Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
Anna dan Adryan


__ADS_3

hari berikutnya Adryan pergi lebih awal kekantor supaya tidak mencium aroma wangi wangian dari para karyawannya. dan meminta sekretaris nya untuk tidak mengenakan parfum, juga meminta membawanya sarapan karena dari rumah Adryan berangkatnya pagi pagi sekali.


"tok..tok...tok..." pukul 6.45 sekretaris sudah datang menyusul tuannya, padahal jam datang sekretaris itu biasanya 7.00.


"masuk..." Adryan yang sudah tau itu pasti sekretaris nya.


"ini Tuan sarapannya." sekretaris meletakkan dimeja santainya


"huekkk...." Adryan mual dan lupa untuk membawakan syal itu


"kamu memakai parfum..." tanya Adryan


"tidak Tuan... sesuai perintah Tuan." sekretaris


"ya sudahh... keluar sekarang..." Adryan


"astaga... dirumah juga mereka sudah tidak mengenakan parfum tapi aku masih mencium aroma yang tidak mengenakan." Adryan kesal


kemudian Adryan teringat dengan syal itu dan menghubungi adiknya untuk mengantar nya.


"ada apa??? bukankah kita satu rumah.... kenapa harus menghubungi ku." Liora


"ckk... bisa pelankan sedikit suaramu... aish..." Adryan terkejut


"aku sudah dikantor... tolong antar syal yang kemarin itu... tertinggal di lemari." Adryan


"aduhhh.... aku juga sedang terburu buru.... tidak punya waktu... aku juga harus segera ke kampus.." Liora


"kan bisa singgahkan sebentar... ayolah Lio... adikku yang manis..." Adryan merayu adiknya


"Anna...." tiba tiba Liora terpikir dengan Anna


"baiklahhh.... tunggu disana Tuan" Liora


"okk... ini baru adikku yang sesungguhnya... thanks.." Adryan bersemangat.


Liora dengan sangat cepat mengambilkan syal itu dari kamar Adryan, lalu kedapur untuk membawakan sarapan Anna. Liora bukan tak ingin para pelayan yang mengantarkan sarapan Anna, namun Liora ingin melakukan nya sendirian.


"heii bumil..." Liora


"ehhh... Lio... pagi.." sapa Anna.


"na..." panggil Liora yang masih ragu ragu mengatakan nya.


"emmm... ada apa??" Anna masih fokus pada tanamannya


"aku boleh minta tolong... ini penting sekali... aku tidak ada waktu kekantor kakak... aku ada acara penting di kampus." Liora


"lalu.." Anna


"tolong gantikan aku antarkan ini ya... please..." Liora memasang muka kasihan.


"bagaimana bisa aku..." Anna


"ehh... kenapa tidak... kamu lihat sendiri kan... meskipun satu rumah ini tidak mengenakan parfum kak Ryan masih mencium aroma yang membuatnya mual... sedangkan syal ini bisa menyangkal nya.. hemmm... kasihan dia.." Liora


"Anna... please..." Liora


"baiklah... " Anna


"emm... makasih bumil yang baik hati... aku permisi dulu yaa" Liora senang dan memeluk Anna lalu pergi


"baiklah... sekalian nanti aku sekalian bermain sebentar diluar." ucap Anna sendirian


diruangan makan semua sudah duduk untuk bersiap untuk sarapan dan merasa Adryan sedari tadi tidak turun.


"bunda... Adryan kok belum turun." tanya Ziva

__ADS_1


"kakak sudah kekantor... dia berangkat pagi pagi sekali." Liora


"kenapa??? apa ada urusan mendadak." Nyonya Edward


"ntahhlah..." Liora


pukul 9.00 Nyonya Edward keluar bersama dengan Ziva mereka pergi kerumah sakit untuk USG. Liora juga yang disibukkan dengan aktivitas dikampus nya karena ada acara seminar sedangkan Liora sebagai sekretaris panitia di acara itu. Adryan menghubungi adiknya itu berkali kali namun tidak ada jawaban dikarenakan Liora tidak mendengar nya.


"aku ke kamar kecil dulu ya..." ucap Liora pada timnya.


Liora pun karna kebelet segera pergi menuju kamar mandi.


"dret....dret...dret..." ponselnya berdering


"halo kak...." Liora


"apakah kamu presiden... sampai sampai tidak punya waktu untuk mengangkat panggilan ku..." Adryan kesal


"apaan sih... baru juga nelpon." Liora


"lihat ponselmu..." Adryan


"astaga... maaf kak... aku tidak mendengar nya... emangnya ada apa???" Liora


"syalnya mana???" Adryan


"belum diantar??" Liora


"maksud kamu..." Adryan bingung


"okk... tunggu saja disana" Liora langsung mematikan panggilan itu, dan beralih menghubungi Anna


"iya Lio ada apa??" Anna


"syalnya belum diantar..." Liora


"baiklah baiklah aku antarkan sekarang." Anna pun bergegas mengganti pakaian yang rapi dan pergi.


"astaga... bagaimana bisa aku kelupaan." Anna


setelah sekitar dua puluh menitan akhirnya Anna tiba diperusahaan dan hendak masuk namun dihadang oleh resepsionis.


"permisi... ada keperluan apa" resepsionis


"ini... aku membawakan pesanan Tuan Adryan." Anna


"tapi Tuan sama sekali tidak mengatakan akan ada seseorang tamu." ucapnya resepsionis itu pada rekan disamping nya.


"sebentar biar kami hubungi dulu" ucap resepsionis


"baiklah..." Anna


"ya silahkan masuk." ucap mereka karena mendapat ijin dari sekretaris Tuan Adryan


"siapa dia??? bukannya dia teman nona Liora yang kemarin lusa itu." resepsionis 1


"iya... tapi ini dia datang sendirian... mana tampilan biasa saja." resepsionis 2


"stt.... jangan menilai seseorang dari tampilannya."


mereka seketika menggosipi Anna, sedangkan Anna masuk dengan rasa gugup seketika.


"astaga... kenapa aku gugup sih... kan cuman mengantarkan syal." batin Anna


"pak ini... pesanan Tuan Adryan." ucap Anna pada sekretaris nya


"masuk saja non..." sekretaris

__ADS_1


"tapi..." Anna ragu


"tidak apa apa... masuk saja" sekretaris itu sudah mendapatkan panggilan dari Liora untuk membiarkan Anna mengantar sendiri pada Adryan


"baiklah..." Anna pasrah


"Tuan ini syalnya" Anna


Adryan yang mendengar suara itu dan langsung tau jika itu suara Anna.


"masuklah." Adryan yang tak peduli siapa yang mengantarkan nya


"ini...." Anna meletakkan dimeja nya


"aku permisi Tuan." Anna hendak pergi


"tolong..." Adryan


"emmm..." Anna berbalik badan


"bantu rapikan ini..." Adryan


"baiklah..." dengan patuh Anna merapikan buku buku yang berantakan di lemari sampai meja kerjanya


Anna merapikannya dengan sangat hati hati, terkadang karena penasaran Anna membuka dan membaca sedikit tentang rangkumannya. Adryan pun yang melihatnya tidak mempermasalahkan, namun ntah kenapa perasaan Adryan merasa ingin lebih dekat dengan Anna.


"apa yang kamu pikirkan Adryan... tidak boleh... tidak boleh..." pikiran nya tentang Anna.


ada sebuah buku yang menarik perhatian Anna dimana semua buku disana tentang bisnis dan buku buku yang membangun sebuah usaha. namun satu buku yang membuat Anna membuka buku itu dan terkejut melihat ada foto foto Livy sendiri juga bersama Adryan kecil.


"plakkk..." buku itu jatuh dari tangan Anna karena terkejut membaca tulisan Adryan


"Livy kamu dimana... aku merindukan mu..." dan masih banyak lagi.


Adryan pun terkejut dan menoleh kesamping melihat Anna seperti ada syok dan melihat buku yang terjatuh. foto foto itu berserakan dilantai dengan cepat Adryan mengumpulkan foto itu dan menyelipkan nya di buku itu dan memasukkan nya ke laci meja Adryan.


"kenapa??? apa kamu mengenal wanita di foto itu." Adryan yang melihat Anna yang seketika pucat.


"tidak..." Anna


Anna kembali merapikan buku yang tinggal sedikit lagi.


"kenapa kamu tampak pucat saat melihat foto itu" tanya Adryan


"emm... tidak kok... " Anna


"mungkin perasaan ku saja." Adryan


"apa dia kekasih mu semasa kecil" tanya Anna


"dari mana kamu tau" Adryan


"aku hanya menebak... dari cara kamu menyimpan foto itu juga kamu menuliskan kerinduan terhadapnya." Anna


"emm... dia cinta pertama ku... bahkan dia sudah menikahiku." Adryan tak sengaja mengatakan pada Anna, padahal pada orang lain Adryan menutupi nya.


"lalu wanita itu kemana? kenapa kamu tidak mengejar nya" Anna ingin mengetahui semuanya


"dia pergi aku tidak tau kemana??? aku sudah mencarinya kemana mana... bahkan ke amerika" Adryan


"tok...tok...tok... Tuan ini ada berkas yang harus ditanda tangani." sekretaris


Adryan melihat kearah Anna.


"ahh baiklah..." Anna langsung mengerti


Anna mengambil berkas itu dan memberi pada Adryan, lalu Adryan memeriksa nya lalu menanda tangani lalu menyerahkan pada Anna. Anna kemudian mengantarnya pada sekretaris itu, lalu kembali merapikan buku itu. setelah selesai Anna pun pamit untuk pergi, meski Adryan merasa tidak merelakan Anna untuk pergi. namun tidak ada hak untuk menahannya dan membiarkan Anna pergi.

__ADS_1


__ADS_2