Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
Ziva hamil


__ADS_3

Anna baru saja pindah ke kamar bawah yang letak nya berada di belakang. kamar itu juga masih mewah hanya saja letaknya berada di paling belakang mansion itu.


"Nyonya...." ucap kepala pelayan.


"iya bi..." Anna


"apa masih ada yang kurang." kepala pelayan


"tidak kok bi... ini sudah sangat bagus... juga aku lebih suka disini... bisa langsung menghadap taman belakang." Anna


"ada sesuatu yang ingin aku sampaikan Nyonya..." kepala pelayan


"Nyonya besar berpesan kalau Nyonya Anna jangan berkeliaran di dirumah. dan nyonya hanya boleh mengambil makanan saat mereka sudah tertidur.." kepala pelayan


"maksudnya aku makan nya saat tengah malam saja." Anna


"bukan Nyonya... nanti akan aku persiapkan untuk sarapan nyonya juga makan siang." kepala pelayan.


"baiklah bi... aku tidak masalah.." Anna


"baik Nyonya... kalau begitu aku tinggal ya.." kepala pelayan itu hendak pergi namun dihentikan oleh Anna.


"bi..." panggil Anna


"iya Nyonya..." kepala pelayan.


"apa aku boleh keluar... aku ingin ke makam ayah.." Anna


"aku tidak berani Nyonya... permisi" kepala pelayan.


kepala pelayan itu pergi meninggalkan anna, dan pikiran nya terganggu dengan perkataan Anna barusan. kepala pelayan merasa kasihan dengan perilaku keluarga ini pada Anna. meski awalnya kepala itu percaya Anna yang membunuh Tuan Edward, tapi kini kepala melihat dari tatapan Anna yang merindukan Tuan Edward.


"maaf Nyonya aku tidak bisa membantu mu kali ini. karena semua anggota keluarga ini sensitif melihat nyonya." batin kepala pelayan.


siang itu Nyonya Edward lupa kalau pengacara pribadi tuan Edward akan datang menemui Anna. langsung saja Nyonya Edward buru buru memanggil kepala pelayan untuk memanggil Anna.


"tok...tok...tok...." suara ketukan pintu.


"bi aku disini (ditaman). ada apa bi..." Anna


"Nyonya... ada yang ingin bertemu dengan nyonya.. dia pengacara Tuan Edward." kepala pelayan.

__ADS_1


"hah??? ada urusan apa denganku..." Anna


"tidak tau Nyonya... tapi sebaiknya Nyonya temui dulu." kepala pelayan


"baiklah... " Anna


kepala pelayan itu mengantarkan Anna bertemu dengan pengacara itu. yang dimana Nyonya Edward juga ada disana, Anna sedikit kebingungan ada masalah apa lagi.


"nak... duduk sini." ucap Nyonya Edward.


Anna pun mengikuti arahan dari ibu mertuanya supaya tidak ada perselisihan yang bertambah.


"wahh... ternyata istri tuan muda sangat cantik... salam Nyonya..." ucap pengacara itu memuji kecantikan Anna.


Anna pun yang kebingungan hanya menundukkan kepalanya berterima kasih atas pujian itu.


pengacara itu lalu menjelaskan semuanya pada Anna dan didengar oleh Nyonya Edward. sontak keduanya itu terkejut mendengar penjelasan dari pengacara itu.


"silahkan tanda tangani disini Nyonya." ucap pengacara.


"aku tidak bisa..." ucap Anna


"aku bahkan bukan anak, atau sanak saudara dari ayah... aku hanya anak menantu perempuan nya. aku tidak bisa menerima itu." ucap Anna


"aku mengerti Nyonya pasti terkejut.. tapi ini adalah perintah dari Tuan Edward Nyonya. awalnya aku tidak setuju tapi aku percaya Tuan membuat suatu keputusan yang tepat." pengacara.


"jangan dipaksakan sekarang... jika masih belum siap kita bisa bicarakan minggu depan lagi." pengacara.


"sama saja... aku tidak akan pernah menerima itu... aku..." ucap Anna namun ada sesuatu yang ingin Anna sampaikan tapi Anna masih memikirkan cara yang tepat.


"kenapa?? katakan lah nak." ucap nyonya Edward


"tidak bunda... kalau sudah selesai aku mau kekamar dulu... maaf pak jika aku terlalu lancang." ucap Anna lalu pergi meninggalkan tempat itu.


"apa apaan ini... apa ayah sudah gila... apa dia ingin aku semakin dibenci dikeluarga ini... tidak... tidak... ini tidak benar... aku harus cepat cepat mengatakan pada mereka kalau aku ingin bercerai... tapi.."


"pada siapa aku mengatakan nya..." Anna


ditempat lain juga kini Adryan tengah sibuk dengan pekerjaan nya, Liora sibuk belajar mata kuliah. namun ditengah tengah kesibukan Adryan, Ziva menghubungi nya. pertama Adryan mencoba mengabaikan dan fokus pada layar komputer nya. namun semakin lama pesan dari Ziva sangat mengganggu hingga Adryan terpaksa memeriksa ponsel nya.


"baby... ini bagaimana... aku hamil." pesan Ziva

__ADS_1


"hamil....???" Adryan yang membaca nya terkejut.


dan langsung saja Adryan menghubungi balik Ziva.


"baby... kenapa baru menghubungi ku..." Ziva


"apa itu hasilnya akurat.. sudah berapa lama kandungan itu. kenapa bisa terjadi." ucap Adryan.


"apa maksud kamu... jelas jelas kita selalu melakukan itu bersama." Ziva.


"bukan begitu Ziv... nanti aku akan kesana.... aku sedang banyak pekerjaan aku harap kamu mengerti ya" Adryan


"baiklah... aku tunggu ya baby.." Ziva.


panggilan itu pun terputus namun Adryan sudah tidak lagi semangat untuk melanjutkan pekerjaan nya. Adryan masih bingung kenapa bisa Ziva hamil padahal Adryan selalu memakai pengaman yang sudah terjamin tidak akan tembus. ditambah lagi Adryan masih bingung harus bagaimana, masih mengurus permasalahan yang dikeluarga juga masih belum ada jalan keluarganya sudah ada masalah baru lagi.


"iya Tuan..." ucap sekretaris Adryan yang dia panggil.


"tolong kamu urus berkas ini... kepala ku sedang pusing" ucap Adryan.


"baik Tuan..." sekretaris.


"aku keluar dulu... disini sangat sesak... aku ingin mencari udara diluar dulu. jika ada yang mencari katakan aku ada urusan diluar." Adryan


"baik Tuan." sekretaris


Adryan pun akhirnya pergi menemui Ziva, namun dikepala Adryan masih bertanya tanya kenapa bisa Ziva hamil. apa mungkin pengaman nya bocor, atau ada hal lain. tapi Adryan juga tidak bisa mencurigai Ziva karena hubungan mereka yang sudah berlangsung selama lima tahun itu tanpa ada orang ketiga. jadi Adryan tidak berfikir Ziva melakukan hal itu dengan pria lain.


"baby... kamu datang... bukannya tadi kamu sedang sibuk." ucap ziva


"aku tidak bisa... aku terus memikirkan mu..." Adryan


"lihat... ini hasilnya... baby... ini harus bagaimana." ucap Ziva dengan manja.


"tenang lah Ziv... aku akan mencarikan solusinya... aku akan bicarakan dulu dengan bunda..." Adryan.


"apa sebaiknya kita membuang nya.." Ziva.


"apa kamu sudah gila... dia tidak salah apa apa... " adryan marah mendengar Ziva ingin membuangnya.


"kamu sudah memiliki istri... sedangkan aku hamil... lantas harus bagaimana... jika kamu menikahi ku maka reputasi mu hancur.." ucap Ziva

__ADS_1


"kamu tenang lah... aku akan mencari solusinya... percaya padaku baby..." Adryan.


"baiklah... aku percaya padamu.." Ziva


__ADS_2