Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
Tuan Aaron


__ADS_3

hari berikutnya saat Jho sedang ada rapat yang harus di hadirinya. Davin juga tak kalah sibuk tapi Davin memutuskan untuk kekantor setengah hari saja. Dan Derya menemani selena yang masih belum sadar bersama dengan ayahnya Lucas Vittoria. Anna yang sudah diperbolehkan untuk pulang namun sebelum pulang Anna hendak melihat kondisi ibunya untuk.


"mahhh.... kau sungguh kejam padaku. kau jahat padaku. aku anak mu sendiri tapi kau terlantar kan. sedangkan anak anak tirimu kau sayangi layaknya anak kandung mu." ucap Anna dalam hati sambil meneteskan air mata.


"aku iri melihat mereka yang kau bela bela dan kau sanjung sanjung sedangkan aku..." batin anna


saat itu juga Davin yang pulang dari kantor dan hendak menuju kerumah sakit. dan setibanya di rumah sakit Davin melihat Anna yang sedang melihat kamar ibunya dari jendela kaca.


"Anna." panggil Davin.


Anna yang terkejut dan sudah tau itu suara siapa. segera Anna langsung pergi tanpa menoleh kebelakang.


"Anna tunggu.." panggil Davin lagi yang juga mengejar Anna


Anna yang sepertinya panik dan tidak tau akan kemana lagi dia kabur karna didepan hanya jalan buntu. Anna langsung saja memasuki sebuah kamar pasien yang tidak tau didalamnya ada orang atau tidak.


"ceklek...." suara pintu tertutup.


Davin pun langsung berhenti mengejar Anna, Davin jadi berfikir jika dirinya salah orang.


"jelas jelas dia sangat kirim dengan Anna. tapi jika dia Anna mengapa dia menghindari ku. dia masuk kesini berarti dia pasien disini. tapi kenapa dia menangis sambil melihat kamar mamah.... anehhh" batin Davin


"apa aku salah orang... tapi jelas jelas dia sangat mirip seperti Anna" batinnya. sangking Davin penasaran. Davin hendak membukakan pintu yang Anna masuki itu namun tiba tiba Jho datang dan memanggil nya.


"Davin?? apa yang kamu lakukan disana." tanya Jho yang berjarak sekitar 20 meter. Jho berada didepan pintu kamar ibunya sedangkan Davin berada di pintu ketiga dari pintu kamar ibunya.


"kak..." Davin lalu meninggalkan tempat itu dan menghampiri kakak nya.


"itu... tadi aku melihat Anna berdiri disini dan melihat kedalam sambil menangis. tapi saat aku panggil dia malah pergi begitu saja dan masuk ke ruangan itu. tapi aku yakin itu Anna dia juga mengenakan pakaian pasien." terang Davin.


Jho sepertinya paham, dan juga yakin itu Anna namun menghindari Davin.


"kamu pasti salah orang. Anna sedang ada dirumah. barusan aku menghubungi nya." ucap Jho lalu masuk kedalam


"tapi kak... aku tidak salah lihat itu pas.." Davin


"vin..." panggil Jho dengan nada dingin mengisyaratkan untuk Davin segera diam.

__ADS_1


Davin pun tidak bisa lagi berkata kata, dan langsung diam masuk kedalam juga.


"maaf... tuan. maaf atas kelancanganku." ucap Anna yang melihat jika didalam ternyata ada pasien seorang laki laki yang umurnya mungkin separuh baya.


"kamu siapa? berani berani nya masuk sembarangan." tanya seorang wanita


"maaf nyonya... maaf aku..." Anna


"bi Arsi... kamu bi Arsi kan???" tanya Anna


wanita itu kebingungan kenapa dia bisa mengenal nya. padahal itu nama dulunya.


"siapa kamu???" tanya wanita itu yang Anna panggil Arsi


"aku Livy bi... Livy Pamela... bibi ingat..." Anna


"Livy???? non Livy...." Arsi


"iya bi..." ucap Anna lalu memeluk Arsi dengan penuh kerinduan. Anna juga menangis saat Arsi memeluknya bahkan mereka akhirnya juga sama sama menangis.


"non sakit... non sakit apa??" tanya Arsi.


"merry??" tanya pasien separuh baya itu.


"Ahh Tuan maaf. aku hampir lupa. ini Tuan... ini putrinya Tuan Edward.... sahabat Tuan." ucap Arsi yang kini namanya sudah diganti menjadi merry.


"Putri nya Edward??? kemari sayang... kemari... sini...." ucap nya memanggil Anna.


tapi Anna hanya diam saja lalu melihat kearah Arsi/Merry.


"non... saya sudah mengganti nama. bukan Arsi lagi tapi merry. makanya saat non panggil Arsi aku bingung non." merry


"non... Tuan ini adalah sahabat nya Tuan Edward. dulu saat Tuan dan nyonya bercerai. Tuan ini datang namun sudah terlambat. nyonya sudah pergi, nona dan tuan juga sudah pergi. dan tersisa aku dirumah dan hendak pergi juga. namun Tuan Aaron ini datang dan membawa ku untuk berkerja bersamanya. kami juga berusaha mencari non.. tapi tidak pernah ketemu." terang Merry.


"kamu sudah tidak mengenal paman. dulu saat paman datang berkunjung kamu selalu meminta bermain dengan putraku. juga ingin meminta ikut bersama kami." ucap Aaron.


"paman...." ucap Anna yang sudah mengingatnya. dan menghampiri Aaron.

__ADS_1


"astaga..... kamu sekarang sudah tumbuh menjadi anak yang dewasa... tumbuh sendiri.." ucapnya sambil meneteskan air mata kesedihan.


"paman yakin kamu pasti sangat kesepian dan kesulitan selama ini. seharusnya paman mencari mu ke penjuru dunia ini." ucapnya lagi.


sedangkan Anna juga sedang menangis dalam pelukan Aaron. Anna teringat lagi kenangan semasa kecilnya.


"katakan pada paman.. kamu sakit apa.. kenapa bisa masuk rumah sakit. " Aaron.


"benar non.. non sakit apa??" merry


"paman... bi... aku baik baik saja. aku tidak sakit... tapi...." Anna menghentikan ucapan nya sambil menahan tangis.


"sayang... kenapa??" tanya merry.


"bi.... aku tidak sakit.. tapi.... tapi... mamah...ma..mamahh yang sakit" ucap Anna yang terpotong potong karena bicara sambil menangis.


"apa??? selena sakit" tanya Aaron yang terkejut.


"kamu bersamanya selama ini. kamu tinggal bersama ibumu." tanya Aaron.


"tidak paman. aku... aku baru tinggal dikota ini hampir empat tahun. dan aku baru bertemu dengan nya setelah beberapa bulan. dan kemarin dia mengalami kecelakaan dan dia kehilangan banyak darah. yang saat itu aku bersama dengan anak tirinya. dan dokter bilang hanya darah anaknya atau saudara nya yang bisa disalurkan padanya karna ada kelainan di sel darah nya. namun Putri nya yang dari suaminya sekarang juga sedang berada di luar negeri. hingga aku tidak punya pilihan lain. aku mendonorkan darahku." terang Anna


"dan aku tadi aku hendak melihatnya apakah sudah siuman namun kepergok oleh anaknya yang lain dan aku tidak ada pilihan lain dan masuk ke ruangan ini" Anna


"jadi nyonya selena sekarang masih belom siuman non" tanya merry.


"aku tidak tau bi.. aku tidak melihat nya dengan jelas." Anna


"lalu sekarang kamu tinggal dimana." tanya Aaron.


"aku tidak punya tempat tinggal paman. aku hanya menyewa apartemen saja." ucap Anna


"bagaimana jika tinggal bersama kami non..." ucap merry


"benar sayang. tinggal lah bersama paman. paman sudah tidak sanggup lagi melihat kamu kesepian diluar sana. paman mohon jangan menolak ya." Aaron.


"paman... aku sungguh sangat berterimakasih. aku tapi ada sesuatu yang harus aku selesaikan dulu." ucap Anna.

__ADS_1


__ADS_2