Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
kecelakaan Liora dan Bima


__ADS_3

saat Liora dan Bima menuju rumah sakit itu dan tak disangka sebuah mobil truk dengan muatan banyak menabrak mobil yang Liora dan Bima tumpangi. mobil truk itu mengalami rem blong sehingga tak bisa menghindari kendaraan orang lain yang ada didepannya.


Bima mengalami luka yang cukup parah namun tidak sampai koma, sedangkan Liora mengalami yang cukup parah bahkan sempat mengalami kritis beberapa kali.


"ya ampun.... astaga...." Anna yang mendengar nya sangat syok.


"lalu bagaimana keadaan nya bi" tanya Anna


"belum tau pasti Nyonya... Nyonya yang tenang dulu ya... jangan terlalu dipikirkan kasihan janinnya nanti" kepala pelayan.


Anna langsung lemas mendengar kabar itu, Nyonya Edward langsung teriak histeris melihat keadaan putri nya itu bahkan sampai pingsan. Adryan juga yang tak kuasa melihat itu langsung lemas, namun dirinya tetap mencoba tegar namun hatinya sangat rapuh melihat adiknya itu mengalami hal tak terduga. meskipun keseharian nya mereka selalu bertengkar namun mereka saling menyayangi satu sama lain.


sementara Ziva sangat mengkhawatirkan keadaan Bima, Ziva ingin sekali melihatnya namun Ziva tak mungkin memperlihatkan betapa khawatir nya dia pada Bima.


"bagaimana ini bisa terjadi... bagaimana keadaan nya... aku sangat khawatir..." batin Ziva


"bunda... bunda yang tenang dulu... dia anak yang kuat... Liora pasti kuat.. dia pasti bisa melewatinya." ucap Adryan untuk menguatkan ibunya dan dirinya.


"hiks...hiks...hiksss..." Nyonya Edward hanya menangis


"apa yang terjadi sebenarnya... bukannya Bima seharusnya sudah pergj... tapi kenapa mereka bisa kecelakaan dalam satu mobil." batin Ziva


"apa Liora mencegah Bima untuk tidak pergi... tapi kenapa???" batin Ziva


mereka sangat panik saat dokter beberapa kali berlarian ke ruangan ICU yang dimana Liora masih mengalami kritis. bahkan seluruh tubuhnya dipenuhi dengan selang selang untuk membantu Liora bertahan hidup.


"ya ampun... apa yang terjadi pada putriku... ohh Tuhan... tolong selamat kan putriku... jangan biarkan dia kesakitan seperti itu... aku sungguh tidak sanggup melihatnya..." Nyonya Edward sangat panik setiap kalinya dokter itu berlarian menghampiri putrinya


"bunda... tenang dulu ya... kita harus kuat.. supaya Liora juga tetap kuat." Adryan


dokter keluar dari ruangan.


"bagaimana dok... kenapa kalian selalu kelihatan panik memasuki ruangan itu." tanya Adryan


"maaf Tuan... beliau selalu mengalami masa kritis... (melihat kearah Nyonya Edward) bisa keruangan saya sebentar tuan." dokter itu ingin membicarakan sesuatu namun tidak bisa didepan Nyonya Edward takut akan semakin membuatnya khawatir.

__ADS_1


"baikkah.." Adryan pun mengikuti dokter itu.


"bunda tunggu disini dulu ya..." Adryan


begitu mereka masuk keruangan dokter itu dan mempersilakan Adryan untuk duduk.


"maaf Tuan... mungkin ini akan sangat mengejutkan... tapi ini masalahnya sangat serius." dokter.


"kami akan melakukan sebisa mungkin... dan kami sudah mengerahkan yang paling terbaik untuknya... namun mungkin dia tidak kuat... itu saja dia menggunakan alat bantu untuk bisa bernafas." dokter


Adryan yang mendengar itu langsung melemah bahkan meneteskan air mata nya.


"dokk... tolong bantu adiku... aku mohon..." Adryan menangis


"aku mohon dok..." Adryan


"kami akan melakukan yang terbaik Tuan... tapi jika sesuatu terjadi padanya itu mungkin jalan nya Tuhan." dokter.


Adryan sungguh ingin berteriak namun tak mungkin, dia kembali menyemangati dirinya. Adryan menghapus air matanya dan kembali menghampiri ibunya yang masih menunggu di depan kamar rawat putrinya.


"bunda... bunda istirahat dulu... jangan terlalu memaksakan.... nanti bunda sakit." Adryan


"bunda..." Adryan tak kuasa melihatnya.


harusnya itu masih hari kebahagiaan bagi mereka karena kelahiran anak Ziva, namun ntah bagaimana bisa terjadi kecelakaan itu. yang awalnya senyum bahagia menjadi tangis yang menyedihkan.


Ziva yang tak melihat Adryan dan Nyonya Edward masuk ke ruangannya itu


"bi... Adryan kemana... bunda juga..." tanya Ziva


"mereka menunggu di kamar non Liora." ucap pelayan yang diminta Adryan untuk menemani nya.


"ckk..." Ziva kesal karena baru lahiran sehari sudah dibiarkan sendirian.


"dihh... tidak tau situasi apa... jelas jelas non Liora lebih membutuhkan mereka sekarang... tapi dia... hanya ditinggal saja sudah sangat kesal." batin pelayan itu.

__ADS_1


keesokan harinya masih belum ada peningkatan pada Liora masih tertidur diatas bed pasien dengan berbagai alat bantu pernapasan dan selang selang yang menempel ditubuhnya. Nyonya Edward tertidur dipangkuan putra nya itu sedangkan Adryan yang sudah sangat lelah namun tak bisa tidur takut terjadi sesuatu pada adiknya.


Anna yang sudah sangat gelisah begitu mendengar kabar buruk itu dan ingin melihat langsung. mengingat Nyonya Edward dan Adryan seperti juga sangat khawatir Anna membuatkan sendiri untuk sarapan mereka.


Anna berangkat bersama dengan kepala pelayan dengan rasa cemas Anna mencoba memberanikan dirinya.


"Nyonya... Tuan." sapa kepala pelayan


"bunda..." Anna melihat keadaan itu sangat memprihatinkan.


"Nyonya sebaiknya sarapan dulu... Tuan juga.... jangan sampai kalian berdua malah sakit dengan kejadian ini... kita juga harus tetap kuat" kepala pelayan.


"Nyonya Edward geleng geleng kepala karena tidak nafsu untuk makan"


"bunda... bunda harus makan sedikit." Anna


"ini ada bubur nasi... masih panas... sayang jika tidak langsung di makan." kepala pelayan


dengan sejuta bujukan akhirnya Nyonya Edward pun mau untuk mencicipi sedikit, Adryan juga yang merasa butuh sesuatu untuk mengisi perutnya.


"rasanya... siapa yang memasaknya." tanya Adryan yang seperti mengenal rasa itu.


"Nyonya Anna Tuan... Nyonya pagi pagi sekali sudah menyiapkan nya." jelas kepala pelayan.


Anna yang berinisiatif untuk menyuapi Nyonya Edward.


"bunda sini... Anna bantuin" Anna


"baiklah..." Nyonya Edward pun yang tak kuat tak menolak tawaran Anna


karena rasa yang enak ditambah masih hangat Nyonya Edward pun menghabiskan yang ada di mangkok nya. Anna sangat senang melihatnya Adryan pun merasa sangat lapar dan nambah .


"bunda istirahat saja dulu... biar Anna yang menggantikan menunggu nya disini." Anna


"tidak... bunda akan tetap disini...." Nyonya Edward

__ADS_1


"baiklah aku akan menemani bunda... kamu... temani saja Ziva... dia pasti sedang menunggu disana." ucap Anna pada Adryan


Adryan pun yang merasa sangat masuk akal dan terbantu dengan kehadiran Anna.


__ADS_2