Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
Mencurigai Ziva


__ADS_3

keesokan harinya Anna bangun dan sudah sadar juga jika dirinya berada dirumah sakit, Anna melihat sekeliling nya dan disana ada Cindy bersama kepala pelayan.


"na... kamu sudah bangun..." Cindy


"Nyonya..." kepala pelayan tak bisa menahan tangisnya


"kamu tidak apa apa... apa kamu terluka" Anna mengkhawatirkan kepala pelayan


"aku... aku baik baik saja Nyonya... Nyonya yang justru terluka" kepala pelayan


"aku baik baik saja... bagaimana dengan supir... dia tidak apa apa kan" Anna


"kamu ini... pikirkan dirimu saja dulu... kamu juga terluka dan butuh pemulihan... masih mikirin orang lain." Cindy kesal


"katakan dia baik baik saja kan." Anna


"iya Nyonya... hanya saja kakinya diamputasi karena tulang nya retak akibat dihapit mobil yang menabrak kita itu." kepala pelayan


"hah???... lalu dimana dia sekarang" Anna


"Anna sudahlah.... kamu ini" Cindy


"cin... dia juga terluka demi menyelamatkan ku... aku sendiri yang lihat dia berusaha menolak mobil itu menabrak kearahku..." Anna


"iya itu benar... tapi kamu juga terluka parah... dan pikirin dirimu sendiri dulu" Cindy


"sudah brapa lama aku disini" Anna


"tiga hari Nyonya..." kepala pelayan sudah takut bagaimana sedihnya Anna saat sadar jika perutnya sudah rata kembali


"cin..." Anna terkejut


"emm... kenapa..." Cindy


tiba tiba Anna menangis.


"Anna... kamu kenapa menangis... ada apa... heii" Cindy


"Nyonya..." kepala pelayan juga ikut khawatir

__ADS_1


"anakku." Anna ternyata mengelus perut nya dan dia sangat terkejut yang dia rasakan perutnya sudah rata


"anakku kemana..." Anna menangis


"apa yang terjadi padanya... katakan dikemanakan janinku" Anna


"Anna... dia sudah tidak ada lagi..." Cindy


"kamu harus kuat naa" Cindy


Cindy pun langsung memeluk erat Anna yang menangis sejadi jadinya itu.


"dimana anakku... huaaaa...." Anna


"anakku... tidak... kenapa kalian mengeluarkan nya tanpa sepengetahuan ku... kenapa???" Anna


tiba tiba Anna terdiam dan terlintas dipikiran nya Ziva, lalu Anna mengingat kembali saat mereka hendak pergi Ziva hanya tersenyum melihat mereka.


sejauh ini tidak ada yang ingin berniat jahat pada Anna, bahkan Anna tidak memiliki musuh diluaran sana. namun Ziva memiliki niat buruk karena baginya Anna adalah saingan dan Anna langsung merasakan hal itu.


"apa ini ulahnya... apa dia yang merencanakan ini..." Anna


Anna hanya diam saja.


"kalau benar itu kamu... lihat saja... aku akan membalasnya lebih menyakitkan dari ini... kamu sudah sangat keterlaluan..." batin Anna


"katakan dimana anakku.. siapa yang mengubur nya" Anna tiba tiba bersikap dingin


"sudah dimakamkan sama Tuan Nyonya" kepala pelayan


Anna kembali lagi menangis tidak terima anaknya yang jadi korban.


karena sudah lelah menangis Cindy pun tidak kuat lagi melihat Anna yang tak henti hentinya menangis, Cindy pun meminta perawat itu untuk menyuntik obat penenang pada Anna.


"kasihan sekali Nyonya... Nyonya pasti sangat terpukul sekali..." kepala pelayan


sorenya begitu pulang kantor Adryan langsung ke rumah sakit, dan melihat Anna sudah bangun juga namun Anna hanya diam saja. tatapan nya sangat kosong bahkan diajak bicara oleh Cindy Anna pun hanya diam aja.


bahkan untuk makan juga Anna sudah tidak nafsu, padahal dua hari dirinya berbaring tidak sadar sampai dirinya sadar belum memakan sesuatu.

__ADS_1


"ayolah Anna makan... kamu bisa tambah sakit nanti... please jangan menyakiti dirimu lagi... aku tau kamu sedih... aku juga ikut merasakan kesedihan itu." Cindy


"naa... makan sedikit ya..." Cindy


"kamu makanlah... kasihan tubuh mu juga butuh nutrisi" Adryan pun ikut membujuk Anna


Anna hanya menatap nya saja.


"aku ingin melihat makam anakku" Anna


"Anna ini sudah sore... sebentar lagi juga akan gelap... bagaimana kalau besok." Cindy


"tapi aku mau sekarang..." Anna


"dia sudah aku makamkan di samping ayah... besok siang kita akan kesana... tapi kamu makanlah sedikit... aku khawatir kamu akan tambah sakit" Adryan


mendengar itu seketika Anna luluh dengan perkataan lembut Adryan.


"ckk..." Cindy


"giliran suami yang ngomong gitu langsung aja nurut" Cindy


Adryan dan Anna hanya diam saja.


kepala pelayan yang disuruh untuk pulang oleh Adryan, dan kepala pelayan juga sudah mencurigai seseorang karena saat mau pergi itu untuk pemeriksaan Anna. sikap Ziva tampak berbeda hari itu, dan itu baru di sadari oleh kepala pelayan.


"ada apa??? kenapa melihat ku seperti itu" Ziva


"kamu tampaknya terlihat sangat bahagia" kepala pelayan


"emm... lalu aku harus menangis... aneh... baru pulang sudah mencari masalah" ziva


"kamu tau... Tuan memintaku pulang karena ingin menemani Nyonya Anna sendirian... mereka kini tinggal berdua disana" kepala pelayan


"dan belakangan ini Tuan begitu perhatian padanya... bahkan kemarin" kepala pelayan


"diam... aku sedang makan... aku tidak mau ada yang ribut ribut" Ziva kepanasan mendengar cerita kepala pelayan itu


"kamu... pasti kamu pelakunya... karna kamu tampaknya ingin menyingkirkan Nyonya Anna." batin kepala pelayan

__ADS_1


__ADS_2