
malam itu Ziva berkali kali menghubungi Adryan namun sama sekali tidak ada jawaban apapun, Ziva bahkan sudah berdandan sedemikian rupa agar terlihat seksi didepan Adryan. tapi yang ada malah kekecewaan lagi ntah kenapa hatinya sangat sakit.
"kenapa... kenapa belakangan ini kamu mengabaikan ku... dulu kamu juga sangat sibuk tapi kamu lebih memprioritaskan aku dari pada pekerjaan mu" Ziva
"bahkan jika kamu sibuk harusnya kamu mengabari ku... tapi kamu malah membuat ku menunggu dan berharap yang tidak pasti." Ziva mengirim banyak pesan namun tak ada tanda tanda Adryan sedang aktif.
sementara disebuah clup Adryan sedang bersantai dengan rekan kerjanya, Adryan dulunya sangat menyukai suasana clup tapi semenjak ayahnya sudah tiada dan Adryan sibuk menggantikan posisinya. Adryan jadi tau bahwa hal itu sudah tidak penting dan tidak ada gunanya lagi, namun ini karna permintaan client bertemu di sebuah clup Adryan pun menyetujui nya.
Adryan bahkan meninggalkan ponsel nya di mobil tanpa sengaja, malam itu Adryan tidak mengingat ada janji dengan siapa saat ini Adryan hanya fokus pada client nya ini. karena akan untung banyak jika mereka bersedia membeli produk brand dari perusahaan Adryan jadi Adryan tak mau melewati nya.
"ayolah... kamu masih muda juga masih lajang... silahkan diminum saja... sedari tadi kamu hanya minum sedikit... sedangkan aku sudah habis." client
"iya.. nanti akan saya habiskan... tapi mengenai ini... kita bahas dulu pak" Adryan takut jika sudah mabuk maka akan gagal.
"ahhh iya aku hampir lupa... kita kesini mau membahas bisnis tapi aku malah kelupaan... kamu itu memang benar benar pemuda yang pekerja keras... aku menyukai orang seperti mu..." client
"terimakasih atas pujian nya..." Adryan
"aku ada syarat... bagaimana kalau kita balapan siapa yang minum paling banyak. kalau kamu menang aku akan menandatangani nya... tapi kalau kalah maka aku tidak akan menandatangani nya." client
"bagaimana bisa aku mempercayai mu." Adryan sedikit ragu bagaimana bisa orang mabuk menandatangani sebuah berkas.
"ini saksinya... hei kemari" client memanggil pekerja di clup itu
"ini buat bayaran mu... tapi kamu harus menjadi juri siapa diantara kami uang meminum lebih banyak." client
"paham Tuan."
tidak hanya itu Adryan juga memanggil supir nya supaya bisa menyaksikan hal itu, dan untung saja client itu tidak mempermasalahkan nya.
"wahh anak muda kamu jangan curang.. aku tidak akan kalah denganmu... tapi kamu sepertinya sudah meminum lebih banyak dariku ahhh" client
"Tuan jangan dipaksakan.." supir itu khawatir Adryan sudah minum sangat banyak.
"sudah tidak apa..." Adryan masih bersikap tenang.
"baiklah... baiklah... aku menyerah... perutku sudah tidak kuat lagi... aku tau kamu memang orang yang tidak akan pernah menyerah... tapi aku hanya ingin bersenang senang dengan CEO muda yang tampan ini... hahahah" client itu sangat senang
"heii anak buah" client itu memanggil bawahannya
"siap Tuan"
__ADS_1
"kamu bawakan berkasnya dan berikan padanya... dia sudah menang" client
"dengarkan aku anak muda... sebelum nya aku sudah menandatangani nya... tapi aku dengar kamu belakangan ini sangat sibuk dan tidak pernah lagi kesini... jadi aku mengajakmu supaya kita bisa bersenang senang..." client
"terimakasih pak ya malam ini aku sangat senang" Adryan
setelah itu bawahannya pun datang membawa beberapa berkas, Adryan lalu melihatnya dengan kesadaran yang sudah mulai berkurang. Adryan sangat lega dan puas semua berkas nya aman dan benar benar sudah ditandatangani.
"aku sangat senang kita kedepannya kami akan berusaha memproduksi produk dengan sebaik mungkin. supaya kita bisa saling bekerjasama seperti." Adryan
akhirnya setelah cukup lama mereka pun mengakhiri pertemuan itu, Adryan sudah sangat kepanasan dan kepala nya serasa ingin pecah.
"ahhh... kepala ku" Adryan
"Tuan apa kita kerumah sakit saja." supir
"tidak perlu... kencangkan saja lajunya..." Adryan
"baik Tuan" supir
begitu tiba dirumah dan Adryan harus dibantu karena jalannya sempoyongan, Ziva yang mendengar suara orang datang segera turun mencoba merayu Adryan dengan dandanannya.
"Adryan... kamu mabuk..' Ziva
"kenapa tidak mengabariku... kenapa mengabaikan panggilan dan pesan ku... ternyata kamu pergi minum minum... dengan siapa kamu minum" Ziva
"katamu kita akan dinner malam ini.... ternyata kamu berbohong." Ziva
Adryan yang merasa telinga nya panas mendengar suara Ziva.
"diam... kamu bisa diam... huuu.. kamu pikir kamu siapa..." Adryan
"kamu tidak berhak bertanya seperti itu padaku... minggir" Adryan
"Adryan... kamu sudah keterlaluan sekali... aku disini menunggu mu dengan berdandan seperti ini supaya menarik dimatamu... tapi kamu malah bersikap seperti itu." Ziva
"cobalah menghargai ku..." Ziva
"kamu bahkan sama sekali tidak menarik dimataku... dengan dandanan seperti itu kamu bahkan terlihat seperti pelacur" Adryan
dan perkataan Adryan itu didengar oleh banyak pelayan yang mencoba membantu Adryan.
__ADS_1
"apa kamu bilang... pelacur... aku pelacur... wahhh kamu sangat hebat sekali... " Ziva sangat syok
"okk baiklah kalau begitu... aku akan pergi dari sini... ternyata aku dimatamu hanya seorang pelacur..." Ziva
namun Adryan diam saja mencoba naik kekamar nya pada pelayan pun dengan cepat membantu Adryan supaya tidak terjatuh. Ziva pun yang dengan sangat kesal marah dan kecewa pergi meninggalkan mansion itu, dan posisinya tengah malam sekitar pukul 00.45.
"lepas... aku bisa jalan sendiri" Adryan
para pelayan itu pun melepaskan dan hanya mengikuti Tuan nya dari belakang takut kalau tiba tiba terjatuh. namun tiba tiba Adryan malah tertuju pada kamar Anna.
"Tuan kamar itu" kepala pelayan belum selesai berkata
"aku tau... kalian pergilah jangan mengikuti ku" Adryan
para pelayan itu tak bisa berkata kata lagi.
"pergilah... (tok... tok... tok..)" Adryan
"tok... tok... tok.." Adryan berusaha mengetuk pintu.
"ini kamar Nyonya Anna Tuan" kepala pelayan masih mencoba menjelaskan siapa tau karna mabuk Adryan tidak menyadari nya.
"aku tauuuu... makanya tinggalkan saja kembali lah kekamar masing masing" Adryan
"ada apasih... siapa yang" Anna baru membuka pintu karena diluar sangat berisik tapi tiba tiba saja Adryan langsung memeluk nya.
"tolong aku... tubuhku panas sekali dan kepala ku juga sangat pusing." Adryan bicara dengan nada yang sudah tidak jelas.
"kamu apa apaan ini... heii" Anna berusaha melepaskan Adryan namun tubuh nya sangat berat buat Anna
"bi tolong..." Anna
"tinggalkan kami... aku sudah bilang dari tadi tinggalkan dan pergi kekamar kalian" Adryan
"hiaaa... ckk" Anna ingin berontak namun Adryan lebih kuat.
"pergi kekamarmu... jangan mengganggu ku. atau kamu minta bantuan Ziva... dia mungkin sangat membantu mu.. tidak denganku" Anna
"aku sudah mengusirnya." Adryan
"tapi tetap saja kamu pergi ke kamarmu... hiaaaaa" Anna kesal sampai berteriak.
__ADS_1
"bu.. apa Nyonya Anna akan baik baik saja." ucap pelayan yang lain
"tenang lah.... Tuan tidak mungkin langsung membunuh nya... kalian masuklah ke kamar masing masing." kepala pelayan