Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
kecurigaan Liora


__ADS_3

usia kandungan Ziva sudah memasuk lima bulan, selama lima bulan kebelakang itu tidak ada masalah dan tidak ada yang mengkhawatirkan untuk Ziva. Anna juga menjalani kehidupan nya dengan tenang, tidak ada yang mengganggu nya.


Anna juga diperbolehkan keluar jika merasa bosan di rumah, terkadang Anna ikut belanja dengan kepala pelayan kadang pergi bersama Inez sekedar hanya membeli sepotong makanan saja.


"ting...nong....ting...nong..." suara bell berbunyi


"biar aku bukakan Nyonya." ucap seorang pelayan pada Liora yang berjalan membukakan pintu.


"mencari siapa???" tanya pelayan


"Anna... aku saudara nya Anna... boleh aku bertemu dengan nya.." ucap seorang wanita


"sebentar ya non..." ucap pelayan itu meninggalkan wanita itu dan menghampiri Liora


"non... seseorang mencari Nyonya Anna." pelayan.


"ada urusan apa??? apa Anna mencari masalah." Liora


"katanya saudara Nyonya Anna." pelayan.


"panggilkan saja Anna suruh menemui tamunya itu." ucap Nyonya Edward yang baru datang namun sudah mendengar pembicaraan mereka.


"tapi bun... ini baru pertama kalinya seseorang datang untuk menemui nya." Liora mencoba memprotes


"sudah panggilkan saja Anna." Nyonya Edward tetap kekeh.


"baik Nyonya." pelayan itu pun langsung bergegas menghampiri Anna


saat itu Anna yang sedang asik ditaman yang sangat indah, Anna menanami banyak macam bunga yang ia beli jika pergi keluar. siapapun yang datang ketaman itu akan merasa nyaman dengan kesejukan dan keindahannya.


"Nyonya..." pelayan.


"iya.. ada apa??" Anna


"ada tamu yang datang menemui Nyonya." pelayan


Anna pun terkejut mendengar nya, Anna tidak pernah memberi alamat pada siapapun.


"baiklah aku akan melihatnya." ucap Anna langsung bergegas.


"Anna!!" ucap seorang wanita itu dan langsung memeluk Anna.


"Cindy... ternyata kamu..." Anna


"kamu tidak merindukan aku... kamu sama sekali tidak pernah menghubungi ku..." ucap Cindy sambil meneteskan air matanya.


"bukan begitu... aihhh kamu menangis... heii... sudah sudah kamu tunggu sebentar ya." ucap Anna


"mau kemana???" tanya Cindy yang ditinggalkan Anna.


ternyata Anna masuk untuk menemui Nyonya Edward.


"bunda.. boleh aku membawa nya ketaman belakang." ucap Anna


"siapa dia..." tanya Liora langsung menginterogasi


"dia sahabatku... tapi sudah seperti saudaraku." Anna


"sekarang kamu sudah semakin sembarangan ya membawa tamu kesini... kamu pikir kamu Nyonya dirumah ini..." Liora


"besok besok... siapa lagi yang datang..." Liora


"sudah silahkan..." ucap Nyonya Edward.


"baiklah bunda... terimakasih." ucap Anna lalu menghampiri Cindy

__ADS_1


"ada apa??? sepertinya aku mendengar seseorang sedang marah." Cindy


"tidak kok.... mari kita kedalam saja." Anna


mereka pun tiba di taman belakang itu, Cindy begitu takjub melihat keindahan ini.


"kamu tunggu sebentar ya..." ucap Anna


"kamu kemana lagi.." Cindy


"hanya kedapur saja." Anna


Anna pun pergi kedapur untuk membuatkan minuman segar dan sedikit cemilan untuk sahabatnya.


"Nyonya... biar aku yang melakukan nya." ucap pelayan


"tidak usah bi... aku masih bisa kok.." ucap Anna sambil tersenyum


Anna selalu melakukan apa pun dengan sendirinya, bahkan satu bajunya pun Anna sendiri yang mencucinya.


"buat siapa Nyonya..." tanya pelayan itu penasaran


"sahabatku datang..." ucap Anna


Anna sudah selesai membuat minuman itu, namun Anna menyisakan satu gelas di meja itu.


"itu untuk kamu.. cobalah" ucap Anna pada pelayan


"astaga Nyonya..."


"sudah... minumlah tidak apa apa." ucap Anna lalu meninggalkan dapur


"terimakasih Nyonya... astaga... kenapa aku mengajak nya bicara tadi...' ucap pelayan itu yang merasa tidak enakan setelah Anna membuatkan nya minuman.


Anna dan Cindy pun asik berbincang bincang bahkan sampai tertawa lepas. seorang pelayan tadi itu mengintip Anna diam diam. pelayan itu sangat senang bisa melihat Anna tertawa bahagia.


setelah mereka asik berbincang dan melepaskan rindunya, Cindy memutuskan untuk segera pulang,


"kamu jaga diri baik baik ya... kapan kapan kita bertemu diluar saja." ucap Anna


"kamu tidak memperbolehkan aku melihat taman indah ini." Cindy


"bukan begitu..." Anna


"ya sudah iya... kita ketemu diluar saja... aku juga tak mau merepotkan kamu lagi.." ucap Cindy yang tau maksud dari perkataan Anna.


Anna pun mengantarkan Cindy keluar, setelah Cindy pergi dan Anna pun hendak masuk namun seseorang memanggil nya.


"hei nona..." ucap seseorang.


"maaf.. tuan sedang mencari siapa.." tanya Anna yang sudah menghadap pria yang memanggilnya


"kamu pelayan disini." tanya pria itu tanpa menjawab pertanyaan Anna


"maaf Tuan sedang mencari siapa??" Anna kembali bertanya.


"benar... ternyata kamu seorang pelayan... sayang sekali cantik... bagaimana jika jadi kekasih ku saja... kamu tidak perlu bekerja keras... aku akan menafkahimu." ucapnya.


Liora pun yang mendengar ada suara pria langsung bergegas keluar melihat.


"kak bima..." Liora.


seseorang yang sedang duduk santai didalam langsung panik begitu mendengar suara Liora menyebut nama Bima.


"Lio... hai... kamu semakin cantik saja." ucap Bima

__ADS_1


Anna pun langsung bergegas meninggalkan mereka.


"hei nona... mau kemana?? kamu belum menjawabku tadi." Bima


"tidak perlu Tuan... aku tidak butuh" ucap Anna tanpa berbalik dan langsung pergi


"dia menggoda kakak..." tanya Liora.


"tidak... aku hanya menawarinya pekerjaan... karna aku rasa dia tidak cocok sebagai pelayan." Bima


"dia istri kak Ryan bukan pelayan." Liora


Bima pun langsung terkejut mendengar nya.


"apa???" Bima


"sudah.. mari masuk kak..." Liora.


Ziva yang melihat Bima ikut masuk bersama Liora menjadi pucat, ditambah mata mereka meradu dan Bima memberikan sebuah kedipan manja pada Ziva.


"Bima..." ucap Nyonya Edward


"bibi... maaf sudah lama tidak datang berkunjung sejak kepergian paman." Bima


"pasti kamu sibuk ya... tidak apa apa... yang penting kamu sehat selalu." Nyonya Edward.


"iya bibi... bibi apa kabar..." Bima


"seperti yang kamu lihat nak... bibi sehat..." Nyonya Edward


"Lio... tolong minta pelayan buatkan minum untuk nak Bima." Nyonya Edward


Liora pun langsung pergi tanpa menjawab ibunya. dan lagi kecurigaan Liora kembali bangkit apalagi saat Bima mengedipkan matanya untuk Ziva Liora melihatnya.


"bagaimana jika anak dalam kandungan Ziva itu anaknya bima. astaga... tapi bagaimana aku mencari bukti nya." batin Liora.


"non... sedang apa didapur." ucap pelayan yang melihat Liora bengong.


"ahh hampir lupa... buatin kopi satu ya.." Liora


"baik non.." pelayan


Liora kembali ketempat duduknya tadi, dan kini memperhatikan gerak gerik mereka untuk meyakinkan jika mereka ada sesuatu.


"sejak kehamilan Ziva.. Ryan semakin sulit diajak bermain jadi aku mampir saja kesini bibi... aku juga merindukan Liora..." Bima mencoba merayu Liora


"dih..." Liora


"kak Ziva... kakak kenapa??? kok pucet sekali." ucap Liora yang melihat Ziva sudah terlihat pucat dan sedikit gugup.


"sayang... kenapa???" Nyonya Edward khawatir


"bunda... aku hanya ingin istirahat dikamar..." Ziva


"baiklah... biar aku yang mengantar nya." Liora


"apa kamu kuat memapahnya.... biar aku bantu juga" tawar Bima


"benar... nak Bima kuat... biar bima bantu saja" Nyonya Edward


"tidak... aku tidak mau... kamu jangan sentuh aku." ucap Ziva


"ya sudah aku saja yang membantu kakak." Liora.


Liora pun membawakan Ziva ke kamarnya.

__ADS_1


"aneh... Ziva begitu sensitif sejak Bima datang... bahkan dia terlihat sangat pucat... sejak tadi sebelum bima datang baik baik saja." batin Liora


__ADS_2