Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
makan mie instan bersama


__ADS_3

Anna kini sudah memiliki semangat lagi, setelah Liora menjelaskan semua padanya. Anna memilih untuk tetap mempertahankan janin itu, dan melahirkan nya dan menjadikannya sebagai pewaris. dengan begitu Anna tidak lagi mengkhawatirkan tentang masa depan anaknya.


Dan Liora juga kini tengah berusaha untuk menggali bukti bukti itu supaya Ziva tidak semakin dalam pada kebohongannya. namun Liora kesulitan mencari bukti itu, mungkin Ziva sudah tak ingin lagi berhubungan atau komunikasi dengan Bima supaya tidak menimbulkan kecurigaan pada orang lain.


malam itu tepat pukul 23.30 semua orang sudah tidur terlelap, namun Anna keluar dari kamarnya dan menuju dapur. Anna pergi mencari sesuatu yang hendak dia makan, rasanya Anna sangat lapar padahal siang itu Liora membawakan banyak makanan dan buah buahan.


Anna membuka kulkas pertama namun tidak ada yang menarik perhatian nya, dibuka juga kulkas yang ketiga sama tidak menarik. dan Anna membuka kulkas yang ketiga melihat berbagai macam stok mie instan langsung saja Anna kelihatan sangat senang.


pantas saja senang Anna sudah sangat lama sekali tidak lagi pernah memakan mie instan. dengan riang Anna memasak nya ditambah dengan dua butir telur dan menambahkan sayuran.


"mantap..." ucap Anna dengan suara pelan, namun terdengar oleh seseorang yang sedari tadi sudah memperhatikan nya sejak awal Anna datang kedapur.


Seseorang itu berada di sebelah dapur namun tidak ada dinding yang membatasi, namun karena pencahayaannya dimatikan Anna tidak dapat melihatnya. seseorang itu tersenyum melihat tingkah Anna seolah seperti anak kecil yang dibelikan sebuah mainan. juga seseorang itu merasa sangat tergoda dengan aroma masakan Anna.


"sial... aromanya sangat enak..." batinya


kepala pelayan pun yang merasa seperti ada suara suara dari arah dapur, meskipun Anna memasaknya sudah sangat pelan supaya tidak membuat keributan tapi tetap saja untuk kepala pelayan itu masih terdengar.


"Nyonya..." kepala pelayan


"astaga... bi mengejutkan ku..." Anna


"Nyonya bisa memanggil salah seorang pelayan... kenapa melakukan nya sendirian." kepala pelayan


"hanya membuat mie instan aku tidak perlu membangunkan orang lain bi... aku sendiri bisa melakukannya... lagian mereka sudah lelah seharian bekerja." Anna


"tetap saja.." kepala pelayan


"emm.. lain kali tidak aku ulangi lagi... janji..." Anna


Anna kembali menikmati mie instan itu.


"mau berdiri disana... ayolah bi... aku tidak bisa melanjutkan makannya kalau bi masih berdiri disana trus... tinggal saja... bi pergi tidur lagi... aku bisa melakukan ini sendirian..." Anna


"tidak... aku akan menemani Nyonya..." kepala pelayan


"baiklah ini aku bawakan ke kamar ku saja... bi lanjutkan pergi tidur." ucap Anna sambil mengangkat mangkok mie nya.


"baiklah Nyonya... aku akan kembali ke kamar... kalau ada sesuatu segera panggil" kepala pelayan pun akhirnya mengalah


"baiklah..." Anna


Anna kembali menikmati mie instan itu dengan lahap sampai sampai seseorang yang memperhatikan nya itu menelan ludah.


"astaga... sialan... aromanya semakin menggiurkan..." batin sambil memperhatikan Anna melahap mie itu.


"takk..." seseorang itu tak sengaja menggeser kakinya dan menendang sesuatu.

__ADS_1


"siapa tu" ucap Anna


"aihsss..." seseorang


"siapa???" Anna dengan cepat menghidupkan semua lampu


seseorang yang hendak bersembunyi itu langsung terlihat oleh Anna.


"kamu..." Anna


"siapa yang menyuruh mu menghidupkan lampu nya... aku tidak suka... matikan lagi" ucap seseorang itu ternyata Adryan


"sejak kapan kamu disana." tanya Anna


"sejak awal aku sudah disini... matikan lagi lampunya... " Adryan


"baiklah..." Anna bingung juga malu ternyata sedari tadi ada orang lain disini dan pastinya Adryan memperhatikan nya.


"tapi kenapa kamu duduk ngeteh gelap gelapan... bukan kah itu aneh..." tanya Anna


"apa urusan mu..." Adryan


"iya juga.. ckkk" batin Anna


"buruan matikan lampunya." Adryan


"awas... ada setan" ucap Anna yang hanya menakut nakuti.


Adryan diam aja gak mengubris apa yang Anna katakan, dan Anna kembali ketempat nya dan menikmati mie itu.


Adryan pun yang semakin lama merasa seperti ada yang memperhatikan nya, tapi masih mencoba tetap tenang. namun lama kelamaan sudah tak tahan lagi dan langsung keluar dari tempat gelap itu menghampiri meja makan yang dimana ada Anna disana.


"ada apa??" tanya Anna karena Adryan melihatnya tanpa bicara.


"aku juga mau.." ucap Adryan yang mengambil mangkok mie Anna yang tinggal setengah lagi.


"kembalikan... itu milikku... " Anna


"tidak... sedari tadi aku sudah menahan nya... salah siapa aromanya sampai ke penciuman ku." Adryan


"jangan makan itu..." ucap Anna dan sudah dilahap oleh Adryan.


"kamu bisa memasaknya lagi... sedangkan aku sama sekali tidak bisa memasak..." Adryan


"bukanya kamu tidak suka dekat denganku... tapi kenapa kamu mencuri makanan bekas makananku... aku sudah menaruh sedikit ludahku disana." Anna mencoba membuat Adryan jijik namun tidak berhasil.


"aku tidak perduli... ini sangat enak.." Adryan

__ADS_1


"ckkk..." Anna kesal karena belum puas memakannya sudah diambil orang lain


"masak lagi... jika masih kurang" ucap Adryan biar bisa minta nambah lagi karena dirinya masih kekurangan.


"aku akan membantu menyiapkan yang lainnya." tawar Adryan.


Anna pun yang merasa kurang kembali memasak mie instan itu.


"aku juga masih mau.." Adryan


"enggak... kamu masak sendiri." Anna


"ada yang bisa aku bantu... ohh... motong sawinya... biar aku potong..." Adryan


"baiklah... kamu tunggu aja disana... aku tidak suka diganggu memasak." Anna


Anna yang sedang asik memasak sedangkan Adryan dengan jinak menunggu masakan datang dan sesekali memperhatikan Anna.


"kenapa serasa aku sangat dekat dengannya..." batin Adryan


"sejak kapan aku jadi seperti ini..." batin Adryan yang keheranan. biasanya Adryan sangat sulit bisa sedekat ini dengan orang, meskipun orang yang sudah sangat lama dikenal.


"sikapnya masih sama... menjengkelkan..." batin Anna yang mengingat tentang masa lalu kecilnya bersama adryan.


setelah beberapa menit akhirnya mie itu sudah siap untuk disaji, lalu Anna mengisi satu mangkok untuk nya. dan menyisakan sebagiannya lagi di kuali.


"tuhhh dah masak ambil sendiri... kan punya tangan." Anna


"wahhh.... hebat sekali.... jelas jelas aku Tuan disini." Adryan


"dan aku bukan pembantu atau semacamnya... sudahlah tinggal mengambil saja susah." Anna


"wahh... parahh...." Adryan masih tidak terima


"buruan... ntar mie nya mengembang rasanya tidak akan nikmat lagi." Anna


dengan geramnya Adryan pun mengambil bagiannya sendiri.


"astaga... panas sekali." Adryan


"kenapa??? ini panas sekali... " Adryan


"ya ampun... tingal menuangkan juga harus pake drama... sebenarnya laki apa laki sih.... panas aja sudah mengeluh." Anna membantu menuangkan mie nya Adryan


"wahh... sepertinya kamu meragukan ku ya." Adryan


seketika Anna pun teringat dengan kejadian malam itu.

__ADS_1


"sudah... sudah... habiskan saja mie mu... dan jangan bicara apa pun lagi." Anna memilih untuk tidak melanjutkan pembicaraan mereka.


__ADS_2