
sudah lebih dari sebulan Liora masih terbaring dirumah sakit dan belum sadar sadar juga. dokter bilang katanya Liora mengalami masa vegetatif akibat benturan keras itu. sedangkan Bima yang sudah pulih dan melihat Liora yang tak kunjung kunjung bangun merasa sangat bersalah.
"maafkan aku lio... aku tidak tau harus berbuat apa... Ziva selalu mengancam ku dengan mengakhiri hidupnya..." batin Bima yang duduk disamping nya
"cepatlah sadar... dan ungkap semuanya... aku sudah pasrah... bukan aku tak ingin mengungkap kebenaran nya.. tapi aku juga takut jika Ziva itu bersungguh sungguh."
"bibi... aku minta maaf..." Bima
"huss... apa yang kamu bicarakan... itu sebuah kecelakaan... lagian kalian berdua juga korbannya... jangan menyalahkan dirimu terus.." Nyonya Edward
"hanya saja bibi penasaran... bukanya hari itu kamu akan terbang ke amerika... tapi kenapa bisa bersama dengan Liora." Nyonya Edward
Bima hanya diam saja.
"sudahlah... gak perlu dijawab... bibi hanya berharap semoga dia cepat pulih... kamu juga kedepannya lebih berhati hati... supaya kejadian seperti ini tidak terjadi lagi." Nyonya Edward
"baiklah bibi..." Bima
"lalu apakah kamu akan tetap melanjutkan perjalanan ke amerika..." tanya Adryan yang baru datang
"iya Ryan... " Bima
"sebenarnya aku masih sangat penasaran... saat kejadian itu... apa Liora datang menemuimu dan memintamu untuk tidak pergi ke amerika. tapi kenapa???" tanya Adryan
"aku tau sifat adikku... dia akan bersikeras melakukan sesuatu jika ada yang membuatnya tidak suka." Adryan
melihat Bima yang sepertinya susah untuk menjawab pertanyaan itu.
"sudahlah... jika memang mau pergi segeralah... jangan menghambat pekerjaan mu..." Adryan menepuk pundak temannya itu.
ditempat lain Ziva sedang sibuk merawat dirinya, sedangkan anaknya dibiarkannya para pelayan yang mengurus nya.
"ya ampun... bagaimana ini.... bayinya sepertinya sudah kehausan... sementara Nyonya Ziva belum pulang.." pelayan 1
"iya.. heran.. padahalkan anaknya baru umur sebulan.... tapi sudah ditinggal tinggal." pelayan 2
"coba saja Nyonya besar disini pasti dia sok sok baik... aku sudah sering memperhatikan nya..." pelayan 1
"inihhh susu nyaa..." pelayan 3 datang membawa susu yang baru dia seduh.
"kalian jangan bicara keras keras... tadi aku mendengarnya sampai keluar.." pelayan 1
"oo cup...cup...cup..." pelayan 2 menggendong sambil memberi bagi itu susu
Anna yang berniat untuk pergi ke rumah sakit namun dicegah oleh kepala pelayan.
"kenapa bi... aku hanya ingin ke kerumah sakit melihat Lio." Anna
__ADS_1
"tapi ini perintah dari Tuan... ada banyak orang yang datang kesana takut jika orang disana melihat Nyonya dan mencurigai Nyonya." kepala pelayan
mendengar itu dada Anna terasa sangat nyeri seperti ada sesuatu yang menusuknya. Anna tau maksud dari perkataan kepala pelayan itu, jika Anna datang kesana akan ada banyak orang dari teman kampus Liora juga dari kerabat kerabat yang datang mengunjungi Liora. dan melihat Anna maka semua orang akan bertanya tanya siapa Anna.
"baiklah bi... kalau begitu aku akan keluar sebentar... aku ingin menghirup udara segar." Anna
"baiklah tapi aku akan tetap meminta satu pelayan untuk menemani Nyonya... takut jika terjadi apa apa." kepala pelayan
"bi tidak perlu... aku sendiri saja." Anna
"tidak lama juga kok..." Anna memohon
baiklah... tapi jika terjadi sesuatu segera menghubungi ku" kepala pelayan
"emm... pasti" Anna dengan senyuman palsunya.
"baiklah nyonya hati hati..." kepala pelayan itu pun meninggalkan Anna
Adryan yang ingin pulang sebentar sebelum kembali lagi kekantornya, namun begitu tiba melihat Anna baru keluar dari gerbang seperti menunggu sebuah taxi.
"mau kemana dia???" tanya Adryan lalu masuk ke mansion
Adryan langsung turun dan masuk kedalam mencari kepala pelayan yang sudah ditugaskan untuk menjaga Anna.
"mau kemana dia?? kenapa tidak ditemani" Adryan
"hemm..." Adryan hanya berdehem saja menandakan tidak mempermasalahkan nya.
"owekkk....owekkk....owekkk..." tangisan bayi itu bergema sampai ke telinga Adryan
Adryan lalu menghampiri suara tangisan itu, melihat ada tiga pelayan yang mencoba menenangkan bayi.
"dimana ibunya." tanya Adryan dengan nada menekan
"tidak tau Tuan... sejak pukul 11 tadi Nyonya pergi keluar." pelayan
Adryan tidak langsung menghubungi Ziva namun meminta bawahannya itu mencari tau keberadaan dan apa yang Ziva lakukan sampai meninggalkan bayinya yang masih umur sebulan itu.
"sini..." Adryan menggendong bayi itu namun masih tetap menangis.
"astaga... bagaimana ini.... tangisnya semakin kencang." pelayan
"hubungi dia katakan anaknya rewel sedari tadi." Adryan
"baik Tuan..." lalu salah satu pelayan itu menghubungi nomor Ziva melalui seluler rumah.
"Nyonya... ini Tuan muda tidak mau minum susu yang dibeli... saya rasa Nyonya pulang sekarang... Tuan muda kehausan." pelayan
__ADS_1
"aduhhh masa ngurus anak bayi saja kalian tidak bisa... apa gunanya kalian di gaji... ganggu orang lagi asyik saja." Ziva langsung memutuskan panggilan itu.
Adryan lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi Ziva, namun yang ada Adryan tidak bisa menghubungi nya kemungkinan Ziva mematikan ponselnya.
"keterlaluan...." ucap Adryan
sedangkan Anna baru pulang dari luar dan mendengar tangisan bayi, Anna mencoba tak mengubris nya namun tangisan itu semakin kencang hingga Anna menghampiri.
"kenapa.." tanya Anna
Anna terkejut ternyata ada Adryan juga di dalam. Anna yang tak kuat melihat tangisan bayi itu mencoba menenangkan nya.
"boleh aku gendong..." Anna
Adryan yang juga sudah tak tahan memberinya pada Anna
"cup...cup...cup... kenapa sayang... " ucap Anna dengan lembut
Anna mulai mengayun ayunkan tubuhnya supaya si bayi merasa nyaman.
"coba sini susunya... dia sudah kehausan." Anna
"ini Nyonya" pelayan
sibayi itu pun mau meminumnya dan sudah berhenti menangis.
"wahhh akhirnya Tuan muda berhenti menangis..." pelayan
"iya... padahal kita sudah melakukan seperti yang Nyonya lakukan tapi tetap menangis." pelayan
"ssttt... pelankan suaranya... bayinya ingin tidur..." Anna
Adryan pun yang melihatnya terdiam dan merasa lega.
"dia sudah tertidur..." Anna
"disana Nyonya... baringkan disana saja... biar kami yang menjaganya." pelayan
"baiklah..." Anna pun dengan hati hati menaruh bayi itu di tempat tidurnya
Anna pun keluar dari kamar itu.
"terimakasih.... " Adryan yang sedari tadi menunggu Anna keluar
"ehhh... kamu bikin aku terkejut..." Anna
"terimakasih sudah menenangkan nya... kami sudah kesulitan tadi tapi berkat mu anakku bisa tertidur." Adryan
__ADS_1
"yaa... sama sama.... aku juga tidak tahan melihat tangisanya itu... aku permisi" ucap Anna