
seharian penuh Anna menjaga anak Ziva bahkan sampai malam pun karena Ziva belum pulang. sedangkan Adryan sibuk mencarinya karena merasa bersalah atas apa yang di ucapkan nya.
"Tuan sedang keluar Nya... Tuan berpesan makanlah tak perlu menunggu nya" kepala pelayan
"kalau begitu bi juga gabung saja disini... tidak apa... hanya kita kita saja yang melihatnya" Anna meminta kepala pelayan untuk bergabung.
"maaf Nyonya aku tidak bisa..." kepala pelayan menolaknya karena tidak pernah jadi kepala pelayan tidak berani.
"baiklah... kalian makanlah kita makan bertiga saja" ucap Anna pada Inez dan Viana.
"kenapa aku merasa sakit hati mendengar kalau Adryan sedang mencari Ziva.... kenapa aku merasa seperti dikhianati" batin Anna
"astaga perasaan apa ini... sangat membuat ku tidak nyaman... ayolah naa jangan menyimpan perasaan seperti ini" batin Anna
"apakah peralatan dan barang Nyonya yang akan dibawa besok sudah siap semua Nyonya." kepala pelayan
"emmm..." Anna
"Nyonya tampak sangat sedih malam ini tidak seperti biasanya." batin kepala pelayan
pukul 22.00 saat Anna sudah tertidur namun terganggu karena para pelayan masih sibuk, dan Anna penasaran pun keluar kamar melihat biasanya para pelayan jam segitu sudah istirahat.
"ada apa... kenapa kalian masih belum istirahat." Anna
"Tuan kecil Nyonya... tidak mau tidur dan rewel terus" pelayan
"sudah biar aku saja yang mengurusnya... kalian pergilah istirahat..." Anna
"tapi Nyonya besok akan pergi liburan... sebaiknya Nyonya saja yang istirahat" kepala pelayan
"bi... tidak apa... kalian juga sudah lelah seharian... biarkan aku yang mengurusnya" Anna
"kenapa nyonya sangat peduli pada anaknya... sementara ibunya saja tidak memperdulikan anaknya sendiri... Nyonya sebaiknya memikirkan diri sendiri saja." kepala pelayan berkata seperti itu karena heran kenapa masih peduli pada anak orang yang membuat sakit hati bahkan sudah ingin membunuh nya
"kenapa... apa salahnya... dia masih anak kecil dan tidak tau apa apa... dan lagi sekalipun ibu dan ayahnya sudah membuatku kecewa atau menyakiti ku. itu bukan salah anak itu kan... jangan melampiaskan dendam mu pada anak kecil..." Anna cukup marah pada kepala pelayan.
__ADS_1
"bukan seperti itu Nya..." kepala pelayan
"sudahlah... aku juga sama sekali tidak keberatan... dan sudah aku katakan kalian pergilah istirahat." Anna
"baik Nyonya" pelayan yang lainnya sudah pergi ke kamar masing masing tapi tidak dengan kepala pelayan.
"Nyonya saya minta maaf sudah membuatmu marah. tapi aku tidak bermaksud apa apa..." kepala pelayan
"aku mengerti bi... bi pergilah susul yang lainnya istirahat." Anna
"baiklah Nyonya... Selamat malam" kepala pelayan pun tak ingin membuat amarah Anna bangkit lagi.
"bagaimana pun juga anak itu tidak bersalah... ibunya saja yang berhati iblis." Anna lalu menggendong anak itu sampai tangis nya mereka hingga Anna menaruhnya ditempat tidur.
keesokan harinya Anna sudah berkumpul bersama teman rekan kerjanya yang akan pergi liburan, namun ntah kenapa Anna seperti tidak bersemangat.
"kenapa... kenapa bu bos tampaknya tidak bersemangat... Tuan hari ini juga tidak masuk kantor... apa terjadi sesuatu." bisik staf
"maaf pak... tolong jangan ikut campur urusan pribadi seseorang. dan lagi aku hanya sedang tidak enak badan saja. bawaannya lemas tidak bersemangat." Anna
"sudahlah lain kali jangan pernah membahas tentang hal itu lagi" Anna
"baiklah..." staf lalu meninggalkan Anna dan bersiap mengatur keberangkatan.
"Anna...." tiba tiba seseorang datang menghampiri Anna.
"kamu... maaf pak... maksud saya bapak sedang apa disini." Anna
"ini... nanti disana kamu pasti akan memerlukannya... dan ini juga cemilan kamu disana... aku lihat kamu tidak membawa apapun tadi." Eric
"tapi aku tidak suka ngemil. kamu membawanya banyak sekali" Anna
"bawa saja dulu..." Eric
"terimakasih pak..." Anna
__ADS_1
"ehhh sudahlah... jangan seperti itu." Eric lalu menyimpan di dalam bis.
"baiklah... nikmati liburan mu... bersenang senang lah disana... jangan pikirkan apapun..." Eric
"termasuk Adryan... jangan memikirkan nya... dia sedang bersama Ziva sekarang..." batin Eric
"tolong ya jaga keponakan ku" ucap Eric pada staf
"siap pak..." staf
sementara di hotel Ziva dan Adryan sedang bersama, Adryan sedang membujuk Ziva supaya memaafkan nya, tapi berpura pura menolak supaya Adryan semakin membujuk dan merayunya.
bayangan Ziva mereka akan menikmati malam yang indah namun ternyata tidak ada, karena Adryan sama sekali tidak meminta apapun. Adryan hanya ingin membujuk Ziva supaya mau kembali ke mansion lagi.
"kasihan anak kita... apa kamu tidak lagi peduli padanya...' Adryan
"sungguh aku minta maaf... aku sedang mabuk saat itu... aku bahkan tidak mengingat satu pun." Adryan
"lalu kapan kamu akan menikahiku... aku sudah muak dengan ini kita hanya seperti ini terus dan menerus." Ziva
"ziv sabarlah sedikit lagi..." Adryan
"sampai kapan... kata sabar itu yang selalu kau lontarkan... tapi ntah sampai kapan." Ziva
"ayolah kita pulang dulu... kita bahasnya dirumah saja... jujur aku sangat kesepian kamu tidak ada dirumah..." Adryan bahkan sampai berlutut memohon
"apa yang kamu lakukan..." Ziva tidak tega melihat Adryan sampai berlutut.
"baiklah aku akan pulang... kamu berdirilah. bagaimana jika ada yang melihat mu seperti itu. orang orang akan merendahkan mu" Ziva
"terimakasih sayang.... maafkan aku ya... sungguh aku sangat menyesal melontarkan kata itu padamu." Adryan
"baiklah... tapi berjanji lah menikahi ku... jika tidak aku akan pergi lagi... pergi sejauh mungkin" Ziva
"baiklah... aku berjanji" Adryan
__ADS_1