
akhirnya penantian Anna selama dua bulan tidak bisa kemana mana, kini dokter sudah mengatakan jika dirinya sudah sembuh total.
"ya Tuhan terimakasih.... akhirnya aku bisa bebas juga" ucap Anna
"huhhhh... yeeeeiiii...." teriak Anna.
"maaf dok.. dia terlalu bersemangat" ucap Jho
"kalau begitu kami permisi dok... terimakasih banyak dokter" ucap Jho
Anna langsung keluar dengan sangat senang setelah dua bulan hanya dirumah saja. dan juga tidak diperbolehkan mengerjakan sesuatu.
"yei yei yeiiii..." Anna bernyanyi dengan dengan senang.
"apakah se bahagia itu" Jho
"jelasss dong.. dua bulan aku hanya dikurung di dalam rumah tidak bisa mengerjakan apa punn..." Anna
"sesuai dengan janji ku. kamu mau jalan jalan kemana?" Jho
"emmm... mungkin tidak perlu. aku akan ke kampus aku sudah merindukan mereka." Anna
"baiklah..." Jho
Cindy yang mendengar kabar itu langsung meluncur menemui sahabat nya itu.
"ayooo kita jalan jalan" Cindy
"ayooo..." Anna
"heiii dia baru sembuh total biarkan dia istirahat hari ini, besok dia sudah harus ke kampus dan beraktivitas lagi." Jho
"sttt... " Cindy
mereka langsung pergi begitu saja meninggalkan Jho, namun Jho tidak mempermasalahkan nya dan membiarkan Cindy membawa nya.
"astaga... aku senang sekali kamu langsung datang" Anna
"aku sudah penat sekali didalam truss" Anna
"astaga... itu juga demi kesehatanmu.. dan kamu harus berterimakasih banyak buat pacar mu.. dia merawat mu dengan sangat baik. mungkin jika aku yang mengurus mu yang ada kamu sudah mati" Cindy.
"iss isss..." Anna
"ngomong ngomong kita mau kemana?" tanya Anna
"emmm... aku juga bingung. bagaimana jika nonton" Cindy
"ide bagusss... ayooo" Anna
setelah dua jam setengah mereka menonton.
"astaga... film nya seru, tapi kok endingnya sedih gitu. meski banget ya pemeran wanita dan pria nya berpisah." ucap Anna yang merasa tidak terima dengan endingnya.
__ADS_1
"ya ampun Anna itu hanya film...." ucap Cindy
"ya sudah kita cari makan dulu aku sudah lapar" lanjut cindy
saat mereka tengah asik makan disebuah restoran di mall itu. awalnya baik baik saja namun tiba tiba seorang wanita menghampiri mereka.
"boleh aku gabung." ucap chelsea yang tiba tiba datang.
"kamu" ucap Cindy terkejut sedangkan Anna hanya terdiam
"aku tidak ingin mengganggu kok. aku juga ingin makan tapi tidak ada teman" chelsea.
"maaf tidak bisa." cindy
"silahkan jika mau bergabung" ucap Anna membuat mereka berdua kebingungan.
"naa" bisik Cindy.
"silahkan.." ucap Anna
"makasih" Cindy.
mereka makan bertiga dengan keheningan tanpa ada yang buka suara.
"sekarang aku mengerti alasan Nathan memilih kamu sebagai pengganti ku." ucap chelsea mencoba membuka percakapan
"dia bukan pengganti dia pacar nya sesungguhnya." ucap Cindy yang tidak terima Anna disebut nya pengganti.
"jika kamu ingin memulai keributan silahkan pergi... kamu juga sudah selesai makan bukan" Cindy
"tidakkkk... dia sudah selesai makan. biarkan saja dia pergi. aku tidak suka" ucap Cindy.
"baiklah... aku akan pergi. Anna terimakasih" ucap chelsea lalu pergi.
"astaga... dia melakukan akting dengan sangat pintar. lain kali jika kamu sendiri jangan ladeni seperti tadi langsung pergi saja." Cindy.
"tapi kenapa??? jika niatnya baik?" Anna
"astaga... kamu jangan tolol ya Anna. orang seperti itu pasti punya niat yang tidak baik." Cindy
"sudah sudahh.... jangan dipikirkan lagi. katakan bagaimana hubungan mu dengan direktur itu" ucap Anna mengubah topik pembicaraan
"aku tidak lagi memikirkan nya." Cindy
"kenapa??? bukan nya kemarin kemarin kamu tergila gila" Anna
"aku pengen cerita sama kamu, tapi kamu malah sakit. jadi dia itu dah punya tunangan" Cindy
"astaga... malangnya nasip mu cinn" ucap Anna
"dengar dulu aku belum selesai bicara. dia udah tunangan tapi hasil dari perjodohan orang tuanya." Cindy
"bagaimana bisa kamu tau." Anna
__ADS_1
"aku menyuruh orang memata matainya. aku ingin mengetahui dia siapa sebelum aku semakin dalam menyukai nya." Cindy
"tapi bagaimana jika itu tidak benar. maksud aku informasi nya salah." Anna
"gak mungkin lah... tapi kemarin kamu sudah sempat jalan dua kali sih" Cindy
"truss.. trusss. gimana?" Anna
"ya gak gimana gimana... aku juga bingung. jujur naaa.. perilaku nya terhadap ku sangat hangat membuat ku nyaman" Cindy
"jangan bilang kalau dia menyukai mu..." Anna
Flashback on.
"nama ku Gabriel. kamu" tanya Gabriel
"aku cindy." ucap nya dengan tersipu sehingga pipinya memerah
"aku tidak tau ternyata kamu tinggal dikota ini, tapi kenapa bisa bermain kesana?" ucap Gabriel
"ohh itu teman aku tinggal disana, jadi aku mengunjungi nya." Cindy.
"aku menyukai mu... maaf aku tidak bermaksud lancang. tapi aku bukan tipe orang yang suka menyembunyikan sesuatu." ucap Gabriel
"kapan???" Cindy
"maksudnya?" Gabriel
"sejak kapan kamu menyukai ku" Cindy.
"sejak pertama kali aku melihat mu di mall itu, ini mungkin terdengar sangat lucu tapi itu yang aku rasakan. melihat mu dengan berani nya melawan wanita itu bahkan menampar nya. jujur aku suka tipe wanita yang pemberani dan sangat tegas. itu kenapa aku juga menerapkan peraturan di perusahaan dengan tegas. meski banyak yang tidak menyukai nya, bahkan aku dianggap kejam." Gabriel.
"tidak kok... Mereka salah berfikir jika kamu kejam. aku malah suka tipe lelaki seperti itu yang bertindak tegas dan adil buat seluruh nya." Cindy
"itu berarti kamu juga menyukai ku???" Gabriel.
"ehhh... kok malah membuat kesimpulan sendiri" Cindy
"bukanya nya tadi kata katamu itu mengatakan jika kamu juga menyukai tipe seperti itu. dan itu ada di diriku" Gabriel.
"hahahha... astaga kamu... " Cindy
"kalau aku sudah jujur... kalau aku menyukai mu." Gabriel
"tapi mungkin ini menurut kamu sedikit anehhh... ya memang anehhh. sih tapi aku gak bisa memendam sesuatu dalam hati" Gabriel
flashback off
"ntah lah naaa... yang pasti aku tidak ingin merusak hubungan orang yaaa walaupun itu hanya perjodohan keluarga saja. tapi aku tidak ingin jadi orang ketiga." Cindy.
"jadi itu alasan mu tidak memilih ke mall itu saat kita ingin menonton" Anna
"emmm" ucap Cindy dengan memelas
__ADS_1
"sudahh jangan di bahas lagi. ayoo biar aku anterin pulang" ucap Cindy.
"baiklah.. ayoo" Anna.