
Adryan pulang ke mansion karena permintaan ibunya, juga ingin membahas sesuatu dengan ibunya tentang kehamilan Ziva. sedangkan Anna juga sudah membulatkan keputusan nya untuk meminta perceraian. namun Anna masih belum bisa menemukan momen dan waktu yang tepat.
"bunda..." ucap Adryan
"kamu pulang nak... aduh... bau keringat..." Nyonya Edward.
"maaf bun... aku pergi mandi dulu ya..." Adryan langsung pergi kekamar nya.
Anna pun yang memberanikan dirinya untuk keluar dari kamar nya, sampai melupakan apa yang kepala pelayan sampaikan padanya.
"pokoknya jangan sampai di tunda lagi... takut kedepannya ada masalah lagi." batin Anna sambil berjalan menuju ruang keluarga.
"bunda....." ucap Anna yang kelihatan gugup.
"iyaa..." ucap Nyonya Edward dengan ramah sebelum melihat Anna
"kamu...??? sedang apa kamu disini... bukankah kepala pelayan sudah menyampaikan sesuatu padamu..." ucapnya Nyonya Edward dengan judes
"ada sesuatu yang mau aku bicarakan..." Anna
"katakan saja pada kepala pelayan... biar nanti dia yang menyampaikan padaku..." ucapnya tanpa melihat Anna
"ini penting bunda.." Anna masih mencoba kekeh.
"maaf untuk saat ini aku belum bisa mendengarkan ucapa mu... silahkan pergi tinggal kan tempat ini dan kembali ke kamarmu.." Nyonya Edward
"aku ingin bercerai.." ucap Anna yang tak ingin menundanya lagi.
"apa??? apa yang barusan kamu katakan" Nyonya Edward
"aku ingin bercerai... disini bukan tempat ku..." Anna
"tidak bisa...." ucap seseorang yang baru saja datang.
Nyonya Edward dan Anna pun melihat kearah sumber suara itu.
"sayang... apa yang baru kamu bicarakan.... bukankah ini kesempatan yang bagus... dia ingin bercerai darimu." Nyonya Edward
Adryan langsung duduk dan mengabaikan Anna yang masih berdiri.
"Ziva sedang hamil... dan aku mau kamu berpura pura hamil juga... saat Ziva melahirkan kamu boleh pergi... dan kamu juga tidak perlu melahirkan anak ku... aku juga tidak mau anak ku lahir dari rahim mu." ucap Adryan
"Ziva hamil..." Nyonya Edward
"iya bunda... tadi siang Ziva memberi tahuku..." ucap Adryan
__ADS_1
"astaga.... aku bakal punya cucu..." Nyonya Edward terlihat senang.
"jadi keputusan mu untuk bercerai tunda dulu... kamu mengerti... aku juga ingin segera kamu pergi dari rumah ini... tapi kamu masih dibutuhkan karena kamu sudah terikat dari awal..." ucap Adryan.
"sudah kamu dengar... kamu boleh pergi" ucap Nyonya Edward.
Anna pun yang habis kata kata pergi meninggalkan mereka dan kembali ke kamarnya.
"tidak masalah... ini hanya butuh sembilan bulan lagi saja... itu juga ide yang bagus... dengan begitu aku tidak ada hubungan apa apa dengan mereka lagi." batin Anna
"nak... kalau begitu Ziva minta tinggal bersama kita aja... biar cucuku itu aman jika tinggal bersama kita." ucap Nyonya Edward
"besok aku akan bicarakan dengan dia bun... aku juga tidak tau apakah dia akan keberatan dengan keputusan ku ini. " ucap Adryan.
dret...dret....dret.... ponsel nyonya Edward berdering.
"halo sayang... kenapa belum pulang kakak mu sudah dirumah." Nyonya Edward.
"bun... maaf aku tidak bisa ikut makan malam. aku ada kerja kelompok dengan teman. mungkin aku pulang sedikit malam." ucap Liora.
"haisshh... ya sudah... kamu hati hati ya..." Nyonya Edward. panggilan terputus.
"ada apa bun." Adryan
"adikmu sedang ada tugas kelompok.. pulang nya sedikit malam." Nyonya Edward.
sedangkan Liora yang sudah mengabari ibunya untuk pulang sedikit malam hanyalah alasan. kini dia sudah memasuki bar bersama dengan teman satu group nya. Liora yang asik menikmati musik didalam sambil sedikit berjoget, namun Liora tidak berani meminum alkohol takut jika orang rumah mengetahui nya.
tiba tiba saat Liora tengah menikmati acara itu mata Liora menangkap seseorang yang sangat dia kenal.
"kak Ziva..." ucap Liora. lalu mencoba melihat dan memastikan jika itu Ziva.
"benar itu kak Ziva... apa jangan jangan itu juga kak Adryan." ucap Liora yang melihat Ziva tengah bersama seorang pria dan asik berbincang bincang.
"tapi... dari bentuk badannya bukan kak Adryan. coba aku lihat diam diam ya." ucap Liora yang penasaran.
"kamu mau kemana Li" ucap teman Liora yang melihat Liora pergi.
namun karena ribut Liora tidak mendengar temannya.
"kedepannya kamu jangan pernah menghubungi ku lagi..." ucap Ziva pada seseorang teman bicara nya.
"why??? ada apa baby... bukankah kita sering mantap matapan jika Adryan sibuk..." ucap pria itu.
"ohh... jangan jangan kamu sudah menemukan pengganti ku... astaga aku sedih." ucapnya lagi.
__ADS_1
"diam kamu... bagaimana jika ada yang mendengar... aku sudah hamil anaknya Adryan. dan kami akan segera menikah." ucap Ziva
"hamil... hahaha..... bukankah itu anakku.." ucap pria itu dengan percaya diri.
"diam kamu... ini bukan anak mu... sebelum kita melakukan itu sebenarnya aku sudah hamil anaknya Adryan. tapi karena mendengar nya akan menikah dengan pilihan ayahnya aku mencoba menutupi nya." Ziva
"pokoknya kamu jangan ganggu aku lagi... aku tidak mau hubungan aku dengan Adryan hancur... aku harap kamu mengerti." lanjut Ziva.
"heh... jangan pergi begitu saja dong... kita sebaiknya melakukan untuk perpisahan terakhir kalinya." ucap pria itu.
"apa maksud kamu..." Ziva
"bisakan kita melakukan nya untuk yang terakhir kalinya... baru aku akan menutup mulut dengan rapat rapat." ucap pria itu mengancam Ziva
"apa kamu gila... aku sudah hamil..." Ziva
"hoooo.... ayolah... aku akan melakukan nya dengan lembut... tidak akan membahayakan bayi itu.." ucap pria itu.
sedangkan Liora sedikit kesusahan untuk mendekati mereka karena sangat banyak orang.
"astaga.... kenapa susah sekali untuk melihat siapa pria itu." ucap Liora.
saat itu pria itu berbalik badan dan Ziva bisa melihat jelas siapa pria itu.
"kak Bima.... itu kan temanya kak Adryan juga... sedang apa mereka berdua disini." ucap Liora.
"mencurigakan..." Liora.
"pokoknya aku akan mendekat lagi supaya bisa mendengar apa yang mereka bicarakan." Liora masih berusaha untuk mendekati mereka.
"sudah aku mau pulang..." ucap Ziva
"hooo... ayolah baby.. kalau tidak bagaimana bisa aku menutup mulut ku... terakhir kalinya ini..." bujuk pria itu.
"bim.... tolong jangan membuatku semakin marah..." Ziva
"kamu pikir aku bodoh... itu anak ku... jika kamu tidak mau melakukan nya tidak masalah aku tinggal menghubungi..." ucap pria itu
"baiklah... tapi ini yang terakhir... setelah itu jangan pernah ganggu kehidupan ku lagi... jangan datang mencari masalah." ucapnya lalu mereka pergi meninggalkan bar itu.
"eh... mereka pergi..." ucap Liora.
"astaga... padahal tinggal sedikit lagi.." Liora.
"hei nona... sendiri aja." ucap seseorang sambil memegang tangan Liora.
__ADS_1
"heh... awass lepas... jangan pegang pegang..." ucap Liora lalu pergi menemui teman teman nya yang lain.