
dengan rasa panik yang luar biasa padahal dirinya juga masih syok dan kesakitan, namun kepala pelayan menahan semuanya itu dia lebih mengkhawatirkan Anna. Anna yang sudah tidak sadarkan diri itu tubuhnya dipenuhi dengan darah.
"Tuhan tolong kami... tolong kasihani Nyonya Anna..." kepala pelayan tak henti hentinya menangis dan berteriak minta tolong.
tak berapa lama sirine ambulan pun tiba beserta pihak kepolisian, mereka langsung melakukan tugasnya. namun sedikit kesulitan mengeluarkan Anna dan supirnya karena mobil yang menabrak mereka.
dengan kerja sama yang bagus akhirnya Anna dan supirnya sudah dilarikan kerumah sakit, kepala pelayan mengikut bersama ambulan yang ditumpangi Anna.
"bagaimana ini Tuhan... tolong selamatkan Nyonya Anna juga janin yang dikandungannya." kepala pelayan tak henti hentinya berdoa dalam hati. melihat kondisi Anna yang terbilang cukup parah, ditambah darah keluar dari ************ nya hal itu membuat kekhawatiran nya tak karuan lagi.
"halo bos... tugas kami sudah beres... pokoknya tenang saja semua sesuai harapan bos." ucap mereka melalui telepon
"benarkah... tapi aku belum menerima kabarnya..." Ziva
"tenang saja bos... mereka baru saja dilarikan ke rumah sakit... kami akan mengirimkan vidionya sekarang." mereka tadi berhenti saat kecelakaan itu dan merekamnya
"baiklah... aku juga akan mengirimkan hasil kinerja kalian... tapi ingat... jangan pernah ada yang mengetahui ini.." Ziva
"bos tenang saja... kami tidak mungkin seperti itu." suruhan Ziva
"uhh... kasihan sekali.. tubuhnya berlumuran darah..." Ziva sudah melihat video yang dikirim suruhannya itu.
"siapa..." tanya Adryan yang baru saja pulang dan langsung masuk ke kamar Ziva karena anaknya menangis minta asi dan sudah dipanggil panggil namun Ziva tak kunjung datang.
"vidio apa itu... sampai kamu asik sekali menonton nya sampai tak memperdulikan anak mu yang sudah kehausan." Adryan
"bukan apa apa... ini aku juga mau kesana." Ziva langsung menyembunyikan ponsel nya dan langsung keluar dari kamarnya
Adryan geleng geleng kepala karena melihat sikap dan tingkah Ziva.
"dret... dret.... dret...." ponsel Adryan berdering
"siapa lagi yang menghubungi ku..." Adryan meraba sakunya mengambil ponsel.
"nomor polisi..." Adryan kebingungan
"hallo" Adryan
__ADS_1
"hallo selamat sore Tuan... ini benar dengan Tuan Adryan." polisi
"benar... saya sendiri... apa ada masalah.." Adryan
"kita bicara kan dulu dirumah sakit. mobil Tuan dengan plat nomor XXX mengalami kecelakaan dijalan Ab.no 14." polisi
"apa.... lalu penumpang nya bagaimana..." Adryan begitu terkejut saat diucapkan platnya
"alangkah lebih baik jika Tuan langsung kesini saja.. dan melihat kondisi nya sendiri." polisi
"baiklah... aku akan segera kesana sekarang." Adryan
"kamu mau kemana..." tanya Ziva yang melihat Adryan seperti terburu buru, namun tidak direspon Adryan
"kemana dia... bukanya baru pulang..." Ziva
"jangan jangan dia sudah mendapat kabarnya..." Ziva baru sadar.
"baiklah kita tunggu kabar selanjutnya..." Ziva
"Anna maafkan aku..." batin Ziva
dengan penuh kekhawatiran Adryan mengendarai mobilnya sendiri dan mempercepat laju kendaraan nya.
setelah menempuh sekitar dua puluh menitan karena ada kemacetan tadi Adryan pun tiba dirumah sakit. Adryan sudah tidak perduli dengan orang orang sekeliling nya yang melihatnya berlari di sekitaran rumah sakit.
bahkan ada yang merekamnya karena bagi mereka sangat langka untuk melihat secara langsung seorang pria tampan kaya raya.
"Tuan... " kepala pelayan langsung melihat Adryan berlari
"apa yang terjadi... kenapa bisa sampai kecelakaan... dan bagaimana kondisinya..." Adryan
"masih belum tau Tuan... dokter sudah menangani nya selama setengah jam dan belum keluar..." kepala pelayan yang sudah dibersihkan dan sudah diperban. perawat memintanya istirahat dulu namun katena khawatir nya terhadap Anna kepala pelayan tak lagi memperdulikan dirinya.
"lalu dimana Jacob dimana??? bagaimana kondisinya..." Adryan juga menanyakan supir andalan nya itu.
"sama Tuan Jacob juga sedang ditangani dokter... mereka berdua terluka parah..." kepala pelayan
__ADS_1
"bagaimana kejadian nya... kenapa bisa sampai seperti ini" Adryan
"awalnya biasa saja Tuan... tiba tiba Jacob bilang kalau ada yang mengikuti kami dari belakang... lalu Jacob mempercepat lajunya... dan tiba tiba ada mobil dari depan yang menabrak kami Tuan..." kepala pelayan
"mengikuti..." Adryan.
"benar Tuan..." kepala pelayan
"tolong jaga dia disini... Jika terjadi sesuatu segera hubungi aku" mendengar itu Adryan langsung bergegas menemui para polisi yang sudah menangani kasus kecelakaan itu.
sementara ditempat lain dimansion keluarga Vittoria, selena yang sedang ingin meminum jus segar menjelang sore hari. dengan semangatnya selena membuat nya sendiri tanpa menyuruh pelayan. jus yang dibuatnya pun sudah selesai dan hendak membawanya ke taman belakang sambil menikmati suasana siang menjelang sore itu.
namun tiba tiba gelas jusnya itu terjatuh dari tangan Selena, yang jelas jelas dipegang nya dengan erat.
"ehhh... (prakkkkkk...)" gelas itu pun langsung pecah
"Nyonya... nyonya baik baik saja..." para pelayan disana langsung sigap menghampiri nya begitu mendengar suara itu.
"ya aku baik baik saja..." selena tampak seperti kebingungan namun ntah kenapa perasaan nya tidak nyaman seperti merasakan kekhawatiran yang mendalam
"Livy..." batinnya
"tidak... mungkin ini hanya kebetulan saja... mungkin tanganku licin sehingga gelasnya terjatuh..." batin Selena
"biar saya buatkan yang baru lagi Nyonya..." pelayan
"ah tidak perlu... buatkan teh panas saja... tiba tiba aku tidak selera jus lagi" selena
"baik Nyonya." pelayan
"ada apa ya... kenapa tadi aku tiba tiba kepikiran dengan Livy... apa terjadi sesuatu padanya..." batin Selena
"mamah... mamah kenapa??? koo sepertinya kebingungan gitu... trus raut wajah mamah terlihat tampak khawatir..." Derya
"tidak kok sayang. mamah setiap harinya seperti ini... kamu terlalu memperhatikan mamah ya..." selena bercanda
"ya sudah kalau tidak ada terjadi apa apa Rya balik ke kamar ya mah" Derya
__ADS_1
"emm..." selena kembali termenung lagi..