Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
Masa kecil.


__ADS_3

tepat umur 7 sampai 9 tahun Livy sangat dekat dengan Adryan kecil. setiap sebulan tiga kali Tuan Edward dan Nyonya Edward akan berkunjung kerumah Livy. maka Livy akan sangat senang dan langsung mencari sosok Adryan.


sampai sampai setiap kali mereka akan pulang Livy akan menangis tak membiarkan Adryan kecil ikut pulang.


"tidak... jangan pergi... Iyan jangan pergi... bibi... Iyan nya tinggalkan saja.. huaaaa..." ucap Livy kecil


"tidak bisa sayang... Iyan nya harus pulang harus sekolah juga...." Nyonya Edward


"nak... sudah... kan kapan kapan... nak Iyan akan bermain kesini lagi..." Selena


"tidak mau.... jangan pergi..." sambil menahan tangan Adryan


"kalau begitu aku saja yang ikut bersama paman dan bibi..." Livy


"hahaha..." para orang tua tertawa mendengar Livy yang gemes


"nanti jika sudah dewasa... baru kamu boleh tinggal dirumah bersama kami... dengan catatan kamu harus menjadi menantu kami..." Tuan Edward


"mau... Ivy mau..." Livy


"makanya... kamu disini belajar dengan baik... nanti sudah dewasa kami akan menjemput mu... " Nyonya Edward.


Livy yang polos dan lugu itu pun tidak menangis lagi dan senang mendengar mereka akan tinggal bersama.


kunjungan berikutnya Anna sangat senang mendengar jika mereka akan datang. kedua keluarga itu sudah seperti saudara kandung padahal hanya sebuah persahabatan saja, namun karena mereka saling membantu satu sama lain bahkan saling berbagi juga. sehingga persahabatan mereka sudah melebihi persaudaraan.


"tin...tin..." suara klakson mobil.


"yee...." Livy langsung berlari keluar tanpa memperhatikan jalan Livy tersandung dan terjatuh.


"aduhhh..... huaaa...." Livy menangis


"ehh... sayang hati hati...." Nyonya Edward yang baru turun dari mobil


Adryan yang melihat Livy terjatuh langsung berlari menghampiri nya dan mengusap usap tangan dan kaki Livy.


"sini biar kakak gendong." ucap Adryan kecil. jarak umur mereka hanya lima tahun.


"aduhhh... sini biar mami obatin" selena


"tidak mau... Iyan saja yang mengobatinya." Livy


"hahaha...." Tuan Edward dan ayah Livy tertawa


"aku rasa sebaiknya kita tunangkan mereka dari sekarang... kelihatan mereka tak bisa terpisahkan." Nyonya Edward


"jangan dulu Martha... mereka masih terlalu kecil..." selena

__ADS_1


"kamu kalau berlari atau berjalan hati hati... kalau aku tidak ada paman dan bibi juga tidak ada nantinya gimana..." Adryan


"Iyan takut kalau ivy terluka..." Livy


"emm... lain kali jangan lari sembarang... kalau ada aku atau pun paman dan bibi bisa menjaga mu... kalau tidak ada." Adryan


"kalau begitu kita menikah saja.... biar Iyan bisa menjaga ku terus." Livy


semua orang tertawa mendengar nya.


"nak... kamu bicara apa... dari mana kamu bisa mengerti kata kata seperti itu" Selena


"kata nya... kalau seseorang ingin menjaga orang lain maka menikahlah.... supaya bisa dijaga selamanya." Livy.


"dengarkan paman nak... saat kalian sudah dewasa nanti... Iyan pasti akan menjaga mu... paman berjanji..." Tuan Edward


"janji..." ucap Livy sambil mengulurkan jari kelingking nya


"emm... tapi untuk sekarang... kamu harus jaga diri baik baik... jangan sampai terluka ya..." Tuan Edward


"emmm... tapi aku mau sebuah benda... katanya kalau dua orang sedang membuat janji maka mereka akan bertukar sesuatu seperti cincin." ucap Livy


"sayang.... kamu bicara seperti itu belajar dari mana??" selena terkejut putrinya bisa bicara seperti itu.


"aku belajar dari tv... dan aku sudah menyiapkan sesuatu buat kak Iyan..." Livy


"ini..." Livy mengeluarkan syal


"hahaha.... dari mana kamu membelinya.." selena


"dua hari yang lalu bersama bi Merry." Livy


"iyan... kak iyan apa??" Livy


"ohhh bentar... iyan juga ada sesuatu... bentar" adryan pergi mengambil ke mobilnya


"nih..." Adryan mengeluarkan sebuah beruang kecil untuk gantungan tas.


"wahh... Ivy suka..." Livy


"sini biat Ivy pasangkan." Livy memasang syal itu pada Adryan


"ye... sekarang kita sudah menikah.. hore..." Livy sangat senang hari itu.


suatu ketika saat kedua keluarga itu berencana akan pergi liburan dan mereka menginap di villa. mereka sangat bahagia bisa berlibur bersama dan ada banyak kenangan disana. hingga sebuah musibah datang saat Livy dan Adryan sedang asik bermain di taman belakang. seekor serigala datang mencoba menerkam Livy, namun dengan sigap Adryan datang dan menghadang serigara itu dan menggigit tangannya.


"ayah... mami... paman bibi...." teriak Livy

__ADS_1


dengan cepat mereka datang dan melihat nya, kedua pria dewasa itu dengan cepat menolong Adryan dan memukul serigala itu. serigala itupun melepas gigitannya dan lari kabur, sedangkan Adryan yang tangannya terluka dan mengeluarkan banyak darah.


mereka langsung membawa Adryan ke rumah sakit sedangkan jaraknya cukup lumayan jauh. untungnya saja Adryan baik baik saja, dan dirawat kurang lebih seminggu untuk proses pemulihan nya.


gigitan serigala itu pun membekas hingga dewasa, namun Anna melihat saat dimalam mereka melakukan hubungan intim itu Adryan membuat sebuah tato serigala dan gadis kecil. tepat di bekas gigitan serigala itu.


saat dimana keluarga Livy itu berpisah dan keluarga Edward mengetahui nya karena Merry menghubungi dan memberitahu kan. langsung saja mereka bergegas untu datang mencoba mendamaikan keluarga itu.


"ayah... apa yang terjadi..." tanya Adryan yang melihat ayahnya panik saat menerima panggilan dari rumah Livy


"tidak ada apa apa... kamu disini dulu ya... jaga bunda... bunda sedang hamil." Tuan Edward


"tidak Iyan harus ikut... aku ingin tahu..." Adryan


"sudah... bawa saja dia ikut... aku tidak apa apa tinggal sendiri." Nyonya Edward tengah mengandung Liora saat itu.


mereka pun dengan terburu buru pergi dan sudah sangat malam. begitu mereka tiba dan melihat sepertinya sudah kosong mobilnya juga sudah tidak ada.


"ting...nong...ting...nong..." bel


"Tuan..." Merry langsung menangis begitu melihat Tuan Edward


"ada apa??? dimana mereka... kenapa mobilnya tidak ada." Tuan Edward


"mereka semua sudah pergi...." Merry


"kemana??? mereka pergi bersama???" Tuan Edward


"tidak... nyonya pergi sendirian.. dan Tuan bersama dengan non Livy..." Merry


"apa yang sebenarnya terjadi... coba jelaskan" tuan Edward


"mereka awalnya bertengkar biasa... lalu semakin lama mereka semakin besar... sampai mereka akhirnya memutuskan untuk berpisah." Merry


"lali Livy... bagaimana dengannya." tanya Adryan


"tidak tau Tuan... tapi Tuan besar membawa nya bersama... aku rasa mereka akan pergi ke Amerikan." Merry


"bagaimana kamu tau..." Tuan Edward


"aku bertanya langsung pada Tuan besar." Merry


"lalu bagaimana dengan kamu.." tanya Tuan Edward pada Merry


"mungkin aku akan mencari Tuan yang baru..." ucapnya sedih


"kalau begitu kamu ikut kami saja." Tuan Edward

__ADS_1


Adryan pun menangis saat mendengar Livy pergi, sangat lama untuk keluarga membujuknya untuk tidak berlarut larut dalam kesedihan. bahkan Adryan saat ini Adryan masih tetap merindukan nya meskipun sudah memiliki kekasih. bahkan syal yang livy berikan disimpan dengan baik dilemarinya.


__ADS_2