
saat itu Anna sudah mengajukan surat pengunduran diri ke perusahaan yang mempekerjakan nya. Dan rencananya Anna besok akan pergi keluar kota tanpa ada yang mengetahui nya, namun Anna tidak pernah tau jika dirinya dibuntuti oleh Jho lewat anggota anggotanya.
saat Jho tau jika Anna mengajukan pengunduran diri nya, langsung menemui Anna.
"sedang apa kamu kesini?" tanya Anna
"Anna... ayolahhh jangan bersikap seolah kita ini orang asing." Jho
"tapi kedepannya kita akan menjadi orang asing. aku harap kamu memahami nya." Anna. lalu hendak pergi begitu saja.
"kamu mau kemana??" ucap Jho sambil menarik tangan nya.
"apa aku harus lapor padaku aku akan kemana. dimana dan sedang apa???" Anna
"masuklah ke mobil kita akan bicara disana." Jho
"tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi." Anna sengaja bersikap cuek dan dingin pada Jho.
"ayolah aku mohonnn" Jho
Anna mengikuti ucapan jho dan mengikuti langkah nya masuk ke mobil.
"Jho... aku harap kenangan kita semua akan berakhir dari sekarang. kedepannya kamu harus mencari kebahagiaan mu sendiri. aku harap jangan pernah mengharapkan apapun dariku. tolong maafkan aku.. telah bersikap kasar padamu belakangan ini. dan jangan pernah membenci ku" batin Anna
Jho membukakan pintu untuk Anna. dan masuk ke mobil Jho mulai melakukan mobil dengan kecepatan sedang.
"kenapa kamu mengundurkan diri. bukankah kamu suka pekerjaan mu" Jho
"Anna jawab... " Jho
"kamu tau dari mana aku mengundurkan diri. jangan bilang selama ini kamu membuntutiku..." Anna
"atasan mu itu adalah rekan bisnisku.. jadi dia menghubungi ku saat kamu menyerahkan berkas mu" ucap Jho.
Anna pun terdiam mendengar nya. Anna sungguh menahan tangis. Anna ingin sekali menceritakan semuanya pada Jho jika ibu tirinya itu sesungguhnya ibu kandung nya. tapi Anna tidak sanggup untuk mengutarakan semuanya. takut semuanya akan berantakan.
"aku ingin istirahat dulu beberapa waktu" ucap Anna.
"baiklah jika itu keputusan mu. apa kamu sudah makan siang.. kamu mau makan apa" ucap Jho dengan lembut
__ADS_1
"aku tidak selera makan. antarkan pulang saja." Anna
saat itu juga Jho memutar kembali arah nya, Jho tidak tau harus bagaimana lagi untuk bersikap pada Anna. semakin hari Anna semakin bersikap dingin padanya.
dret..... dret.... dret..... ponsel Jho berdering dari ibunya namun diabaikan nya.
dret.... dret.....dret..... berbunyi lagi tapi masih diabaikan Jho.
dret....dret.....dret...... sudah ketiga kalinya ponsel Jho berdering. tapi Jho masih tetap ingin mengabaikan nya.
"angkat... siapa tau itu penting. jika tidak bibi tidak akan menghubungi sampai tiga kali." ucap Anna
mendengar itu pun Jho langsung mengangkat panggilan itu.
"hallo mah..." Jho
"hallo selamat siang. ini dengan saudara Jhonatan Vittoria." tanya salah seorang yang sepertinya dari kepolisian.
"benar... saya Jhonatan. dan ini ponsel ibu saya bagaimana bisa kalian memegang nya." tanya Jho panik.
"begini pak. tadi ibu bapak mengalami kecelakaan dan sekarang sudah dilarikan ke rumah sakit namun pihak rumah sakit membutuhkan tanda tangan dari seorang keluarga atau wali dari korban tersebut."
setelah mendapatkan info rumah sakit, Jho langsung mentancap mobilnya dengan kecepatan tinggi. Jho sudah panik mendengar jika ibunya itu mengalami kecelakaan.
Pukul 10.00 Selena Tuan Vittoria dan juga Derya pergi ke bandara. Tuan Vittoria sedang ada bisnis di luar negeri, sedangkan Derya ingin ikut bersama ayahnya. hingga pukul 11.30 akhirnya mereka berangkat, namun tidak dengan Selena yang hanya mengantarkan suami dan anak nya saja. Derya sebenarnya sudah memaksakan supaya ibunya juga ikut, namun selena menolak tidak ikut.
"mahhh... dadahhhh...." ucap Derya sambil melambaikan tangannya.
"dahhh.... jangan lupa hubungan mamah sayang...." teriak Selena.
"ok...." Derya hanya memberi kode lewat jemarinya
setelah mengantarkan suami dan putri nya itu, selena mengingat saat Derya mendadah nya. teringat dengan putri kecilnya dulu jika diantar ke TK.
"Livy...." batinya
selena menggeleng kan kepalanya supaya tidak lagi mengingat ingat Livy.
hingga saat selena memasuki mobilnya sang supir sudah siap siaga.
__ADS_1
"apa kita akan langsung pulang Nyonya." tanya supir.
"iyaa.. kita langsung pulang saja." ucap selena.
selena tiba tiba saja merasa badannya tidak nyaman, kepala nya pusing saat teringat oleh Livy. saat selena sedang memejamkan matanya, tidak tau sedang memikirkan sesuatu atau sedang ingin memejamkan nya saja. tiba tiba sebuah mobil dengan kecepatan yang tinggi menghantam mobil yang sedang selena tumpangi itu. sang supir yang menyetir mobil Selena langsung saja meninggal di lokasi. sedangkan selena dilarikan kerumah sakit, dan kondisi nya memprihatinkan.
begitu sampai disana Jho langsung mencari ibunya itu. Anna yang juga ingin melihat kondisi selena sedikit ada rasa panik di hatinya. ternyata ibunya masih diruang ICU yang masih ditangani oleh dokter. Jho panik bolak balik didepan pintu Ruangan ICU itu.
"Jho... kamu yang tenang ya." ucap Anna dengan lembut. Anna ikut merasakan sedih nya Jho, karna bagaimana pun juga itu ibu nya Anna.
Jho yang mendengar suara lembut Anna itu terhenti dan menghampiri Anna langsung memeluknya. Anna pun tak bisa menolak.
"aku takutt naa.." ucap Jho dengan suara parau.
"kamu harus kuat... jangan lemah seperti ini." Anna
lalu Anna meminta Jho untuk duduk terlebih dahulu, dan Anna mencoba menenangkan Jho dalam pelukannya.
"bibi pasti baik baik saja... kamu tenang yaa... " ucap Anna sambil mengelus elus punggung Jho.
"biarkan ini menjadi pelukan terakhir ku Jho mungkin besok aku akan terbang dan pergi dari kota ini. maaf aku harus pergi saat kamu dalam kesedihan seperti ini. tapi ini waktu yang pas untuk aku bisa pergi." ucap batin Anna hingga Anna menangis.
setelah beberapa waktu akhirnya dokter yang menangani selena pun keluar.
"dokter... bagaimana keadaan ibu saya" Jho
"syukur beliau sudah melewati masa kritis nya. namun ada kendala. dia kehabisan banyak darah dan kami sudah mencari stok darah di sini namun tidak ada satu pun yang cocok dengannya. jadi kami rasa mungkin darah anak kandung nya yang bisa cocok dengan nya." ucap dokter
"bagaimana apa bisa kita sekarang melakukan kan nya. dia tidak punya banyak waktu." dokter.
"tapi aku bukan putra kandung nya dokter." ucap Jho.
"apa beliau punya anak dari rahimnya. mungkin dia bisa" dokter.
Jhonatan semakin panik bagaimana bisa, sedangkan Derya masih dalam perjalanan ke luar negeri. dihubungi saja tidak bisa, Jho panikk dan tidak tau harus berbuat apa lagi
"dok tolong lakukan yang terbaik buat itu saya. berapa pun bayarannya kami akan siap bahkan dua kali lipat pun akan kami sanggupi." Jho
"tapi pak. kami sudah melakukan sebaik mungkin. tapi hanya darah anak kandung nya saja yang bisa menolong nya. mungkin itu akan bertahan sampai 2 jam kedepan. jika tidak maaf kami tidak bisa berbuat apa lagi." ucap dokter itu lalu pergi.
__ADS_1
Jho yang mendengar nya pun sudah sangat ketakutan. sedangkan Anna hanya berdiam saja, bagaimana bisa itu terjadi saat ini. apa Anna harus mendonorkan darahnya, tapi Jho akan tau semuanya. Jho sangat merasa panik sedangkan Anna sangat kebingungan.