Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
malam pertama Anna


__ADS_3

saat dalam perjalanan pulang Adryan sudah sangat tersiksa, wanita itu membuat obat nya dengan dosis tinggi.


"aish.... aku sungguh tidak tahan..." ucap Adryan


perjalanan masih sangat jauh dan Adryan sudah sangat tersiksa menahannya. tiba tiba teringat dengan perkataan ibunya.


"untuk saat ini kata dokter jangan berhubungan intim dulu. bisa membahayakan sibayinya."


"hah..." Adryan berteriak dan memukul stir nya.


dan tanpa terasa Adryan sudah tiba diteras mansion, Adryan langsung masuk saja dan meninggalkan mobilnya asal parkir. namun tanpa pikir panjang Adryan langsung pergi kearah kamar Anna.


"tok...tok...tok..." Adryan mengetuk pintu Anna


"tok...tok...tok..." lagi lagi Adryan mengetuk nya karna sudah sangat tidak tahan.


"astaga... siapa malam malam begini." ucap Anna yang terganggu.


dan tanpa periksa dulu siapa yang datang karna selama ini tidak ada yang mengganggu nya.


"sia..." Anna membuka pintu dan langsung didorong paksa masuk.


"siapa kamu..." ucap Anna yang panik tiba tiba seseorang memeluk nya dengan sangat cepat.


Anna mencoba melepaskan pelukan itu dan melihat siapa orang itu.


"kamu... sedang apa kamu disini..." ucap Anna yang sudah melihat jika orang itu adryan.


"jangan menolakku.. aku menginginkan mu sekarang." ucap Adryan yang sudah seperti binatang buas kelaparan menemukan mangsanya.


"jangan coba coba menyentuh ku... aku tidak akan membiarkan mu menyentuh ku." ucap Anna yang mencoba kabur dan keluar dari kamar itu.


namun Anna tidak bisa Adryan dengan sangat cepat menangkap mangsanya, dan langsung melumpuhkan dan menguncinya.


"lepas... kamu jangan kurang ajar... ingat kita bukan suami istri yang sesungguhnya..." Anna


"diamlah..." Adryan kini sudah merobek pakaian Anna. tepat saat itu Anna memakai piyama tidur yang tipis sehingga sangat mudah merobek nya.


"jangan... kamu... *plak...* " Anna mencoba memberontak dan menampar Adryan.


"aku mohon kamu sadarlah... jangan lakukan itu." Anna masih mencoba memberontak meskipun dia tak bisa mengalahkan Adryan yang sudah mengunci tubuhnya


"aku tidak bisa... aku tidak bermaksud melakukan itu. tapi aku dijebak seseorang dan aku saat ini terangsang." ucap Adryan


"tapi tidak denganku juga... kamu bisa melakukan itu pada." Anna


"tidak... jangann lakukan aku mohon..." Anna semakin panik karena bagian bawahnya sudah terbuka.


"sangat indah..." ucap Adryan yang melihat tubuh Anna sudah berbuka.


"tidakkk... aku mohon... jangan lakukan itu..." Anna masih mencoba memberontak dan menangis.


dengan cepat juga Adryan melepaskan pakaian nya dan sudah mulai bereaksi.


"aku mohon... kamu sadarlah... kamu bisa melakukan itu pada kekasihmu atau wanita lain.. jangan denganku." Anna


Adryan sama sekali tidak mendengar Anna, bahkan Adryan sudah sangat dipuncak nafsunya setelah melihat tubuh Anna terbuka tanpa sehelai benang.

__ADS_1


"ahh... sakit.... tidakkk... sakit sekali..." ucap Anna.


"hah..." Adryan sekitak terdiam sebentar saat merasakan jika Anna masih sempit yang artinya masih perawan.


"bersabar lah... aku akan melakukan nya dengan lembut... ini mungkin pertama kalinya bagimu jadi sangat sakit." ucap Adryan yang kembali melakukan nya.


Anna yang tak bisa sama sekali melawan karena kekuatan dan tenaga Adryan sangat kuat. Anna mencekram dan meremas kuat sprei tempat tidur nya.


"ya Tuhan kenapa ini harus terjadi padamu." batin Anna.


"dia sangat enak... bahkan bersama Ziva aku tidak pernah merasakan senikmat ini." batin Adryan yang sangat merasakan Anna. dia mengingat jika saat pertama kalinya bersama Ziva. dan Ziva sudah tidak perawan lagi.


setelah sekian lama Adryan melepaskan hasratnya dan langsung tertidur di kamar Anna. sedangkan Anna yang merasa tidak adil diperlakukan seperti itu, langsung masuk kedalam kamar mandi dan menghidupkan shower.


"hiks... hiks... " Anna menangis dibawah aliran air itu.


paginya Anna sudah seperti biasa sudah rapi dan sudah ditaman menyirami bunga dan tanaman lainnya. Anna mencoba menghilangkan rasa nyeri dihatinya atas apa yang terjadi malam itu.


Liora yang sudah sangat semangat karena tugasnya sudah dimakalah dan mencoba menemui Anna untuk diperiksa sekali lagi. namun saat baru turun seorang pelayan datang menemuinya.


"non... itu mobil Tuan Adryan." ucap pelayan itu sambil menunjukan kearah luar.


"kenapa???" tanya Liora penasaran dan langsung melihat nya.


"ini kenapa diparkir disini." Liora


"tidak tau non... kuncinya juga di bawa oleh Tuan." ucap pelayan


"baiklah... biarkan saja... nanti juga kakak akan turun." Liora lalu pergi kearah Anna


"sembarang memarkirkan mobil. ckkk" Liora.


"astaga..." Liora terkejut dan makalah nya terjatuh.


"Lio..." Adryan


"kak Ryan... sedang apa kakak disini. dan.." ucap Liora heran melihat kakaknya itu keluar dari kamar Anna dengan pakaian yang hanya celana kerjanya dan singlet sedangkan kemejanya hanya di pegang saja.


"jangan lihat lihat... minggir..." Adryan langsung bergegas pergi.


"aneh... dia keluar dari kamar Anna.." ucap Liora


"juga pakaiannya itu seperti terjadi sesuatu." Liora


saat sedang menuju kamarnya, Adryan telah dilihat oleh para pelayan dengan keadaan seperti itu.


"jangan ada yang membicarakan ini pada bunda juga Ziva. kalian paham" ucap Adryan pada para pelayan.


"baik Tuan." ucap para pelayan yang melihatnya.


Liora pun masih dengan heran dengan apa yang dilihat nya. dan Liora mencoba mengetuk pintu Anna namun sudah di kagetkan dengan penghuni nya.


"aku disini." Anna


" kamu... mengagetkan ku." Liora


"itu... kak Ryan..." Liora langsung ingin bertanya karena penasaran juga.

__ADS_1


"kamu bisa tanyakan padanya langsung." ucap Anna


"ohh... baiklah... ini aku membawa kan untuk kamu cek sekali lagi saja.. boleh" Liora


"sini biar aku lihat lagi." ucap Anna


"emm... sudah bagus..." puji Anna makalahnya rapi.


"makasih... nanti siang saat aku udah pulang kampus aku akan mentraktir mu" ucap Liora menganggap Anna seperti teman nya.


"aku..." Anna mencoba menolak.


"sudahh.. pokoknya siang nanti aku datang dan kamu siap siap." Liora langsung pergi setelah mengucapkan nya.


"aneh... sikapnya berubah" ucap Anna yang heran melihat Liora.


"aduh... sakit..." Anna terkadang tidak sadar dan asal berjalan padahal ************ nya sedang sakit.


"astaga... si brengsek itu menghajar ku habis habisan." ucap Anna


saat itu adryan sedang beres beres yang hendak kekantor, namun tiba tiba teringat dengan kejadian malam itu.


"astaga... aku melakukan kesalahan padanya..." ucap Adryan


"apakah dia baik baik saja.. tadi malam aku membabi buta terhadap nya." Adryan


Adryan merasa sedikit bersalah pada Anna namun kini dia buru buru ke kantor karena ada rapat penting. dan saat hendak pergi dan melihat mobilnya di depan terparkir sembarangan.


"lihat mobil siapa itu." ucap Nyonya Edward.


"bunda... itu..." Adryan hendak menjelaskan


"sudah... bunda tidak ingin mendengarnya... bereskan itu." nyonya Edward.


saat Adryan hendak memindahkan mobilnya namun bingung dia meletakkan kuncinya dimana.


"astaga... aku lupa kuncinya dimana." ucap Adryan


"lupa... biasanya juga kamu meletakkan nya di jas kamu." ucap Nyonya Edward yang sudah hapal kebiasaan anaknya.


"ohh iya.. " lalu Adryan naik ke kamarnya untuk memeriksa jas nya yang dia pakai kemarin malam.


"jasnya dimana?? kok tidak ada." Adryan heran tak melihat jas yang dia pakai


"pelayan..." panggil Adryan.


"iya tuan" pelayan


"jas ku dimana... apa sudah dicuci." tanya adryan


"belum Tuan... aku bahkan baru ingin mengambil pakaian kotor." ucap pelayan.


"lalu dimana jasku" Adryan tidak ingat sesaat dengan kejadian malam itu


Liora yang mendengar jika kakaknya itu mencari kuncinya yang lupa diletakkan dimana.


"dikamar Anna." ucap Liora tiba tiba

__ADS_1


Adryan pun yang tersadar langsung bergegas pergi ke kamar Anna.


__ADS_2