Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
kecelakaan 3


__ADS_3

setelah hampir satu jam dokter pun akhirnya keluar, kepala pelayan langsung berdiri begitu mendengar suara pintu terbuka padahal tubuhnya semuanya masih kesakitan.


"bagaimana dok... bagaimana keadaan Nyonya saya." kepala pelayan


"ada sedikit permasalahan nya bu... dan cukup serius... ibunya bisa ditangani tapi tidak dengan bayinya... karena benturan keras itu mengakibatkan janinya terkejut juga karena benturan itu mengakibatkan janinya lumpuh dan tak memiliki detak jantung lagi. dan terpaksa kami mengeluarkan nya.." Dokter


kepala pelayan yang mendengar nya begitu terkejut dan lemas sampai sampai kepala pelayan kehilangan keseimbangan nya dan pingsan.


"bi... " Adryan yang baru tiba langsung menangkap kepala pelayan yang hampir terjatuh.


"tolong bawakan dia istirahat." ucap Adryan pada beberapa perawat yang lewat


kepala pelayan pun akhirnya sudah istirahat kondisi tubuhnya masih syok namun masih ditahannya untuk menemani Anna di ruangan UGD. hingga akhirnya kabar itu membuat nya semakin syok, karena dugaan nya tepat yang ditakuti nya juga terjadi.


"silahkan ikut keruangan saya Tuan.." Dokter


"bagaimana dengan istri saya." karena khawatir nya sampai Adryan mengucapkan Anna istrinya untuk pertama kali di hadapan orang lain.


"beliau akan segera dipindahkan keruangan nya.." Dokter


"baiklah.." Adryan pun mengikuti langkah dokter itu.


"katakan dok... bagaimana kondisinya." Adryan langsung ke intinya begitu tiba diruangan dokter itu


"silahkan duduk dulu Tuan..." Dokter


"katakan saja langsung" Adryan

__ADS_1


"beliau baik baik saja... hanya luka luka akibat pecahan kaca mobil itu saja.. juga benturan keras itu membuat tubuhnya syok." dokter


"tapi... yang jadi permasalahannya adalah bayi yang dikandungnya... Bayi itu sudah tidak lagi berdetak dan tidak ada pergerakan sama sekali... sehingga dengan terpaksa kami mengeluarkan nya."Dokter


"apa dok... anakku tak bisa tertolong lagi..." Adryan merasa sangat terpukul dengan kabar itu.


"benar... Tuan yang sabar ya... aku tau ini pasti sangat menyakitkan.." Dokter berusaha menguatkan Adryan yang kini menangis


"bayinya sudah dibersihkan... Tuan boleh membawa nya untuk dikuburkan" ucap Dokter itu lagi yang semakin menambah kesedihan bagi Adryan


Adryan menghapus air matanya dan bangkit berdiri untuk memakamkan putri nya yang sudah tak bernyawa itu lagi. dengan terpaksa menguatkan diri masuk ruangan mayat dan Adryan langsung tertuju pada sesuatu yang ia yakini itulah mayat putrinya.


Adryan pun mendekati dan langsung memeluk bayi yang masih terlalu mini itu, Adryan tak pun tak bisa menahan tangisnya.


"maafkan ayah nak...."


"ayah tak berguna... ayah tak bisa melindungi mu.." Adryan


sementara Jacob masih ditangani oleh dokter karena lebih parah, tulang kakinya mengalami retakan karena dihapit. kepala pelayan masih juga belum sadar akhirnya Adryan menghubungi mansion menyuruh beberapa pelayan datang untuk menemani kepala pelayan dan Anna.


Cindy juga datang karena dikabarkan Adryan, supaya datang untuk menemani Anna. Adryan merasa aman meninggalkan Anna dan Adryan pun pergi menguburkan anaknya itu.


Cindy yang melihat langsung keadaan sahabat nya itu merasa sangat terpukul, tidak tega melihat perutnya yang kini sudah rata karena bayinya sudah tiada.


"betapa hancurnya hatimu nanti melihat perutmu sudah merata." Cindy berbicara pada dirinya sendiri sambil memandangi Anna


"Nyonya...." kepala pelayan menghampiri kamar Anna begitu sudah tersadar.

__ADS_1


kepala pelayan pun menangis merasa sedih karena pagi tadi mereka masih tersenyum bahagia saat pemeriksaan.


"Nyonya.." kepala pelayan menangis


"tenanglah bi... ini sudah takdir..." Cindy


sementara Ziva yang stay di mansion masih menunggu kabar, dirinya begitu penasaran apa yang sudah terjadi.


"kenapa belum ada kabar ya..." Ziva


"ckk... Adryan juga susah sekali mengangkat panggilan ku.. apa dia sekhawatir itu..." Ziva kesal karena sudah banyak panggilan dari nya tapi tidak ada balasan satupun


Adryan pun sudah selesai menguburkan bayi itu, Adryan menempatkan nya di dekat makam ayahnya. Adryan kini bingung bagaimana nantinya menghadapi Anna begitu tau jika bayinya sudah tidak ada lagi diperutnya.


sementara polisi juga sedang menggali lagi kasus kecelakaan itu, ternyata sejak awal mereka mau kerumah sakit mobil itu sudah mengikuti mereka. dan kini sedang mencari plat nomor yang mengikuti mereka itu, namun setelah di periksa plat itu nomor palsu.


polisi juga menemukan orang yang mengikuti itu saat terjadi kecelakaan salah satu dari mereka turun dan merekam kejadian. namun sayangnya orang itu menggunakan jaket tebal, menghubungkan masker dan kaca mata sehingga tidak terlihat seperti rupa dari orang itu.


dan mobil yang menabrak itu juga mobil hasil pencurian dan yang mengemudi adalah orang yang sudah penyakit keras yang melarikan diri dari rumah sakit. namun polisi masih tetap berusaha mencari titik keberadaan mobil itu, polisi selalu membuka cctv dan mengikuti langkah kepergian terakhir mereka.


"siapa yang melakukan ini..." Adryan


"dan kenapa mereka melakukan nya.. siapa target nya... apa Anna... tapi kenapa??" Adryan


"kamu istirahat lah... biar aku yang menjaganya... kamu juga perlu istirahat sejak tadi kamu sibuk kesana dan kesini." Cindy


"emmm.." Adryan

__ADS_1


"kasihan dia... sepertinya dia juga sangat terpukul." batin Cindy


"padahal aku ingin bertanya tentang kejadian itu dari dia sangat kelelahan tampaknya." batin Cindy


__ADS_2