
kericuhan pun terjadi saat meninggal nya Tuan Edward, Anna yang di tuding sebagai pembunuh Tuan Edward. sedangkan Anna yang mencoba membela diri dan menjelaskan semua kejadian tapi tidak ada satu pun yang mau mendengar nya.
"pelayan... katakan... apa yang terjadi tadi." tanya Nyonya Edward
"Nyonya... saat aku ingin memanggil Tuan untuk makan siang, tapi Tuan menjawab tidak ingin di ganggu dan berselang beberapa waktu kemudian aku melihat Nyonya Anna. dan Nyonya masuk ke kamar Tuan kemudian Tuan sudah tak sadarkan diri lagi." ucap pelayan itu tapi memotong cerita aslinya karena dirinya tidak menyukai Anna.
"apa yang kamu bicarakan... bunda dia berbohong." ucap Anna
"apa kamu mempunyai bukti kalau dia berbohong." ucap Adryan yang baru saja tiba.
"Tuan... Nyonya aku tidak berani berbohong... aku berbicara dengan sungguh." ucap pelayan itu mencoba meyakinkan orang yang mendengar nya
"plakkk..." sebuah tamparan mendarat di pipi Anna. Liora yang baru pulang syok melihat karangan bunga dan melihat mereka berdebat dan mendengar jika Anna sudah membunuh ayahnya.
"dasar tidak tau diri.... sudah menumpang hidup disini... sekarang kamu membunuh ayah aku... sialan kamu...." teriak Liora sambil menangis.
"bundaaa..." rengek Liora
"sabar sayang.... kita akan membuat dia membayar apa yang sudah dia perbuat... bunda tidak akan melepaskan nya begitu saja." ucap Nyonya Edward dengan tatapan mematikan.
"bunda... itu semua tidak benar... bukan aku yang membunuh ayah..." Anna
"diam kamu.... jangan pernah menyebut nya ayah... kamu tidak pantas..." ucap Adryan.
"panggilkan segera polisi. biarkan dia di tahan di penjara." ucap Adryan pada pelayan.
"kalian salah paham... aku tidak membunuh ayah... ayah.." Anna masih tetap ingin mengatakan yang sebenarnya.
"plakkk..." lagi lagi Anna mendapatkan tamparan dan kali ini dari Adryan.
"apa??? apa yang akan kamu jelaskan... seorang yang sehat tiba tiba meninggal.. seharusnya kamu tidak hadir di kehidupan kami... kamu pembawa sial." ucap Adryan.
"aku tidak ingin mendengar penjelasan mu... kamu jelaskan saja sendiri pada polisi." ucap Adryan lalu pergi
__ADS_1
"bunda.... kenapa kita harus kehilangan ayah sekarang... wanita itu membunuh ayah..." tangis Liora.
"iya sayang... bunda juga sedih... Tuan... lihatlah wanita itu membunuh mu sekarang... padahal kamu sudah begitu baik padanya." Nyonya Edward juga menangis.
"hiks....hiks....hiks...." tangis Liora dan Nyonya Edward.
"awalnya aku berbaik hati padanya... karena dia anak sahabat ku... tapi ternyata dia sangat jahat kenapa sahabat ku membuangnya karena dia pembawa sial." ucap Nyonya.
"kenapa kamu membunuh suamiku...." nyonya Edward
"Tuhan... cobaan apa lagi ini.... jelas jelas aku bukan membunuh nya... tapi mereka menuduh ku... ayah.... bangunlah.... bantu aku... hanya ayah yang bisa membantu ku sekarang... hiks....hiks....hiks..." Anna
"ayah bangun... aku mohon.... mereka tidak akan pernah mendengarkan ucapanku..." ucap Anna.
"Nyonya...." tiba tiba kepala pelayan memanggil Anna
"bi.... apa bi juga tidak mempercayai ku... aku tidak membunuh ayah..." ucap Anna
"maafkan aku Nyonya... aku tidak bisa berkata apa apa lgi. aku harap Nyonya bisa berjuang sendiri. bukan aku tidak mempercayai Nyonya tapi aku juga tidak bisa membantu mu" ucap kepala pelayan.
"Nyonya polisi sudah datang... aku harap Nyonya tidak melakukan kesalahan lagi..." ucap kepala pelayan itu
"bi... aku mohon dengarkan aku sekali ini saja... aku tidak membunuh ayah..." Anna.
namun Anna tetap tidak bisa membela dirinya sendiri karena tidak ada yang mau mendengar nya. kini Anna sudah dibawa ke kantor polisi untuk diselidiki. Sedangkan untuk mayatnya Tuan Edward mereka melakukan outopsi untuk mencari bukti yang akurat.
kini kabar kematian Tuan Edward sudah menyebar luas, dikarenakan Tuan Edward adalah orang terkenal dengan perusahaan nya yang no satu di negara itu. kini berita dan trending sedang meliputi keluarga Edward.
Liora yang penasaran dengan kematian ayahnya yang secara mendadak itu, mencoba mencari pelayan yang mengatakan jika Anna yang membunuh nya.
"apa yang kamu katakan itu sungguh benar. jika Anna lah yang sudah membunuh ayahku." ucap Liora.
"mungkin hasilnya akan keluar dalam minggu ini." ucap Liora
__ADS_1
"non...." ucap pelayan itu dengan sangat ketakutan.
"sebenarnya aku berbohong... maafkan aku non... sungguh... aku tidak bermaksud untuk membohongi Nyonya dan Tuan. tapi karena aku tidak menyukai Nyonya Anna. jadi aku terpaksa berbohong." ucap pelayan itu.
"kamu..." Liora marah karena telah di bohongi
"tapi non... saat Tuan meninggal juga nyonya Anna yang bersama Tuan..." jelas pelayan itu.
"nyonya aku minta maaaf" ucap pelayan itu dengan sangat ketakutan. tadi saat berbohong dia tak ketakutan sama sekali.
"bagus juga... aku bisa memanipulasi hasilnya kalau begitu... supaya wanita itu membusuk di penjara... salah siapa membuat kericuhan di dalam keluarga ku." batin Liora
"aku memaafkan mu... tapi ingat... jangan sampai ada yang tau tentang ini... aku akan membantu mu menutupi kasus ini" ucap Liora lalu meninggalkan pelayan itu.
"baik non... terimakasih..." ucap pelayan.
ditempat lain seseorang menangis mendengar kabar jika suami nya sudah tiada. rasanya dirinya ingin menghampiri dan ingin ikut mengantar kan suami nya ketempat peristirahatan terakhirnya.
"nyonya... nyonya yang tabah yaa... Tuan sudah tenang dan tidak merasakan kesakitan lagi... nyonya harus iklas... " ucap Merry mencoba menenangkan majikannya itu
"setiap manusia pasti akan kembali pada Tuhan nya masing masing. Nyonya harus kuat..."Merry
"merr... aku sungguh tidak membayangkan ini akan terjadi... aku masih berharap dia datang kesini.."
"nyonya.... nyonya harus terima kenyataan..." Merry
"aku ingin melihatnya terakhir kali nya... aku juga ingin mengantar nya ke makan..."
"tapi Nyonya... sebaiknya jangan pergi... " ucap Merry.
"hiks...hiks....hiks....." tangis istri keduanya itu.
"nyonya.... aku mengerti perasaan mu... aku juga bersedih atas kepergian nya Tuan. tapi... kita tidak bisa berbuat apa nyonya" ucap Merry.
__ADS_1
Anna yang masih di interogasi oleh kepolisian dan Anna menjelaskan semuanya pada kepolisian namun pihak polisi mengatakan Anna akan di tahan dulu sampai hasil otopsinya keluar.