
kini hubungan Anna dengan mertuanya sudah baik baik saja, Liora juga yang mendengar penjelasan dari ibunya kini sudah mau menerima Anna. siang itu Tuan Edward tidak keluar dari kamar setelah makan pagi, para pelayan pun yang melihat kondisi Tuan Edward sepertinya sangat khawatir. sedangkan Nyonya Edward sedang pergi keluar bertemu dengan ibu ibu arisan nya. begitu juga dengan Liora sedang pergi shopping memburu barang brand yang terbaru.
"Nyonya...." ucap seorang pelayan
"iyaa bi.." Anna
"Tuan Edward..." ucap pelayan itu tapi dengan raut wajah yang mengkhawatirkan
"ada apa dengan ayah..." ucap Anna juga yang khawatir setelah melihat raut wajah pelayan itu.
"dimana ayah..." tanya Anna langsung ingin menghampiri ayah mertuanya.
"dikamarnya Nyonya." pelayan
Anna pun langsung bergegas ke kamar Tuan dan Nyonya Edward. dan setelah masuk dan melihat Tuan Edward seperti sudah tak berdaya lagi.
"ayahhh..." ucap Anna dan langsung mencek suhu tubuh ayah mertuanya.
"ayah... aku bawakan ke rumah sakit ya" Anna
"bi panggilkan supir untuk membantu memapah ayahh ke mobil" ucap Anna
"jangan nak..." ucap Tuan Edward menghentikan Anna
"ayah... tapi kondisi ayah..." Anna
"ayah baik baik saja... ayah masih kuat..." Tuan Edward
"ayah aku mohon kali ini ikutlah denganku kerumah sakit." Anna tetap mencoba membujuk ayah mertuanya itu.
"bi... tolong hubungi bunda..." ucap Anna pada pelayan
"baik Nyonya" pelayan lalu bergegas pergi.
"nak..." ucap Tuan Edward
"iya ayah... ada apa... apa ada yang.." ucap Anna namun di potong oleh Tuan Edward
"ayah baik baik saja... maafkan ayah sudah menjodohkan mu dengan putraku..." Tuan Edward
"ayah bicara apa... aku juga menyetujui nya... sekarang katakan apa yang ayah rasakan.." Anna
"jika kamu tidak tahan dengan nya... kamu bisa meninggalkan nya.." ucap Tuan Edward
"ayah... jangan bicara sembarang... apa yang ayah rasakan.. katakan saja.." Anna
"bi...." panggil Anna pada pelayan yang Anna minta menghubungi Nyonya Edward.
"iya Nyonya..." ucap pelayan itu yang langsung berlari menghampiri
"apa kata bunda..." Anna
"tidak bisa di hubungi Nyonya.. aku sudah mencoba nya beberapa kali.. nona Liora juga sama" jelas pelayan
__ADS_1
"bagaimana dengan Adryan..." Anna
"aku belum mencoba nya... biar aku coba lagi Nyonya.." ucap pelayan itu.
"baiklah..." Anna
"ayah.... kita kerumah sakit saja ya.... aku khawatir" Anna
"nak... mungkin ayah sudah tidak kuat lagi... tapi ayah senang ada kamu yang mengkhawatirkan ayah. selama ini tidak ada yang mengkhawatirkan ayah dirumah ini." Tuan Edward
"ayah.... aku mohon kita kerumah sakit ya..." bujuk Anna
"nak... ayah berpesan padamu.. jika Adryan tidak membuat mu bahagia maka pergilah cari kebahagiaan mu nak... tapi...." Tuan Edward terhenti bicara.
"ayah... ayah bangun... bi.... " ucap anna panik.
"permisi..." ucap seorang dokter yang baru saja tiba. pelayan tadi menghubungi dokter pribadi keluarga ini.
"dokter... dok silahkan periksa keadaan ayah." Anna khawatir sampai semua badan nya gemetar.
"Nyonya... Tuan muda juga tidak merespon panggilan nya." ucap pelayan itu.
mendengar itu Anna langsung bergegas ke kamarnya untuk mengambil ponselnya. Anna bahkan berlari karena jarak kamarnya yang cukup lumayan.
"nomor yang anda tuju sedang sibuk silahkan coba lagi.."
"nomor yang anda tuju sedang sibuk silahkan coba lagi."
Anna berusaha menghubungi Nyonya Edward namun tetap tidak ada jawaban. Anna ingin menghubungi Liora dan Adryan namun nomor mereka tidak ada pada Anna.
"ada apa??" Anna pun berlari lagi menghampiri kamar ayah mertuanya itu. dan Anna melihat semua pelayan sudah berdiri didepan kamar itu.
"Nyonya... Tuan" ucap kepala pelayan dengan raut wajah sedih.
"ayah...." ucap Anna dengan nada pasrah.
"dokter..." ucap Anna yang melihat dokter keluar dari kamar Tuan Edward
"Tuan Edward sudah tiada. meninggal nya pada pukul 13.35" ucap dokter.
"hah??? ayah???" Anna kini sudah tak berdaya. padahal beberapa menit yang lalu Anna masih menemani nya bicara.
"ayah...." ucap Anna sambil meneteskan air mata.
semua pelayan sudah mulai mempersiapkan segala ruangan, Anna yang masih syok dan tidak tau mau melakukan apa. rasanya semua badan nya kaku seperti tak bisa di gerakkan.
dret.... dret.... dret..... ponsel Anna berdering saat itu Anna baru tersadar. Anna melihat ponselnya itu ternyata bi Merry.
"hallo bi" ucap Anna
"non.... non..." Merry
"iyaa... katakan ada apa bi" Anna bingung karena bi Merry bicara terbata bata.
__ADS_1
"apa Tuan baik baik saja." tanya bi Merry
pertanyaan itu pun membuat Anna tersadar kembali dengan Tuan Edward.
"soalnya Nyonya disini tidak tenang... Nyonya menangis sedari tadi non..." ucap Merry
"apa bibi bisa merasakan jika ayah sudah pergi." batin Anna
"non...." panggil merry karena tidak afa jawaban dari Anna
"iya bi... ayah...." Anna berbicara dengan hati hati
"ayah sudah pergi tepat satu jam yang lalu." ucap Anna
"pergi maksud non..." bi Merry semakin penasaran.
"sudah tiada bi..." ucap Anna
jawaban itu pun sungguh sangat menyambar buat bi Merry dan istri keduanya itu. istri keduanya awalnya sedang tidur siang, namun tiba tiba bermimpi jika Tuan Edward pamit untuk selama lamanya lewat mimpi. awalnya istri keduanya itu menganggap itu mimpi biasa namun hatinya selalu tidak tenang bahkan sampai menangis.
setelah dua jam lebih kematian Tuan Edward, Marta pun pulang. namun saat baru memasuki garasi, dirinya kebingungan kenapa ada banyak karangan bunga di pekarangan rumahnya. dengan sangat cepat Martha masuk kedalam rumah.
"Nyonya selamat datang." ucap kepala pelayan
"itu kenapa ada banyak karangan bunga." tanya Martha
"Nyonya... kami sudah menghubungi nyonya sangat banyak tapi nyonya tidak merespon. kalau Tuan sudah tiada." ucap kepala pelayan
"duar........." perkataan kepala pelayan itu mengejutkan Nyonya Edward.
"kamu jangan mengada ada... aku pecat kamu kalau bicara sembarangan." ucap Nyonya Edward dan langsung bergegas menuju kamarnya dan suaminya itu.
"Tuan.... tuan bangun... Tuan pasti sedang bercanda kan" Nyonya Edward sedang mencoba membangunkan suaminya.
"Tuan.... ayo buka matamu... jangan menakutiku" ucapnya lagi.
Anna pun yang mendengar jika ibu mertuanya itu sudah pulang dan langsung menghampiri nya.
"bunda..." ucap Anna
"katakan... ini pasti bercanda kan... Tuan jelas jelas masih sehat bagaimana dia bisa pergi secepat ini.." ucap Nyonya Edward.
"tapi ayah sudah pergi bunda." Anna
"diam... kalian pasti berbohong... Tuan bangun... Tuan" Nyonya Edward.
Anna pun memeluk itu mertuanya itu.
"ayah sudah pergi bunda..." ucap Anna yang ikut menangis juga.
"tapi kenapa??? kenapa setelah kamu ada dirumah ini semua kekacauan terjadi... dan bahkan Tuan meninggal saat kami tidak ada dirumah dan hanya ada kamu..." ucap Nyonya Edward
"bunda... apa maksud perkataan bunda..." ucap Anna bingung
__ADS_1
"kamu.... kamu sumber dari semua masalah... kamu... kamu yang membuat suami ku meningall... kamu pembunuh.... kamu manusia iblis..." ucap nyonya Edward yang tidak tau kenapa tiba tiba dia mengatakan hal seperti itu.