
Inez yang hari itu ingin keluar jalan jalan, dan ingin mengajak Anna ikut keluar bersama. tapi Inez takut untuk mengatakannya pada Nyonya Edward. tiba tiba saja mata Inez menangkap seorang dan membuat nya kembali bersemangat.
"kak Ryan..." panggil Inez
"Inez... ada apa??" tanya Adryan
"kak... boleh tidak aku keluar bermain bersama kak Anna." ucap Inez sambil ******* ***** ujung baju nya.
"apa dia yang menyuruh mu..." Adryan
"tidak kak... aku hanya ingin bermain bersama nya..." ucap Inez
"baiklah... tapi kamu harus hati hati..." Adryan
"terimakasih kak... aku janji akan berhati hati... aku akan mengajak kak Anna dulu... Inez pamit ya kak.." ucap Inez lalu pergi berlari ke kamar Anna.
tok...tok....tok... Inez mengetuk pintu kamar Anna dengan sangat terburu buru.
"ada apa... kakak disini (ditaman)" Anna
"kak... ayo kak... kita harus siap siap..." Inez
"eh.... ada apa???" tanya Anna binggung
"temani aku bermain keluar kak... aku sangat ingin menghirup udara segar diluar..." ucap Inez
"tapi kakak..." Anna ingin bicara namun dipotong Inez
"aku sudah berpamitan dengan kak Ryan... kak Ryan juga mengijinkan kakak pergi bersama ku." terang Inez
seketika Anna pun senang bisa keluar rumah besar ini, walau hanya sebentar saja. tapi Anna juga senang karena bisa pergi ke makam Tuan Edward.
"baiklah... kakak akan bersiap siap... kamu juga pergilah. panggil kakak jika sudah selesai." ucap Anna
"okk kak... aku pergi." Inez langsung bergegas pergi.
"mau kemana???" tanya Viana yang melihat Inez sangat sibuk merapikan dirinya.
"mau pergi keluar bermain dengan kak Anna.. kamu mau ikut." Inez
"tidak... aku mau disini saja." ucap Viana.
Inez dan Viana adalah orang yang sangat berbeda sekali, Inez tipe yang aktif dan terbuka. sedangkan Viana lebih tertutup dan tak ingin berbaur dengan sekelilingnya. bahkan disekolah saja hanya Inez saja teman nya,
"kita akan kemana?" tanya Anna begitu mereka sudah dalam perjalanan yang diantarkan sopir.
"kakak ingin kemana dulu..." tanya Inez
"emm... kakak ingin ke TPU..." ucap Anna
"kakak ingin ke makam ayah.." Inez
__ADS_1
"ya... kakak merindukan nya." Anna
"pak... kita ke toko bunga dulu ya." ucap Anna pada supir.
"baik Nyonya." supir
Anna sudah memilih dan membelikan bunga untuk dia bawakan ke makam Tuan Edward. mereka juga kini sedang dalam perjalanan menuju TPU, Anna dan Inez pun kini berjalan mencari makam Tuan Edward. namun saat mereka sudah tiba ada dua orang wanita dan satu anak laki laki yang juga mengunjungi makam itu.
"kak ada orang lain juga yang datang ke makam ayah." ucap Inez
"emmm..." Anna sudah tau siapa mereka.
"bi Merry... bibi" ucap Anna
mereka pun menoleh ke arah Anna.
"Anna???" bi Merry
"kakak mengenal mereka.." Inez
"Inez... " ucap bi Merry yang langsung mengenal Inez
"kamu mengenal ku..." tanya Inez
"yaa aku langsung mengenal mu... kamu sangat mirip dengan ibumu." Merry
"kamu juga mengenal ibuku..." Inez
"iya... aku dan ibumu dulu sangat dekat.. kami bagaikan saudara sendiri.. tapi sekarang aku seperti melihatnya setelah aku melihat mu." Merry
"bibi..." ucap Anna yang melihat istri keduanya Tuan Edward itu hanya terdiam dan menatapi nisan.
"bibi... berhenti menangis... dia sudah tenang... dan sudah bahagia... dia akan bersedih jika melihat bibi menangisinya." Anna
"aku hanya merindukan nya..." ucap nya lalu menoleh ke arah Anna
"kamu kurusan... apa kamu sakit.." ucap istri keduanya.
"tidak kok bi... aku hanya sedang diet saja." elak Anna
"kamu berbohong.... kamu pasti menderita kan disana..."
"tidak kok bi... aku baik baik saja... bibi tidak perlu khawatir..." ucap Anna
setelah mereka selesai berbincang bincang Merry dan istri keduanya itu memutuskan untuk langsung pulang. padahal Anna mengajak mereka untuk makan siang bersama, namun mereka menolak.
"nak... jika kamu ada waktu mampir lah kerumah.." ucap bi Merry
" baiklah bi... kalian hati hatilah.. bibi jaga kesehatan ya..." ucap Anna
mereka pun akhirnya berpisah disana, Anna dan Inez pun kini melanjutkan perjalanan mereka yang Inez ingin pergi bermain ke mall.
__ADS_1
"kak kita ke mall ya... aku ingin bermain disana." Inez
"ayo..." Anna
mereka pun asik menikmati permainan disana, Inez pun tampak nya sangat senang bisa dengan bebas bersama Anna.
"kamu tampaknya sangat bahagia.." ucap Anna
"iya kak... aku belum pernah bermain dengan bebas seperti ini." Inez
"kak aku lapar kita cari makan yaa.." Inez
"emm.. ayo kakak juga sudah lapar." Anna
mereka menikmati makan itu dengan sangat lahap namun Anna melihat Inez sepertinya ada sesuatu yang sedang Inez tutupin. kini mereka sudah selesai makan dan Anna meminta untuk bersantai sejenak.
"ada apa??" tanya Anna
"kenapa kak?" inez pun bertanya kembali.
"apa yang sedang kamu pikirkan... ayo berbagi pada kakak." Anna
"tidak ada kak..." Inez
"kakak bisa melihatnya.. kakak tau ada sesuatu yang sedang kamu pikirkan..." Anna
"sungguh..." Inez
"emm... makanya selagi kita hanya berdua disini mari... cerita pada kakak." Anna
"semua orang mengenal ibuku... semua orang tau siapa ibuku... tapi aku tidak tau..." ucap Inez
"aku hanya tau... jika ibuku hanya seorang pelayan dirumah... bahkan ayah... ayah tidak pernah memperlakukan ku seperti Putri nya. sejak kakak datang kerumah dan ayah sangat perhatian pada kakak. aku sangat iri..." ucap Inez sambil menangis.
dia masih kelas 5 SD umur nya masih sangat muda namun dia sudah tampak dewasa dalam menghadapi kehidupannya.
"jika aku besar nanti seperti kakak... aku akan meninggalkan rumah itu.... dan mencari kehidupan ku sendiri." Inez
"tenang... sekarang ada kakak... kakak akan menemanimu kemana kamu mau pergi... mau cerita juga kakak siap mendengarkan.. emmm" Anna
"tapi...." Inez
"kenapa lagi... ayo ceritakan semuanya." Anna
"kakak akan bercerai dengan kak Ryan... aku tau semuanya... " Inez
"emmm... kalau begitu kakak akan menemanimu diluar... saat kamu pulang sekolah kakak akan menghampiri mu.." Anna
"emm.." Inez kembali tersenyum. namun aslinya bukan itu yang dia inginkan. dia ingin Anna tetap tinggal dirumah Inez sudah sangat nyaman pada Anna.
sejauh ini hanya Anna yang mau dekat dan mau mendengarkan ceritanya. bahkan Viana pun tak pernah sedekat ini dan mereka hanya berdiam saja saat bersama.
__ADS_1