Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
menjebak Adryan


__ADS_3

"dia cantik.... juga baik..." Bima


"kak Ziva cantik dan juga baik" Liora mencoba menjebak.


"hahaha... kamu juga cantik baik juga..." ucap Bima namun sudah terlihat gugup saat Liora menyebut nama Ziva


"lalu kenapa kakak tidak mengencani nya." Liora


"dia... dia sudah memiliki kekasih." Bima


"Ziva..." batin Liora.


"astaga.... kak bima... wanita cantik dan baik di luar sana banyak... kenapa tidak mencari yang lainnya..." Liora


Bima sama sekali tidak menaruh curiga sedikit pun pada Liora. hanya saja Bima tidak ingin mengungkapkan siapa wanita yang Bima sukai itu.


Bima hanya tersenyum saja mendengar Liora.


"kenapa kak Bima tidak memperjuangkan nya... apa dia sudah tau kalau kak Bima suka padanya." Liora


"dia tau... Kami bahkan pernah menjalin hubungan tapi hanya sebentar. aku sudah berusaha mengejar nya... tapi dia meminta ku untuk tidak mengganggu nya lagi. mungkin dia akan menikah dengan kekasihnya itu." Bima


Liora menatap Bima dengan intens.


"kenapa menatapku seperti itu." tanya Bima


"aku hanya kasihan melihat kak bima... wanita itu bodoh telah menolak kakak... coba sekali lagi saja kak... katakan padanya kalau kakak menyukai nya bersungguh sungguh." Liora.


"sudah sampai... kamu masuklah..." Bima


"hah??? astaga sudah sampai ternyata... kak bima tidak singgah dulu." Liora


"lain kali saja Lio..." Bima


"maaf kak bim..." ucap Liora.


"masuklah..." Bima


"baiklah kak... terimakasih ya kak.... sudah merepotkan kali ini" Liora


"sudahhh masuklah..." Bima.


Liora pun masuk dan Bima langsung bergegas pergi.


"bunda...aku pulang" Liora langsung menyapa ibunya.


"hah..." Liora melepaskan dahaganya dengan merebahkan tubuhnya disofa.


"eh... kamu mandi dulu... efhh... bau keringat." Nyonya Edward


"bunda sebentar saja... aku capek.." Liora.

__ADS_1


keesokan harinya seperti biasa mereka sibuk dengan kesibukan masing masing. siang itu Liora sedikit pusing memikirkan tugasnya, belum lagi proposal nya harus diperbaiki sedikit. Liora mencoba menghubungi Bima, namun Bima sedang sibuk dan tidak bisa membantu nya kali ini.


"coba saja Lio pada kakak ipar mu itu, mungkin dia bisa membantu." Bima


"sudahlah kak... aku mengerjakan nya sendiri saja... maaf ya kak sudah mengganggu." ucap Liora lalu memutuskan panggilan.


"astaga... kenapa harus serumit ini sihhh..." Liora frustasi.


Liora mencoba menghubungi teman teman nya, namun nasip nya juga sama teman teman Liora juga sedang pusing memikirkan tugas dan lainnya.


"apa iya aku harus minta bantuan Anna.. ckkk" Liora


Liora mencoba menghubungi Adryan meminta bantuan namun tetap saja, Adryan meminta nya untuk mengerjakan sendiri.


"dihhh... punya kakak tapi tidak mau bantu... dasar" gerutu Liora


Liora pun memutuskan untuk pulang karna sama saja, jika berlama lama di kampus atau di perpustakaan tidak akan membuahkan hasil.


"kamu sudah pulang Lio." Ziva


"emm" ucap Liora lalu pergi kedapur meminum sesuatu.


saat sedang minum Liora teringat dengan perkataan Bima "coba saja pada kakak ipar mu itu." Bima sudah mencari tau tentang informasi Anna yang sempat membuat nya penasaran.


"apa dia mau membantu ku." ucap Liora


"bantu apa??" ucap Ziva yang ikut kedapur untuk mengambil sesuatu makanan dan mendengar ucapan Liora


"ada apa dengannya akhir akhir ini... dan sekarang dia sangat dekat dengan Bima. batin Ziva


dengan nekat Liora pun langsung menghampiri Anna ke kamarnya.


"tok...tok. .tok..." Liora mengetuk pintu kamar Anna


"masuk" ucap Anna dari dalam.


"boleh aku masuk..." Liora sudah membukakan pintu namun enggan untuk masuk.


"masuklah..." ucap Anna yang sedang memegang ponsel.


Liora sudah masuk dan duduk di sofa kecil, namun masih bingung untuk mengucapkan sesuatu. sedangkan Anna heran melihat Liora tiba tiba datang menemuinya bahkan masuk kekamarnya. padahal Liora sangat anti berdekatan dan melihat Anna.


"apa ada masalah." Anna


"ada... ehh... tidak tidak.... tidak ada kok" ucap Liora gugup pertama kalinya melihat Anna


"astaga... tinggal ngomong aja kok susah ya..." batin Liora


"maaf mengganggu aku pergi dulu." Liora yang tidak berani minta bantuan Anna memilih untuk pergi.


"katakan saja jika ada sesuatu... kamu sudah datang kenapa langsung pergi dengan tangan kosong." Anna

__ADS_1


"ada apa???" tanya Anna kembali karna Liora hanya diam kebingungan.


"aku... aku ada tugas kuliah... tapi aku bingung mengerjakan nya." Liora.


"kamu mau membantu ku... kak bima bilang kamu sangat pintar sewaktu kuliah... bahkan prestasi mu banyak." lanjut Liora.


"boleh aku lihat tugasnya." Anna


"kamu tunggu yahh biar aku bawakan." dengan semangat Liora bergerak dan langsung pergi ke kamarnya.


"inih..." ucap Liora sambil mengatur nafasnya.


Anna mulai membaca materi nya, dan Anna langsung menjelaskan pada Liora.


"kamu yang mengetiknya biar aku menerangkan padamu. kamu mau ketik semua atau bagian penting nya tergantung kamu." terang Anna


"baiklah..." Liora langsung mengerti yang Anna terangkan.


mereka mulai melakukan aksinya, Anna menerangkan pada Liora dengan panjang lebar. dan Liora fokus mendengarkan dan mengetik. dengan sangat cepat Liora mengetik semua yang Anna ucapkan tiap kata.


"sudah selesai." ucap Liora yang sudah tak mendengar Anna mengucapkan apapun.


"emm... mungkin sampai situ..." Anna


"coba kamu periksa dulu... aku takut ada yang salah." Liora.


Anna pun mengambil alih laptop nya Liora, dan mulai membaca dan sesekali Anna mengoreksi dan mengganti kata yang sekiranya tepat.


"cukup..." Anna


"wahh... terimakasih..." Liora sangat senang tugasnya akhirnya selesai.


malam itu pun semua anggota keluarga tengah menikmati makan malamnya. namun Adryan masih belum pulang karena ada perjamuan khusus, karena proyek baru mereka juga prodak yang baru di launching berhasil. sehingga Adryan tidak bisa melewatkan nya, namun saat acara tengah berlangsung tiba tiba Adryan merasakan panas di sekujur tubuhnya padahal ruangan itu penuh dengan AC.


"aneh... kenapa tubuhku sangat panas." batin Adryan.


"tidakkk... ini gawat... kenapa aku sangat terangsang... seseorang pasti menjebak ku..." Adryan sudah tersadar jika dirinya meminum obat perangsang.


"aku harus pulang... jika tidak aku tidak akan bisa mengontrol diri." ucap Adryan lalu pergi keluar dari gedung itu. namun saat Adryan hendak keluar seseorang menghalangi nya.


"Adryan... kamu mau kemana?? perjamuan nya belum selesai." ucap seorang wanita.


"lepas... jangan menyentuh ku..." ucap Adryan yang tak ingin tergoda dengan wanita itu.


"kenapa... sini... biar aku bantu." ucap wanita itu mencoba menyentuh Adryan yang berjalan sempoyongan.


"aku bilang lepas... aku bisa sendiri..." ucap Adryan yang sudah meninggalkan wanita itu dan sudah masuk ke mobil nya.


"sial... siapa yang mencoba menjebak ku." ucap Adryan yang kini tengah perjalanan pulang.


"sial... Adryan masih saja menolak ku... padahal aku sudah membuat obatnya dengan dosis tinggi." ucap wanita itu kesal dan kecewa karena rencana menjebak Adryan gagal.

__ADS_1


wanita itu teman sekaligus rekan bisnis yang sudah lama menyukai Adryan.


__ADS_2