
Davin yang tidak mendapatkan kabar Anna juga kakaknya tidak merespon panggilan nya. dengan terpaksa Davin datang ke perusahaan untuk mencari kakaknya.
"maaf tuan tapi pak Jho sedang ada rapat" ucap resepsionis yang melihat Davin langsung main masuk
"yaaa.." ucap nya tanpa memperdulikan nya.
Davin langsung segera menuju ke ruangan rapat, dan tanpa ketak ketuk Davin langsung masuk dan membuat semuanya terkejut.
"apa apaan kamu vin.. sungguh tidak sopan" ucap Jho
"kak... Anna terluka tertusuk dan kami tidak tau dia dilarikan dimana" bisik Davin
"apaaaa.... bagaimana bisa??" tanya Jho dengan keras membuat seruangan terkejut.
"Eric tolong kamu lanjutin yaa aku akan keluar" ucap Jho lalu pergi meninggalkan ruangan itu dan diikuti Davin.
"bagaimana bisa" tanya Jho sesampai nya di dalam mobil.
"aku juga tidak tau kak," ucap Davin lalu menceritakan semua kejadian yang juga diceritakan oleh teman teman Anna
"kami sudah mencari nya di RS kota tapi tidak ada." ucap Davin.
mendengar itu Jho langsung menghubungi anak buahnya untuk mencari keberadaan Anna.
setelah memakan waktu sekitar 15 menit salah satu anak buahnya menghubungi.
"tuan kami menemukan nya"
"dimana???" Jho
"di Rumah sakit Slamet Riyadi"
mendengar itu Jho kebingungan bagaimana bisa dilarikan sejauh itu sedangkan di dekat sini masih banyak rumah sakit yang berkualitas.
"baiklah" ucap Jho lalu segera pergi.
"dimana kak??" tanya Davin.
"astagaa... kak" Davin terkejut karena Jho langsung menggas begitu kencang.
"berpegangan lah yang erat." Jho.
Davin yang sangat ketakutan melihat kakaknya menyetir seperti orang kesurupan, dan juga tidak tau akan kemana mereka pergi. setelah hampir satu setengah jam mereka menempuh nya. Jho langsung saja masuk kedalam.
"permisi. saya mencari pasien yang terluka tertusuk diperut. perempuan." Jho
"sebentar ya pak.." resepsionis itu sedang mencek daftar pasien.
__ADS_1
"maaf tapi sedari pagi tidak ada pasien yang terluka tertusuk pak." ucap nya
"cobaa periksa lagi. dia dilarikan kesini" teriak Jho
"iyaa sus tolong diperiksa lagi." ucap Davin
"namanya siapa mungkin bisa dicari melalui namanya" resepsionis
"BRIANNA" Jho
"ada pak.. tapi dia bukan luka tertusuk mela...."
"katakan dimana ruangan ya" ucap Jho yang memotong pembicaraan resepsionis itu.
"diruangan ICU pak."
Jho dan Davin langsung segera menuju ke ruangan ICU itu tapi saat mereka sampai ada 2 orang yang menjaga ruangan itu.
"maaf dengan siapa?" tanya salah satu yang menjaga
"aku kekasih nya... bisakah aku melihat nya" ucap Jho
lalu penjaga itu saling melihat dan memberi kode iya.
"tapi dokter sedang memeriksa nya" ucap nya lagi.
"halo bos" ucap salah satu penjaga itu yang menerima telepon.
"oh iya ini sudah ada keluarga nya bos."
"baru sekitar 15 menitan."
baik bos... siap." ucap nya
"maaf pak. ini bos kami ingin berbicara."
Jho pun langsung menerima telepon nya.
"halo" Jho
"maaf atas insiden hari ini, saya akan bertanggung jawab atas pemulihan nya"
"aku tidak mempermasalahkan nya aku hanya perlu keselamatan nya saja" Jho
"baiklah.. saya akan menjamin kesehatan nya disana, mungkin sekitar pukul 8 malam saya akan kesana untuk secara langsung meminta maaf" ucap nya
"yaa terserah anda." jawab Jho sedikit cuek padahal karena sudah merasa lelah lemas dan cape hingga tak ada tenaga lagi.
__ADS_1
setelah itu dokter pun keluar dari ruangan itu.
"dokk... bagaimana kondisi nya" tanya Jho
"sudah membaik pak. hanya tinggal menunggu nya siuman saja. tapi mungkin sembuh akan memakan waktu yang lama karna lukanya cukup dalam." penjelasannya
'baiklah boleh saya masuk dok" Jho
"tapi jangan terlalu lama cukup 10 menit karena kondisi nya belum stabil penuh" ucap dokter.
Jho dan adiknya pun masuk bersamaan untuk melihat keadaan nya langsung. mereka melihat Anna terbaring dikasur dengan alat alat medis terpasang ditubuhnya.
"bodohnya aku tidak bisa menjaga mu"ucap batin Jho. bahkan tanpa sadar Jho meneskan air matanya, karena merasa gagal untuk menjaganya.
setelah 10 menit berlalu akhirnya mereka keluar,
"vin kamu pulang lah" ucap Jho
"tidak kak. aku juga ingin menemani nya disini" Davin
"ayah dan ibu akan mencari mu. lagian besok kamu harus kuliah" Jho
"sudahh... jika besok kamu ingin berkunjung datanglah" lanjut Jho
"baiklah kak.."
"nahh pakai mobilku saja, tapi ingat jika ayah dan ibu bertanya katakan saja yang lain jangan menceritakan kejadian ini" Jho
"baiklah kak. aku pulang ya" ucap Davin lalu meninggal kan kakaknya dan dua penjaga itu.
setelah itu Jho langsung segera menghubungi sekretaris nya itu untuk mengetahui hasil dari rapat mereka itu. Untung saja hasilnya memuaskan, sehingga Jho tidak perlu khawatir dengan urusan kantor.
...******...
"Untung saja Anna baik baik saja" ucap olivia
"iyaaa... aku juga sudah khawatir tentang nya melihat ada banyak darah yang keluar dari perut nya itu" ucap Grace.
mereka akhirnya bisa tenang setelah mendapatkan kabar dari Davin, akhirnya mereka pun memutuskan untuk berpisah dan pulang kerumah masing masing.
"ingat yaa jangan ada yang menceritakan tentang ini. Davin sudah memperingati nya" ucap olivia yang memperingati yang lainnya.
karena kelelahan Jho hanya berniat bersandar untuk melepaskan lelah nya, tapi malah ketiduran para penjaga itu membiarkan Jho tertidur dan tidak ingin mengganggu nya.
hingga pukul 22.00 bos para penjaga itu pun datang sesuai dengan perkataan nya, dan langsung berhadapan dengan Jho. menceritakan jika orang yang mereka kejar itu ialah seorang yang pernah bekerja dengan nya namun malah berhianat.
akhirnya mereka saling mengenal dan malah berencana untuk bekerjasama, dan Jho juga tidak mempermasalahkan nya karena mereka masih mau bertanggung jawab atas insiden itu.
__ADS_1