
malam itu Anna sangat susah tidur kemungkinan karena baru pertama kalinya tidur ditempat itu, lalu Anna kepikiran untuk mencari tau apakah kecurigaan nya pada Ziva itu benar atau tidak.
"bagaimana ya... aku merasa yakin kalau dialah yang mencoba menyingkirkan ku tapi aku gak punya bukti... dan kalau aku bertanya langsung mana mungkin pencuri mau langsung mengaku" Anna berbicara pada dirinya sendiri.
"aihhh..." Anna
kemudian Anna teringat dengan sesuatu yang pernah Liora katakan padanya kalau anak yang dikandung Ziva itu bukan anak Adryan.
"ckkk... tapi bagaimana aku bisa membuktikan nya lagi..." Anna
"tunggu... aku bisa mengambil rambut anaknya Ziva sebagai sampel nya... benar... tapi bagaimana dengan Adryan... bagaimana aku bisa mendapatkan rambut nya" Anna
"ahh yaampun... " Anna bingung sendirian
sementara dikamar lain kepala pelayan masih belum juga bisa tidur karena mengingat yang tadi siang. gantungan kunci itu masih disimpan nya dan kini sedang di pegang nya diperhatikan sambil memikirkan sesuatu.
"apa benar itu non Livy... tapi kenapa dia mengubah identitas nya.. apa yang disembunyikan nya" kepala pelayan
"aku jadi bingung sendiri... apa aku tanyakan sendiri ya pada Nyonya... tapi..." kepala pelayan juga sedang kebingungan sendirian dikamarnya.
"gak mungkin kan dia orang lain tapi punya barang non Livy... bahkan foto fotonya juga ada" kepala pelayan
pagi harinya Anna bangun kesiangan karena malamnya tidur sudah menjelang subuh, begitu bangun Anna langsung cuci mukanya dan langsung pergi untuk sarapan. dan disana sudah ada Ziva Adryan juga anggota keluarga yang lainnya.
"pagi..." ucap Anna menyapa mereka semua.
tapi mereka diam saja.
"maaf kalau aku telat buat bergabung..." Anna
"sepertinya tidur kamu sangat nyenyak ya... " Ziva
"emmm seperti itu lah" Anna
"aku tidak mau ada obrolan selagi saat sedang sarapan atau sedang makan." Adryan
"baiklah..." Anna
__ADS_1
"bi aku mau susu hangat ya" Anna
"gila... sikapnya semakin hari semakin aneh... dia pikir dia penguasa disini... semenjak kecelakaan itu sikap nya berubah... apa jangan jangan otaknya sudah bergeser ya" batin Ziva
"ini Nyonya" pelayan
setelah mereka sudah selesai makan dan hanya Anna yang masih menikmati sarapannya itu.
"soal kemarin itu... aku sudah carikan posisi yang pas untukmu... tapi mungkin tiga hari lagi kamu akan bisa bekerja" Adryan membuka percakapan
"emm... serius... (uhukk...uhukkk)" Anna tersendat karena tiba tiba ngomong padahal makanannya masih dimulut.
"Nyonya... hati hati" pelayan dengan sigap memberikan minum pada Anna.
"ahh maaf maaf... aku terkejut tadi..." Anna
"tapi posisinya apa..." Anna
"tunggu... kalian sedang membicarakan apa... kenapa aku tidak tau." Ziva
"sudah kamu diam saja... cukup mendengar saja" Anna
"ziv.. kamu tenang dulu... Anna mau berkerja diperusahaan." Adryan
"kenapa... kenapa harus bekerja... tanpa bekerja dia juga bisa makan minum belanja belanja sepuasnya kan" Ziva
"tapi aku tidak suka... hanya berdiam saja menikmati kerja keras suami..." Anna
"tapi seharusnya sih kalau aku masih pantas ya.. menikmati hasil keringat suami sendiri... tidak seperti" Anna
"diamlah... aku pusing melihat kalian setiap harinya ribut trus" Adryan
"kalau begitu singkirkan dia... dia benalu dirumah ini." Anna
"apa maksud kamu... kamu jangan kurang ajar ya" Ziva
"Anna... kamu jangan keterlaluan... tolong jaga ucapan mu" Adryan
__ADS_1
Ziva sudah tampak sangat marah dan kesal dengan perkataan Anna barusan, dan dibawah meja Ziva mengepal kuat kuat tangannya sampai sampai kuku nya melukai telapak tangannya sendiri.
"sialan kamu... berani beraninya kamu bicara seperti itu" batin Ziva
"sudah kalian berangkat lah... nanti kalian terlambat.." Anna
Adryan pun langsung pergi dari sana, dengan hati yang sudah tidak bersahabat lagi. setelah beberapa menit Adryan pergi serta yang lainya juga (Inez dan Viana), Ziva yang sudah murka menghampiri Anna.
"apa maksud dari perkataan mu tadi... mulutmu semakin hari semakin tidak tau diri, harusnya kamu itu sadar diri... aku itu kekasih nya Adryan dan kami sudah lama menjalani hubungan kami juga saling mencintai. lalu kamu tiba tiba datang sebagai orang ketiga dan merusak hubungan kami" Ziva
"tapi hanya sebatas kekasih biasa kan... bahasa lainnya berpacaran... tapi sayang nya aku itu istrinya... dan kamu...." Anna
"kata lainnya juga simpanan suamiku... ckck..." Anna
"jadi yang harus tau diri itu siapa... aku atau kamu.." Anna
"tunggu saja... sebentar lagi juga kamu akan ditendang dari sini... Adryan hanya merasa iba kasihan melihat mu yang hanya sebatang kara tidak punya keluarga atau kerabat... ditambah kamu mengalami kecelakaan dan kehilangan anak... kalau tidak kamu sudah diusir dari sini " Ziva
"ohh ya... tapi sayangnya aku menanti nanti nanti" Anna
"tunggu saja..." Ziva
"emm... aku akan senang hati menunggunya." Anna berbicara dengan santainya sedangkan Ziva dengan sentimennya
"dan satu lagi... apa maksud dan tujuan kamu mau bekerja... ditambah lagi diperusahaan yang sama dengan Adryan bekerja... ada banyak perusahaan keluarga ini mengapa harus disana" Ziva
"bukan aku yang meminta nya... tapi dia sendiri... dia bilang mau aku bekerja dengannya.. karena saat aku hamil muda itu aku pernah membantu nya beberapa hari bekerja disana. mungkin dia nyaman bekerja denganku... secara aku wanita yang bisa diajak bekerjasama... bukan seperti kamu" Anna sengaja memanas manasi Ziva
"hmm.. kamu pikir aku percaya dengan perkataan mu.. pasti kamu sengaja mengarang cerita supaya aku cemburu gitu." Ziva
"terserah... mau percaya atau tidak... tapi lebih pastinya tanyakan sendiri pada kekasih mu itu.. bukan maksud ku suamiku... sudahlah pagi pagi aku malas berdebat denganmu..." Anna memilih pergi dari sana.
"hah.... malas banget setiap hari nya seperti ini... butuh tenaga ekstra tinggal dirumah ini karena harus berhadapan dengan wanita seperti itu... apa aku langsung serahkan saja ya surat cerai ini." Anna masih menyimpan surat perceraian itu.
"tapi... jika aku pergi dari sini... aku tidak akan bisa lagi mencari kebenaran jika Ziva dalang dari kecelakaan atau bukan.." Anna
"baiklah... aku tidak boleh langsung menyerah... aku akan mencari kebenaran... dan membalaskan perbuatannya yang sudah menghilangkan anakku" Anna
__ADS_1
kemudian Anna pergi mandi untuk mendinginkan pikirannya yang baru saja habis berperang, kemudian Anna siang nya pergi bertemu dengan Cindy untuk sekedar menenangkan pikiran nya.