
sudah seminggu semenjak kepulangan Anna di mansion tapi Anna hanya berdiam diri di dalam kamarnya, bahkan kamar yang sudah di siapkan untuknya tidak pernah berniat untuk melihatnya nya.
"lihatlah kamar itu... sudah kamu siapkan bahkan sampai merepotkan para pelayan untuk merapikan nya... tapi dia sama sekali tidak menghargai nya... tapi aku rasa dia memang tidak menyukainya..." ucap Ziva saat sedang sarapan dengan Adryan
"biarlah... yang penting kita sudah berusaha untuk yang terbaik." Adryan
"iya beb... tapi kan usaha kamu jadi sia sia... dia sama sekali tidak menghargai nya" Ziva
"kata siapa???" Anna yang baru tiba dengan penampilan yang tidak biasanya.
"kata siapa aku tidak menghargai nya... hari ini aku juga akan menempati kamar itu... suamiku sudah menyiapkan nya untuk ku" ucap Anna sambil melihat kearah Ziva ingin melihat reaksi marahnya
"kamu... sedang apa kamu disini.. dan kamu sengaja ya menguping pembicaraan kami" Ziva
"aku sedang apa... ya aku juga ingin sarapan lah... kenapa apa kamu ada masalah jika aku gabung sarapan disini..." Anna
"ahh iya... aku tidak menguping... jelas jelas suara mu terdengar sampai keluar..." Anna lalu duduk di bangku yang berhadapan dengan Ziva sambil menatap Ziva dengan tersenyum namun matanya menatap Ziva dengan tajam/dingin.
"kamu..." Ziva
"sudahlah... nikmati saja sarapannya..." ucap Adryan mencoba menenangkan keduanya.
"sudahlah... aku sudah tidak nafsu lagi untuk memakannya.." Ziva hendak pergi.
"emm... sayang sekali padahal ini pertama kalinya kita sarapan bersama... tapi tidak apa... besok besok kita juga akan sarapan bersama" Anna
"kamu sengaja ya... atau kam" Ziva
"ziv... aku tidak suka ada keributan saat sedang sarapan atau makan." Adryan
Ziva hanya mengepal tangannya lalu pergi ke kamarnya, Anna bahkan melihat tangan Ziva itu.
"ini baru permulaan... kamu tunggu saja" batin Anna
"apa keadaan mu sudah membaik" Adryan
"emm... seperti yang kamu lihat" Anna
"syukurlah" Adryan kehabisan kata kata.
Anna ingin mengatakan sesuatu tapi Anna sedang menunggu waktu yang pas, saat Adryan sudah menyelesaikan sarapannya.
"emm tunggu.." Anna
"aku ada sesuatu yang ingin aku bicarakan" Anna
"tentang apa??" Adryan
"aku ingin ikut bekerja... aku tidak bisa hanya berdiam disini terus... aku bosan..." Anna
__ADS_1
"begini bukan aku tidak mengijinkan tapi permasalahannya" Adryan belum melanjutkan ucapan nya
"orang orang kantor sudah pernah melihat ku... dan aku pernah bekerja bersama mu disana" Anna
"jika tidak... aku bisa melamar diperusahaan yang lain..." Anna
"baiklah... nanti aku carikan dulu posisi untuk mu... kamu tunggu saja dulu" Adryan
"apa sedang kalian bahas..." Ziva turun lagi
"bukan urusanmu.. ini urusan suami dan istri" ucap Anna lagi dan lagi melihat kearah Ziva
sedangkan Adryan yang mendengar itu terkejut dan melihat Anna dengan tatapan bingung.
"kenapa??? apa perkataan ku salah" Anna
"sudah... sudah kalian jangan ribut terus... aku pergi berangkat dulu" Adryan yang pusing melihat kedua wanita itu.
"kenapa dengannya... seperti ada orang baru dirumah itu... dia juga berkata suami istri... apa dia" batin Adryan
"ahh tidak mungkin... tapi mungkin saja... mungkin dia menyukai ku dan.... ahh apa yang aku pikirkan.." Adryan sedang menebak nebak dan tadi Adryan terkejut juga merasa ada kegembiraan dihatinya begitu Anna mengatakan mereka suami istri.
"heh... jangan mentang mentang Adryan semakin peduli padamu kamu semakin sesuka hati... dia itu peduli karna kasihan dengan mu... bukan karna dia suka atau sayang padamu..." Ziva
"oh ya... tapi aku tidak peduli" Anna
Anna hanya diam saja.
"katakan apa yang kalian bicarakan tadi..." Ziva
"kenapa... penasaran ya.. tapi sayangnya itu tidak ada hubungannya atau urusannya denganmu" Anna
"bi... nanti barang barangku yang lainnya pindahkan saja ya. malam ini juga aku akan tidur disini... tampaknya suamiku khawatir jika aku tinggal di kamar belakang itu." Anna
"baik Nyonya" kepala pelayan ikut senang ternyata Anna tidak lagi diam.
"ada apa dengan nya... kenapa dia semakin berani... apa otaknya sudah bergeser ya.. bahkan dia menatap ku dengan sangat tajam." batin Ziva
"atau jangan jangan dia tau sesuatu... dia tau kalau aku dalang dari kecelakaan itu... tapi tidak mungkin... polisi saja tidak berhasil menangkap mereka" batin Ziva
siang itu ketika para pelayan sedang sibuk membereskan barang barang Anna untuk dipindahkan, kepala pelayan meminta yang lainnya merapikan pakaian dan yang lainnya. sedangkan kepala pelayan menyusun berkas berkas Anna, dan seketika kepala pelayan terdiam melihat ada sebuah foto dan juga gantungan kunci yang dulunya pernah dia belikan bersama Adryan.
"ini..." kepala pelayan melihat gantungan kunci dan foto Anna kecil dan Adryan kecil.
masa lalu.
"bi bisa tolong temani aku..." Adryan kecil
"ada apa Tuan.. aku akan selalu siap membantu Tuan muda" kepala pelayan saat itu masih muda dan pekerjaan menjaga Adryan.
__ADS_1
"aku mau membelikan sesuatu untuk Livy... tapi aku bingung" Adryan
"emm... Tuan tenang saja... aku bisa membuatkan gantungan kunci yang cantik... aku yakin dia pasti menyukainya..." kepala pelayan
"baiklah bi... tapi besok aku akan membawanya... kapan kamu akan membuatnya" Adryan
"Tuan tenang saja... malam ini pasti akan selesai...Tuan bisa membawa nya besok" kepala pelayan
"emm aku akan membantu nya..." Adryan
"baiklah... kalau begitu kita belikan saja dulu peralatan nya." kepala pelayan
malam itu saat semua orang sedang tertidur kepala pelayan lalu mengerjakan gantungan kunci itu membuat nya dengan sebagus mungkin. dan didalamnya ada nama yang tersimpan yaitu "Adryan & Livy".
kepala pelayan pun mencoba membuka dan melihat ternyata benar, nama itu masih ada didalamnya.
"hah???" kepala pelayan terkejut ternyata benar itu gantungan kunci buatannya.
"bagaimana bisa nyonya menyimpan ini... dia siapa sebenarnya" batin kepala pelayan
"maaf bu... yang ini juga ikut di pindahkan" tanya pelayan lainnya
"bu..." pelayan itu menepuk pundak kepala pelayan.
"ahhh iya... ada apa... apa semuanya sudah beres" kepala pelayan
"yang ini... apa ikut di pindahkan"
"tinggalkan saja... disana sudah ada yang baru" kepala pelayan
"baiklah bu"
kepala pelayan lalu menyimpan gantungan kunci itu diam diam, dia masih sangat bingung dengan apa yang dilihatnya.
"apa semuanya sudah beres" Anna datang melihat kamar lamanya itu
"ahh iya... sudah Nyonya.." kepala pelayan kegugupan begitu melihat Anna
"ada apa?? kamu tampak" Anna belum selesai bicara
"aku sedikit kelelahan Nyonya." kepala pelayan
"ahh... kalau begitu istirahat saja... jangan dipaksakan... " Anna
"iya Nyonya..." kepala pelayan
Anna lalu pergi meninggalkan kamar itu setelah semua barangnya sudah dipindahkan, kepala pelayan lalu melihat Anna dari atas kebawah melihat punggung Anna dengan penuh kecurigaan.
"apa benar di non Livy... tapi kenapa dia merubah identitas nya" batin kepala pelayan
__ADS_1