
sejak saat Martha mengetahui siapa Anna sebenarnya, namun Marta masih ingin mengetahui apa yang terjadi saat perpisahan keluarga nya itu. ditambah Martha masih bingung kenapa Anna bisa di panti asuhan padahal isu yang beredar Anna dibawa oleh ayahnya keluar negeri.
pagi itu pun sikap Martha pada Anna yang biasanya bersikap dingin, kini sangat peduli dan hangat. membuat putri nya bingung dengan perubahan sikap ibunya pada Anna. sementara Adryan yang sampai pagi itu juga tak kunjung pulang ke mansion.
"apakah anak itu belum pulang juga" tanya Tuan Edward
"tidak Tuan.." ucap seorang pelayan.
"sayang... sudah kamu makanlah.. nanti biar aku yang nasehati dia." Nyonya Edward
"ya.. sebaiknya memang kamu yang menasehati nya..." Tuan Edward.
setelah mereka selsai sarapan dan Tuan Edward pergi untuk melakukan pemeriksaan karena akhir akhir ini dia merasakan sakit yang lebih dari yang biasanya. namun alasannya hanya ingin pergi ke perusahaan untuk pengecekan saja.
Anna yang hanya ingin pergi ke kebun belakang ingin mencari kesibukan yang sekiranya tidak membosankan menurutnya. seorang pelayan tiba tiba datang memanggilnya.
"Nyonya muda maaf mengganggu. Nyonya di minta untuk menghadap Nyonya besar" ucapnya
"ada keperluan apa bi.." Anna
"aku tidak tau nyonya." pelayan
"baiklah.. aku akan kesana" Anna penasaran kenapa Nyonya Edward mencari nya. padahal Nyonya Edward biasanya juga tidak ingin melihatnya.
"Nyonya..." ucap Anna
"nak... kamu jangan panggil Nyonya lagi. aku ini ibu mertuamu.. panggil saja bunda ya" ucap Nyonya Edward dengan sangat lembut. bahkan Anna semakin takut melihat tingkah dari mertuanya ini tiba tiba berubah.
"aku tau kamu pasti terkejut.. tapi kan memang seharusnya kamu memanggil aku bunda... ohh iya kamu temani bunda ya.. bunda mau belanja." Nyonya Edward
"ba... baik... baiklah bunda" Anna sampai terbata bata berbicara.
__ADS_1
Dokter spesial otak.
"ini sudah semakin memburuk. sel sel kanker nya sudah sangat menyebar kemana mana." dokter.
"hemmm.. pantesan aku merasakan sakit yang luar biasa sekarang." Tuan Edward
"saran saya. sebaiknya Tuan menyampaikan ini pada keluarga atau..." Dokter
"atau apa dok.. bicarakan saja tidak perlu ada yang harus di tutupi." Tuan Edward
"atau Tuan pergi tanpa berpamitan dengan mereka. ini sudah tidak memakan waktu lama lagi Tuan. perkembangan sel nya semakin hari semakin cepat." dokter.
"terimakasih dokter... aku sangat beruntung dokter yang menangani ku adalah dokter yang hebat seperti kamu." Tuan Edward
"Tuan... saya yang justru beruntung Tuan sangat mempercayai ku untuk mengobati Tuan." dokter.
setelah pemeriksaan Tuan Edward pergi ke kantor untuk melihat cara kerja anak sulung nya itu. dan dalam perjalanan Tuan Edward semakin merasakan sakit yang luar biasa dan Tuan Edward langsung meminum obat pereda rasa nyeri.
di pusat perbelanjaan barang branded.
"iya..." jawab Anna dengan santai tanpa tau siapa yang memanggilnya.
kemudian Anna tersadar dan terdiam seketika jika yang di panggil itu adalah kehidupan masa kelam nya dulu. dan Anna melihat kearah suara yang memanggilnya. dan ternyata ibu mertua nya lalu nyonya Edward pun langsung menghampiri Anna dan memeluk nya.
"kenapa tidak memberi tahuku kalau kamu adalah Livy." Martha (Nyonya Edward).
"bunda... bunda tau dari mana.." Anna
"aku tidak bermaksud untuk menutupi nya namun sejak pertama buda sudah tidak suka melihat ku." Anna
"maafkan bunda ya.. bunda tidak tau kalau ini kamu... tapi kenapa kamu mengubah nama." tanya Martha.
__ADS_1
"ceritanya panjang bunda..." Anna
"cerita lah bunda ingin mendengar semuanya.. bunda sangat merindukan mu" nyonya Edward
kemudian Anna menceritakan semua kejadian demi kejadian secara rinci pada Nyonya Edward. Anna sangat senang ternyata Martha masih mengenalnya seperti dulu.
"lalu dimana Selena sekarang?" tanya Martha
"apa kamu sudah pernah bertemu dengannya?" tanya Martha lagi
"iya bunda... aku pernah bertemu dengannya... bunda masih ingat dengan pria yang pernah menemuiku sewaktu belanja perlengkapan itu. itu anak tirinya." ucap Anna
"maksud kamu pria yang memeluk mu itu. bukankah itu kekasihmu.. Adryan pernah mencari taunya dan benar jika orang orang di sekitarnya mengatakan kalian itu berpacaran" Martha
"namanya jhonatan bunda. kami memang pernah menjadi sepasang kekasih dan kami saling menyayangi. namun... saat malam itu malam pertemuan aku dengan keluarga nya karena hubungan kami akan serius. aku sungguh terkejut melihat seseorang yang aku rindu rindukan menyambut ku dan dia sebagai nyonya dirumah itu." Anna
"maksud kamu Selena... ibu tiri dari pria itu Selena." Martha
"iya bunda... awalnya aku ingin pergi meninggalkan Jho tanpa dia mengetahui hubunganku dengan ibu tirinya. namun sesuatu terjadi padanya kecelakaan itu yang membuatnya kehilangan banyak darah. dokter berkata bahwa tidak ada darah yang cocok dengannya mungkin darah anak atau keluarga kandung nya saja yang bisa membantu nya. saat itu aku juga ada disana bunda.. aku tidak tega membiarkan nya seperti itu. lalu aku mendonorkan darahku dan saat itu Jhonatan tau jika aku adalah anak dari ibu tirinya. aku memutuskan untuk pergi namun dia menghalangi ku ntah bagaimana ceritanya aku bertemu ayah di rumah sakit dan." Anna berhenti saat menyebutkan ayah mertuanya.
"lalu aku pergi tanpa sepengetahuannya bunda." Anna
"boleh aku tau alamat nya nak... bunda juga sangat merindukan nya..." Martha
"baiklah bunda... bunda terimakasih sudah menyayangi ku" Anna tersentuh dan menangis.
"sudah... bunda juga minta maaf... bunda tidak tau jika kamu itu adalah Livy... " Martha
Mansion
"bi... kenapa aku tidak melihat ada bunda..." Liora
__ADS_1
"non.. tadi Nyonya besar dan Nyonya muda keluar.. tidak tau pergi kemana." ucap seorang pelayan.
"bunda..." Liora bingung