut dengan apa yang dikatakan Ziva barusan dan Bima semakin bingung dengan keadaan yang baru saja dimulai.


keesokan harinya saat jam istirahat Eric mengajak Anna untuk sekedar makan siang diluar, dan Anna pun tidak menolaknya karena hatinya sedang merasa tidak baik dan Anna memilih untuk menghirup udara segar.


"kamu baik baik saja... kamu tampak banyak pikiran... apa kamu ada masalah." Eric


"ngak kok... semua aman... dan semuanya baik baik saja (tersenyum)" Anna


"kalau hubungan mu dengan Tuan Adryan bagaimana???" Eric


"maaf kalau aku terlalu lancang bertanya soal itu." Eric


"soalnya Tuan Adryan berdiskusi padaku soal pernikahan nya dengan kekasihnya..." Eric


"ahhh itu... terserah mereka saja... kalau mereka jadinya akan menikah aku senang." Anna


"tapi kenapa hatiku sakit mendengar nya ya... apakah Adryan beneran akan menikahi nya" batin Anna.


"tidakkah kamu mau berinisiatif untuk menceraikan nya terlebih dulu." Eric

__ADS_1


"aku sibuk ric... dan aku tidak ingin buang buang waktu soal itu... biar mereka saja yang mengurusnya... dan lagi aku tidak peduli" Anna


"kenapa hatiku sakit ya..." batin Anna


"apa kamu sudah memikirkan akan kemana kamu begitu kalian akan bercerai... maksud aku" Eric


"aku belum tau ric... aku belum terpikir kesana..." Anna


"aku bisa membantumu... aku bisa mencarikan kamu apartemen yang baru." Eric


"tapi ric itu akan merepotkan mu... dan aku tidak mau hal itu..." Anna


"tenanglah.... aku punya banyak kenalan yang punya gedung apartemen.. dan itu tidak merepotkan sama sekali." Eric


"sungguh aku jadi tidak enak... kamu sudah banyak sekali membantu ku." Anna


Eric hanya tersenyum.


sorenya pun sekitar pukul 16.00 Anna sudah tiba digerbang dan akan masuk kemansion, namun tiba tiba Bima dan menarik tangan Anna.


"Anna tunggu." Bima sambil menahan tangan Anna.


"kamu... mau apa lagi kamu..." Anna terkejut.


"lepaskan tangannya..." ucap Eric yang keluar dari mobilnya.


"apa yang kamu lakukan pada Nyonya... bukankah kamu temannya Tuan dan melakukan istri nya seperti itu." Eric


"maaf bukan seperti itu... tapi aku ada hal yang penting yang ingin aku bahas dengannya." Bima


"tentang apa... maaf aku tidak waktu.. aku ingin istirahat" Anna


"sebentar saja... Livy aku mohon" Bima


"kamu...(terkejut karena Bima menyebutnya Livy didepan Eric). baiklah kamu sudah bisa pulang.. tenanglah aku tidak akan kenapa napa." Anna


"baiklah Nyonya." Eric


"aneh... bukankah Bima itu memanggil nya Livy... dan bukan Anna... dan Anna langsung panik saat itu juga" Eric penasaran.


"dan apa yang mereka perbincangkan.... tampaknya pria itu sangat serius." Eric pun merasa curiga dan mengikuti mereka dari belakang.

__ADS_1


sementara Adryan melihat hal itu dimana Anna baru turun dan hendak masuk, namun tiba tiba Bima datang dan Anna pergi lagi bersama Bima.


"apa apaan itu... hmm... " Adryan


__ADS_2