Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
mual mual (ngidam)


__ADS_3

Malam itu Adryan tidur dengan sangat nyenyak, namun tiba tiba Adryan bermimpi. memimpikan Livy dan didalam mimpi itu Adryan melihat Livy kecil menangis disebuah tempat yang sangat gelap.


Adryan hendak yang tidak tahan melihatnya nya merasa seperti jantung nya ditusuk tusuk setiap tangisan Livy itu. tapi Adryan sama sekali tidak bisa masuk kedalam ruangan gelap itu, Adryan hanya bisa melihat meski sudah berusaha keras mendekati Livy bahkan berteriak.


"Livy... ini kakak... jangan menangis..." Adryan


"Livy.... jangan menangis.... kemari.... lihat aku... aku ada disini... aku Adryan..." Adryan berteriak namun Livy kecil itu sama sekali tak mendengar dan tak melihatnya.


"huaa....ha...haa..." Adryan terbangun dan nafasnya terengah-engah.


"jantung ku... kenapa sakitnya sangat nyata." Adryan mengusap usap dadanya yang merasa ditusuk tusuk seperti yang dirasakan di mimpi itu.


"aku sudah lama tak memimpikan nya... bahkan aku sudah melupakan nya... kenapa dia muncul lagi... dan jantungku..." Adryan


"dimana kamu sebenarnya Livy..." Adryan


melihat jam masih pukul 02.00 Adryan kembali tidur lagi. paginya Adryan bangun dan langsung pergi untuk mandi, setelah mandi dan langsung berpakaian rapi. namun saat membukakan lemari hendak mengambil kemeja syal Livy yang dulu diberikan untuk Adryan masih tergantung dengan sangat bagus. tidak ada yang rusak karna dulu jika syal itu rusak sedikit Adryan langsung memperbaiki nya.


Adryan mengambil syal itu dan mencium nya.


"aku harap kamu baik baik saja disana" Adryan


Anna yang sedang menyirami tanaman nya tiba tiba bersin.


"haciuu.... haciu...." Anna


"astaga... apa aku mau flu..." sambil menggesek hidungnya


"maka kita kerumah sakit saja." ucap Liora yang bari tiba dan membawakan beberapa sarapan untuk Anna


"tidakkk... tidak perlu... mungkin hanya flu biasa." Anna


"nih... habiskan..." Liora meletakkan dimeja taman.


"emmm... habis ini..." Anna


"ya sudah aku tinggal ya..." Liora hendak pergi namun teringat sesuatu


"tunggu..." Liora


"ada apa???" Anna


"kok aku tidak melihatmu seperti wanita hamil biasanya...." Liora


"maksudnya???" Anna bingung


"kamu tidak mual mual??? atau mengidam apa gitu..." Liora


"emm... sejauh ini aku tidak mual mual sih... mungkin tidak semua wanita merasakan seperti itu" Anna


"mungkin... " ucap Liora dan langsung pergi.


Anna pun kembali berfikir dengan ucapan Liora.


saat mereka keluarga Edward sedang sarapan pagi, awalnya tidak ada masalah apa apa. kemudian Adryan turun dan mengambil tempat untuk sarapan. belum juga memakan sesuatu tiba tiba Adryan merasa mual mual.


"huekkk.... huekkk..." Adryan


"nak... kamu kenapa??" Nyonya Edward panik


"baby... kenapa??? apa kamu demam" Ziva juga ikutan panik

__ADS_1


"tidak tau bun... aku tiba tiba merasa mual.." Adryan


"ya sudah minum susunya saja dulu baby... ini..." Ziva mencoba menyuapi Adryan susu


namun Adryan menolak dan tanpa sengaja menghempas tangan Ziva hingga susu itu terjatuh dan pecah.


"aduhhh..." Ziva mencoba melemah.


"sayang... kamu tidak apa apa" Nyonya Edward langsung menghampiri Ziva


"Ryan... kamu ini sembarangan... tidak lihat Ziva hamil besar... kamu malah..." Nyonya Edward memarahi putra nya itu.


"sudah sudah... aku tidak selera untuk sarapan... huek... huekkk.." Adryan


"baby... kamu sakit... jangan paksakan bekerja dulu." Ziva


"sudah sayang... jangan perdulikan dia... kamu awas... pecahannya masih berserakan." Nyonya Edward membantu Ziva pergi dari tempat itu.


"Lio... tolong kamu beresin dulu itu." Nyonya Edward


"dih... yang numpahkan siapa??? dahh aku juga mau pergi..." ucap Liora karna malas melihat drama Ziva


"kalian mau ikut denganku..." tanya Liora pada kedua adik tirinya. Ineza Viana.


"iya kak.." ucap mereka berdua


sementara Anna dengan lahap menghabiskan yang Liora bawakan.


"emm... Liora emang pengertian sekali." Anna


siang itu Liora yang bosan ingin pulang juga malas melihat Ziva yang banyak dramanya. kemudian terpikirkan untuk menghampiri kakaknya ke perusahaan.


"kak..." Liora masuk tanpa mengetuk.


"apaan sihhh... biasanya juga aku masuk tanpa mengetuk.." Liora


"ada apa???" Adryan


"emang nya aku tidak boleh datang kesini... ini juga perusahaan ayah... dihhh' Liora makin kesal


"sudahlah... jangan bicara apa apa denganku... aku sedang tidak mood" Adryan


"ckkk... kayak perempuan aja... pake maad mood maad mood..." Liora


"huekkk... huek..." Adryan mual lagi.


"kakak kenapa sihhh... dari pagi mual mual.." Liora


"tidak tau... aku juga bingung." Adryan


"kalau begitu kerumah sakit saja dulu... siapa tau itu penyakit mematikan." Liora menakut nakuti


"sembarangan kalau ngomong... ya sudah kamu temani aku... aku tidak tahan lagi." Adryan


begitu mereka tiba dirumah sakit dan langsung diperiksa oleh dokter.


"bagaimana dok..." tanya Liora


"emmm... apa istrinya sedang hamil." Dokter


"iya dok..." Liora teringat Anna

__ADS_1


"ini biasa untuk pasangan suami istri... terkadang saat istri hamil... bisa saja si suami yang merasakan mual mual atau mengidam." dokter


"maksud dokter aku yang mengidam gitu..." Adryan


"benar pak.." dokter.


Liora tersenyum mendengar itu.


"biasanya itu ikatan batin antara sang istri dan suami sangat juga bayinya sangat dekat." terang dokter.


"ahhh baiklah dok..." Adryan


"tapi dok... istri saya sekarang sedang hamil tua... mungkin sebentar lagi akan melahirkan dan dia sewaktu hamil muda sudah melewati masa ngidam juga mual mual.. apa itu bisa terjadi dua kali." tanya Adryan yang sangat begitu teliti dan langsung bertanya jika ada yang mengganjal dipikirkan nya.


"hah???" dokter pun bingung mendengar nya.


"dokk... biar nanti aku yang menjelaskan kakakku.." Liora tak ingin Adryan bertanya lebih dalam lagi.


"baiklah... ini ada obat vitamin untuk meringankan rasa mual mual nya... tebus di apotik saja." dokter


"baik dokter... terimakasih.." Liora


"astaga.... " Adryan semakin bingung


"sudah... ayo pulang... itu wajar... lagian kan istrimu memang sedang hamil" Liora


"emmm..." Adryan mengiyakan saja.


"maksud kamu istriku itu Ziva kan.." tanya Adryan lagi.


"menurut kakak... siapa istri mu" Liora lalu meninggalkan Adryan


"biarkan dia bingung sendiri." Liora


"ck... anak itu... lio... tunggu" Adryan


Liora pun pergi untuk menebus vitamin yang dokter itu ucapkan tadi, dan mereka kembali ke perusahaan lagi.


"pantesan Anna tidak mual mual ternyata kak Ryan yang ngidam." batin Liora


"tapi dokter itu bilang mereka punya ikatan batin... tapi... ayah juga sudah mengenal Anna mungkin saja bunda juga mengenal Anna sebelum nya..." Liora semakin banyak bertanyaan bertanyaan.


"mungkin aku akan bertanya pada Anna... aku akan membujuknya untuk cerita" Liora.


"Lio..." teriak Adryan yang sedari tadi dipanggil tapi tidak disaut.


"apa sih... teriak teriak..." Liora


"kamu mikirin apa??? aku dari tadi sudah manggilin tapi kamu tidak dengar... jangan jangan kuping kamu sudah semakin budeg..." Adryan


"sembarangan...." Liora.


"apa maksud kamu istriku hamil... maksud kamu Ziva apa Anna." Adryan


"menurut kakak... apa kakak pernah tidur bareng Anna... makanya kakak berfikir seperti itu." Liora


"tidak... tidak pernah...." Adryan gugup


"hemmm... tapi kakak kelihatan gugup..." Liora


"sudahlah... kamu turun disini... pulang naik taxi saja..." Adryan

__ADS_1


"kak... astaga... kakak jahat sekali..." Liora dipaksa turun dari mobil


__ADS_2