
semua orang kini pergi mengantarkan Tuan Edward ke tempat peristirahatan terakhirnya. dan di hadiri dengan banyak orang yang mengenal Tuan Edward. ada juga yang dari kalangan bisnis turut ikut mengantar.
sedangkan Anna yang masih ditahan, memohon untuk mengijinkan nya ikut mengantar Tuan Edward juga. namun tidak diperbolehkan dikarenakan Adryan sudah mengatakan pada pihak kepolisian itu untuk tidak mengijinkan nya keluar sampai hasil otopsinya keluar.
"pak... aku mohon ini pemakaman ayah mertuaku.." ucap Anna
"maaf tapi kami tidak bisa mengijinkan mu." polisi
"jika kalian tidak percaya kalian bisa ikut denganku... aku hanya ingin mengantar nya terakhir kalinya." Anna
"maaf tapi tetap saja." polisi
"pak... aku mohon..." ucap Anna yang masih tetap memohon
"kamu tidak di ijinkan keluar sampai hasil otopsinya keluar. aku harap kamu bisa mendengar itu dengan baik. jadi jangan berisik itu mengganggu kenyamanan orang lain." tegas polisi itu.
Anna pun akhirnya berhenti dan tidak mengatakan apa pun lagi.
"ayah.... maafkan aku... aku tidak bisa mengantarkan mu untuk yang terakhir kalinya. sungguh aku ingin pergi tapi mereka tidak mengijinkan ku sama sekali" batin Anna
Anna menekukan kaki nya dan menyandarkan kepalanya di kedua lututnya itu sambil menangis.
"heh... kalian tau gadis itu tadi bicara apa?" ucap polisi yang tadi bicara dengan Anna
"apaan... jangan buat penasaran. ngomong langsung aja." polisi 2
"maksud mu gadis yang membunuh Tuan Edward itu" polisi 3
"dia tadi menyebut Tuan Edward itu ayah mertuanya." polisi 1
"ahhh... kamu ngawur aja... orang anaknya (Adryan) aja bilang gadis itu pelayan" polisi 3
"enggak... aku gak salah dengar tadi... gadis itu mengatakan Tuan Edward itu ayah mertuanya." polisi 1
"gak mungkin orang anaknya aja belum menikah bagaimana bisa..." polisi 2
"mungkin wanita itu ingin mengelabui kita... hahaa... sangat cantik tapi sayang nya pembunuh.." polisi 3
"iyaa... aku saja gak bosan melihatnya... tapi aku gak percaya kalau dia yang membunuh... " polisi 2
"kalau dia benar ternyata bukan membunuh Tuan Edward. aku bersedia menerima nya jadi istriku. dari pada dia kembali jadi pelayan lagi." polisi 1
__ADS_1
"hahaha..... semakin ngawur aja kamu..." polisi 3
mereka sangat senang menggosipi Anna, ditambah Anna yang cantik dan juga bermasalah dengan keluarga ternama itu. siapa pun akan menggosipkan nya.
ditempat lain Jho yang mendengar kabar jika ayah mertuanya Anna sudah meninggal. Jho berniat untuk pergi menghadiri pemakaman itu namun tujuan utamanya Jho ingin melihat Anna. rasa rindunya memaksa Jho pergi ke pemakaman Tuan Edward.
Jho berusaha untuk maju lebih dekat lagi, dan melihat wanita anggota keluarga Tuan Edward menangis dan Adryan yang merangkul bunda nya itu. Jho sudah mencoba mencari keberadaan Anna namun hingga pemakaman selesai dirinya tidak melihat Anna disana.
"Anna kemana??? bukankah ini pemakaman ayah mertuanya" Jho bertanya tanya dalam hati.
saat Jho hendak memutuskan untuk pergi karena hari sudah mulai gelap dan orang orang juga sudah pada pergi. yang tertinggal hanya lah anggota keluarga Tuan Edward saja. Jho melihat seseorang yang Jho yakini itu adalah seorang pelayan di keluarga Edward.
"maaf permisi.." ucap Jho
"iya..." ucap seseorang yang Jho panggil ternyata kepala pelayan.
"boleh saya bertanya sesuatu??? sebelum nya maaf mengganggu." Jho
"tidak masalah... katakan saja... aku harus segera pulang" kepala pelayan
"Anna... kenapa aku tidak melihatnya." ucap Jho
"jangan bilang kalau pria ini..." batin Jho
"maaf Tuan aku tidak bisa menjawab nya.. aku harus pergi. aku masih banyak pekerjaan" ucap kepala pelayan lalu meninggalkan Jho
"aneh... kenapa reaksinya seperti itu" batin Jho
"apa terjadi sesuatu pada Anna??" Jho
saat itu Jho memutuskan untuk pulang dulu, biar nanti para anggota nya yang mencari taunya. namun saat Jho hendak memasuki mobilnya seseorang datang menghampiri nya
"datang kepemakaman ayahku bukan untuk melayat tapi mencari seseorang." ucap Adryan yang sudah memperhatikan Jho diam diam.
Jho pun berbalik dan melihat asal dari suara itu.
"senang bisa bertemu dengan mu Tuan Jhonatan" ucap Adryan sambil mengulurkan tangannya
"maaf jika perkataan ku tadi menyinggung mu" Adryan
"ahh tidak sama sekali... aku tidak merasa tersinggung." balas Jhonatan
__ADS_1
"turut berduka cita atas kepergian Tuan Edward." lanjut Jho
baru sebentar saja Adryan berbincang dengan Jho tiba tiba seseorang memanggil nya.
"baby..." ucap seseorang pada Adryan. Jho pun yang mendengar panggilan itu dengan mesra langsung melihat siapa orangnya. sungguh Jho dibuat penasaran sekaligus bingung ternyata wanita itu bukanlah Anna. padahal Jho tau jika Anna sudah menikah dengan Adryan.
"maaf... sepertinya aku harus pergi.. terimakasih sudah hadir di pemakaman ayah ku." ucap Adryan.
"baiklah..." ucap Jho
Adryan pun akhirnya pergi meninggalkan Jho dengan banyak pertanyaan di kepala nya. ditambah dengan kemunculan seorang wanita yang memanggil Adryan dengan baby
"aneh... mereka sangat membingungkan." batin Jho
padahal jelas jelas Jho melihat secara diam diam bagaimana pernikahan Anna dengan Adryan. tapi kenapa malah wanita lain yang Adryan akui, dan Anna kemana? bahkan ini kematian ayah mertuanya tidak ada.
"dia tadi siapa baby?" tanya Ziva
"hanya rekan bisnis aja kok baby..." ucap Adryan
"oh... tadi aku sama sekali tidak melihat Anna... dia tidak ikut" tanya Ziva
"tidak... dia sedang dalam masa tahanan.. " Adryan
"haaa.. kenapa baby... dia ada masalah apa?" Ziva sangat terkejut mendengar nya.
"dia yang membunuh ayah." Adryan
"what???... gak mungkin baby... pasti itu kesalahpahaman." Ziva tidak percaya dengan apa yang kekasihnya itu bicarakan.
"secara dia itu sangat sayang dengan paman.. paman juga sebaliknya... gak mungkin deh baby jika Anna yang membunuh nya." ucap Ziva
"jadi kamu tidak mempercayai ucapanku dan membelanya yang kamu sendiri tidak tau cerita kronologi nya." ucap Adryan yang tidak terima kekasihnya itu menyangkal nya.
"bukan begitu baby... baby jangan marah... aku bukan tidak percaya tapi kalau di pikirkan secara logis itu mustahil jika Anna yang membunuh" Ziva
"sudah jangan dibahas... aku akan mengantarkan kamu langsung pulang saja." ucap Adryan.
"baby marah..." Ziva
sesungguhnya Ziva sudah sangat ingin pergi meninggalkan Adryan karena sifat posesif nya ditambah Adryan tidak boleh di kritik meskipun salah. namun Ziva masih sangat mencintai sosok Adryan yang sudah lama menjalin hubungan dengan nya.
__ADS_1