
Selena yang baru saja membuatkan bekal untuk Livy, dan kemudian mengantarkan suami dan anaknya itu berangkat sekolah dan kekantor. untuk sementara Dion suaminya Selena bekerja di perusahaan Edward, dan hal itu sedikit malu dirasakan Dion juga Selena. dari seorang pengusaha menjadi seorang pekerja diperusahaan orang lain. meskipun sahabatnya sendiri namun mereka tak bisa menolak yang sudah terjadi.
yang dulunya mereka tinggal dirumah besar dan mewah dan ada banyak pelayan, sekarang hanya tinggal dirumah sederhana saja dan hanya ada satu pelayan yang masih mereka pekerjakan bi merry.
Merry melakukan tugasnya sendirian mulai dari membereskan rumah mencuci dan menggosok, sedangkan Selena yang masih berhati nurani membantu pelayan nya itu sedikit yaitu memasak. bagian memasak Selena yang mengurusnya meskipun Merry mereka gajikan tapi selena tetap tidak tega jika Merry yang melakukan semuanya sendirian.
saat semua pekerjaan sudah selesai dan selena sedang bersantai dikamar nya itu, saat itu masih pukul 10.35 tiba tiba ponselnya berdering. dan Selena gugup saat melihat layar ponselnya itu ternyata Vitto yang menghubungi nya.
"astaga... ini masih pagi sekali... bagaimana ini apa aku tolak saja... tapi" Selena
"ok tenang tenang... hallo" Selena
"good morning nona... apa aku sedang mengganggu." Vitto
"yaa... morning too Tuan..." Selena
"hahaha.... namamu Vitto... kamu bisa memanggil ku dengan nama itu... jangan Tuan" Vitto
"baiklah... Vitto" Selena
"ngomong ngomong ada panting apa ya vitt... pagi pagi sudah menelpon." Selena
"kamu sedang sibuk ya... aku mengganggu..." Vitto
"bukan... bukan begitu... hanya saja aku terkejut tadi..." Selena
"ohh maaf nona... harusnya aku messenge kamu dulu ya... ok langsung intinya saja ya... sebenarnya aku mau mengajak kamu dinner... jika kamu tidak keberatan" Vitto
"hah... dinner..." Selena
"gawat.... pria ini semakin serius" batin Selena
"benar nona... dan jika nona bersedia malam ini." Vitto
"nonaa" Vitto
"ahhh iya... maaf aku sedikit gugup... maaf aku tidak bisa menjawab sekarang.... kasih aku waktu ya..." Selena
"emmm..." Vitto hendak melanjutkan ucapan nya tapi dipotong.
"siang... nanti siang aku kabarin lagi..." Selena
"baiklah... aku akan menunggu jawabannya... dan aku harap nona setuju..." Vitto
"baiklah..." Selena
"gawat... gawat... bagaimana ini... konyol sekali aku... kan bisa tinggal jawab maaf aku tidak bisa..." Selena
"aduhhh... apa yang harus aku lakukan... selen... kamu benar benar bodoh sekali... ingat kamu sudah punya suami" Selena
__ADS_1
"Jesika... iya aku harus hubungi Jesika (teman dibar itu)..." Selena
"hai... hai hai... good morning besty... pagi pagi sekali ada apa..." Jesika
"jes gawat..." Selena
"apa... apanya yang gawat" Jesika
"pria yang kemarin dibar itu... ngajak dinner malam ini..." Selena
"wow... kamu serius..... wahhh trus trus kamu jawab apa..." Jesika
"aku belum jawab apa apa..." Selena
"dihhh... kamu tunggu apa lagi... hei kesempatan tidak datang dua kali... cepat buruan jawab iya... " Jesika
"kamu gila.... jes jangan konyol aku itu sudah bersuami.." Selena
"aelah... polos amat sih... udah pokoknya jawab ok..." Jesika
"kalau iya aku jawab mau... bagaimana cara ku permisi sama Dion... gila kamu ya..." Selena
"emm... soal itu ya... ok tenang... kamu pokoknya siap siap saja... soal itu biar aku yang mengurusnya... pokoknya kamu maui saja... jangan melewatkan kesempatan... ok besty..." Jesika
"jes..." Selena hendak melanjutkan tapi jesika sudah mengakhiri panggilan itu.
namun Selena sudah mengirimkan pesan pada Vitto jika dirinya bersedia untuk dinner malam ini, dengan ragu ragu Selena mengikuti perkataan dari Jesika.
tak terasa sudah hari sudah semakin gelap kini sudah pukul 16.36 Dion pun sudah pulang dari pekerjaan nya. dan Dion langsung membersihkan tubuhnya dan sebentar melihat lihat pekerjaan nya lewat laptop.
sudah pukul 17.20 Dion pun mengajak keluarga nya itu untuk makan malam, sementara Selena yang semakin melihat jam semakin gugup mengingat malam ini ada janji dinner dengan pria lain.
"ada apa sayang..." tanya Dion
"ada apa emangnya..." Selena
"kamu tampak memikirkan sesuatu ada apa??" Dion
"tidak kok sayang..." Selena
"emmm enak..." puji Livy
"benarkah nak..." Selena
"emmm iya benar benar enak... kamu memang pintar masak sayang... tidak salah aku memilih kamu sebagai istri." Dion
"kalian memang benar benar... bisa membuatku ingin terbang saja." Selena
"tapi ngomong ngomong kenapa kamu makannya sedikit sayang..." Dion
__ADS_1
"masih kekenyangan.." Selena
saat mereka masih sedang menikmati makan malam itu meski sudah tinggal sisa nya lagi tiba tiba ada seseorang yang mengetuk pintu rumah.
"gawat... pasti itu Jesika." batin Selena
"sudah bi... lanjutkan saja makannya... biar aku yang membukakan." Selena. memang mereka sudah menganggap Merry menjadi bagian dari keluarga sehingga jika sedang makan ada Merry juga.
"siapa..." Selena membukakan pintu
"selen... tolong bantu aku please... ibuku masuk rumah sakit... dan aku tidak berani sendirian... kamu mau kan menemani ku. (pura pura menangis)" Jesika
"hah... kok bisa... kapan jes" Selena tampak terkejut. padahal itu hanya akal akalan jesika saja tapi Selena menanggapi nya serius.
"ada apa sayang. siapa yang datang" Dion mendengar suara istrinya tampak terkejut
"masuklah jes" Selena
"Dion... boleh tidak aku minta tolong... biar Selena menemani ku.. ibuku masuk rumah sakit dan aku takut pergi sendirian (pura pura menangis)" Jesika
"sudahlah dulu... bicara yang tenang" Dion
"tadi aku mendapat kabar.... kalau ibuku masuk rumah sakit... aku tidak punya siapa siapa untuk aku ajak kesana... sementara aku takut jika pergi sendirian... juga aku takut jika hanya aku sendiri yang menemani ibuku dirumah sakit. boleh aku membawa selena untuk menemani ku untuk malam ini saja Dion please." jesika
"maaf jes..." Selena
"sudah... kamu pergilah temani dia... kasihan ibunya... pergilah sayang." Dion
"tapi untuk bekal kalian besok.." Selena
"ada bi Merry... sudah soal itu kamu tidak perlu khawatir... pergi temani saja dulu Jesika lihat dia begitu khawatir nya." Dion
"baiklah... kalau begitu aku ambil tas dulu..." Selena
"kalian berhati hati ya... " Dion
"aku pergi dulu ya sayang... nak bunda pergi dulu ya" Selena
"makasih ya Dion... kamu benar benar baik sekali... tidak salah sahabat ku menikah dengan pria sebaik kamu." Jesika
"sudahh kalian pergilah..." Dion
"dadah bunda... hati hati ya bunda" Livy
"hah... berhasil juga." ucap jesika begitu tiba di mobil.
"hah... jadi ini hanya akal akalan mu jes... kamu sudah gila ya... sampai sampai menjual nama bibi sedang sakit." Selena
"sttt... sudah kamu diam saja... kita perlu kesalon dulu... biar kamu semakin cantik saat bertemu dengan pria itu.... ayolah besty... ini kesempatan tidak bisa di sia siakan."
__ADS_1